Kingdom Plantae
Ciri - Ciri Kingdom Plantae
Bryopyta (Lumut)
Lumut adalah tumbuhan yang sudah terbentuk embrio, berspora tapi belum mempunyai akar, batang dan daun.
Ciri - ciri umum pada tumbuhan lumut :
PERBEDAAN TUMBUHAN LUMUT DAN TUMBUHAN PAKU
---------------------------------
Note : Haiiii.... akhirnya aku kembali menulis di blog ini. berhubung aku sudah kelas 12, waktu untuk menulis sama sekali tak ada. aku menulis lagi, karena untuk rangkuman materi biologi saja. akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca.
- Multiseluler (memiliki banyak sel)
- Terdapat dinding sel yang terbuat dari selulosa
- Eukariotik
- Mendapatkan makanan dengan cara fotosintesis yang dibantu dengan cahaya matahari
- bereproduksi secara seksual (putik dan benang sari) maupun aseksual (cangkok, tunas, setek, dll)
- Hidup di daratan atau perairan
- Autrotrof (dapat membuat makanan sendiri)
Bryopyta (Lumut)
Lumut adalah tumbuhan yang sudah terbentuk embrio, berspora tapi belum mempunyai akar, batang dan daun.
Ciri - ciri umum pada tumbuhan lumut :
- Lumut berukuran kecil, tingginya jarang melebihi 6-8 inci (15-20 cm), dan biasanya jauh lebih kecil.
- Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.
- Mereka melekat pada substrat (seperