“Aksi Nyata Kejahatan Seksual dalam Chartreuse 2004”


Identitas Buku
Judul             : Chartreuse 2004
Pengarang     : Ida R Yulia
Penerbit         : Arsha Teen
Tahun Terbit : Juli, 2017
Cetakan         : pertama
Jumlah Hal    : 345
ISBN             : 978-602-6615-206
Perkenalan         

(Koleksi pribadi dalam akun facebok penulis, Ida R Yulia)
Description: Foto Ida R Yulia.
(Koleksi pribadi dari akun facebook penulis, Ida R Yulia)
Chartreuse 2004 adalah novel kedua belas dari seorang penulis bernama Ida R Yulia. Kemudian bila melihat dari sisi pengarangnya, sosok Ida R Yulia ini merupakan seorang penulis yang berasal dari daerah Batang, Jawa Tengah. Ia telah menulis sebelas novel yang semuanya diterbitkan lewat penerbit terkemuka seperti Elex Media Komputindo, Diva Press, Grasindo dan Wahyumedia. Hasil tulisannya yang telah diterbitkan, diantaranya : A Short Journey (Wahyumedia, 2012), Andante Part 1 : The Fallen Wings (Grasindo, 2013), Andante Part 2 : The Crave for Eternity (Grasindo 2013), Walking to the Day (Diva Press, 2013), Hold My Hand Dont Look Back (Grasindo, 2013), Colover (Grasindo, 2014), Take My Hand One Last Time (Grasindo, 2014), Cermin Tak Pernah Berteriak (Elex Media Computindo, 2015), The Mirror Twins (Grasindo, 2015), The Long Good Bye (Grasindo, 2015), Immortal Beloved (Grasindo, 2016) dan Chartreuse 2004 (Arsha Teen, 2017).
Selain menulis, Ida adalah seorang guru bidang studi bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di daerah tempat tinggalnya. Dengan latar belakangnya yang demikian, wajar bila kebanyakan hasil tulisannya membahas psikologi remaja seperti hubungan tokoh dalam novelnya dengan teman-temannya, guru, dan juga orang tua.  Chartreuse 2004 ini diputuskan olehnya untuk terbit sendiri (self publish), tidak melalui penerbit handal. Ini dilakukan olehnya agar dirinya sebagai penulis dapat mengetahui langsung siapa saja yang menjadi pembaca dari novelnya ini.  Hal lain yang menjadi alasannya menerbitkan sendiri novel ini karena konten dalam novel ini yang dirasa begitu sensitif, sehingga dikhawatirkan bila pembacanya adalah seseorang yang belum cukup umur akan memberi efek negatif.
Chartreuse 2004 ini memang memiliki tema yang sensitif, karena didalamnya membahas tentang dunia kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur. Ini dapat dilihat dari kehidupan dari tokoh utamanya, Alexander Aranda, bocah laki-laki berusia sepuluh tahun yang harus menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh pamannya sendiri, Marco. Ketika kita membaca novel ini, kita seperti akan dibawa ke kehidupan yang begitu membuat kita bergidik ngeri. kita akan dapat membayangkan langsung dalam fikiran tentang kehidupan suram yang dimiliki Alex saat membaca kata demi kata dalam novel ini .  Apalagi Ida selaku penulis begitu apik dalam menjelaskan secara detail tentang kejahatan seksual tersebut, meskipun kegiatan seksualnya disamarkan dengan bahasa yang disesuaikan untuk anak seusia Alex. Membaca novel ini pun akan membuat kita memahami derita yang dirasakan Alex sebagai korban dari kejahatan seksual itu, sekaligus kita akan mulai sensitif dengan merasakan lingkungan sekitar karena bisa saja kejahatan seksual ada dan terjadi di lingkungan yang tak jauh dari tempat kita berada.
Disisi lain, novel dengan mengangkat tema kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur ini sangatlah jarang ditemui, bahkan di toko buku sekalipun. Novel ini memiliki judul Chartreuse dan itu ada artinya, tidak asal diberi judul begitu oleh Ida selaku penulis. Chartreuse ini adalah warna hijau lemon di pita kepedulian pada kasus pelecehan seksual anak (Child Sexual Abuse). Dengan demikian, novel ini merupakan misi penulis untuk menyampaikan kepedulian yang dimilikinya terhadap para korban kejahatan seksual tersebut atau dalam kata lain novel ini adalah bentuk sumbangsih penulis agar para pembacanya dapat semakin peka untuk merasakan lingkungan sekitar.
Kemudian bila dibandingkan dengan novel lain yang bertemakan sama dengan Chartreuse 2004 ini, kita akan menemukan salah satunya ada dalam novel terjemahan karya seorang penulis asli Rusia bernama Vladimir Nabokov. Karya Nabokov ini berjudul Lolita, menceritakan kisah seorang anak yang harus tinggal bersama ayah tirinya selepas berpulangnya sang ibu kandung ke Maha Kuasa, yang mana saat tinggal bersama ayah tirinya ini ia mendapatkan kejahatan seksual. Lalu dalam novel lainnya kita akan menemukan diantaranya dalam dua novel yakni ‘Nayla’ karya Djenar Maesa Ayu dan ‘Perempuan di Titik Nol’ karya El Saadawi. Kedua novel itu mengambil tokoh bocah perempuan sebagai korban kejahatan seksual. Sedangkan untuk novel yang mengambil tokoh bocah laki-laki dapat ditemui dalam novel ’24 Wajah Billy’ karya Daniel Keyes
Novel Chartreuse 2004 ini diterbitkan oleh salah satu penerbit indie terkemuka bernama Arsha Teen. Penerbit yang berdiri sejak 11 November 2014 ini berdomisili di Martapura, Kalimantan Selatan. Penerbit ini berada dalam asuhan seorang novelis sekaligus motivator difabel bernama Ariny Nurul Haq. Ariny sebagai pihak yang mengelola jalannya penerbitan buku dalam Arsha Teen ternyata memiliki sebuah misi lain, ia menginginkan para penulis pemula yang memiliki karya tapi belum bisa menembus penerbit mayor dapat dengan mudah diterbitkan lewat Arsha Teen, yang mana ini diharapkan agar semakin banyak semangat yang dimiliki para penulis pemula ini dalam menulis, sehingga kelak dapat menerbitkan karyanya di penerbit mayor. Selain itu, dalam menjalankan penerbitannya Ariny akan melakukan pembantaian naskah pada segala naskah yang diterima di penerbitnya tersebut, sehingga para penulis dapat menerbitkan karya dengan kondisi yang layak baca.


Sinopsis Chartreuse 2004

             Alexander Aranda hanyalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang lugu. Berasal dari Honduras dengan Ibu asli Indonesia, ia memiliki ciri khas fisik yang istimewa dan menonjol. Perpaduan Amerika Latin dan Asia yang sempurna, dengan kulit putih bersih, wajah rupawan, mata hitam teduh yang juga mencerminkan karakter halus. Lingkungan tempat tinggalnya di San Pedro Sula tak memungkinkan dirinya bermain bebas dengan teman-teman sebaya karena menjadi basis dua geng besar. Meski demikian, ia tidak merasa tertekan atau takut, Karena salah satu ketua geng ternama tersebut adalah sang paman sendiri.
Sebenarnya Alexander cukup kesepian tiap kali berada di rumah. Papa semakin sibuk mengurus penelitian universitas, mama sudah repot dengan kehadiran adik bayi, dan kakak perempuannya, Elisa sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar. Celah di mana ia membutuhkan perhatian akhirnya diambil alih oleh sang paman, yang tanpa ia sadari, menghancurkan dirinya secara perlahan.
Alexander tidak tahu, paman yang ia banggakan diam-diam merupakan pedofil akut. Merekrut banyak anak kecil untuk dijadikan pemuas nafsu sebelum diinisiasi masuk ke geng, dan dirinya menjadi target utama pria itu.


Keunggulan dan Kelemahan Chartreuse 2004

Novel Chartreuse 2004 ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya, pertama adalah cover dalam novel ini begitu memikat karena berwarna dan juga terdapat visualisasi dari tokoh utamanya yakni Alexander Aranda yang digambarkan dengan wujud seorang anak kecil berambut ikal pirang khas sekali sebagai keturunan perpaduan Amerika Latin – Asia , ia memakai baju kotak-kotak dengan tali yang mengitari bajunya, lengkap dengan topi abu-abu dan tak lupa dengan dot yang menempel di mulutnya serta pipinya yang bersemu merah. Kemudian keunggulan kedua terletak pada sinopsis yang tercantum di belakang novel ini, sehingga pembaca menjadi tergugah untuk membeli dan membaca kata demi kata dalam novel ini.  
Sedangkan untuk kelemahannya hanya satu yaitu novel ini memiliki kelemahan dalam latar cerita yang mengambil daerah diluar Indonesia yakni negara Honduras, sehingga membuat pembaca berpikir lebih keras untuk dapat membayangkan konflik geng yang ada dalam negara Honduras. Meskipun demikian, pengambilan negara Honduras sebagai latar dirasa cukup membuat pembaca menjadi tahu dengan kosakata dalam bahasa spanyol, bahasa resmi negara itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Severus Snape (About Harry Potter)

Cara Membuat HTML Pada Notepad

my love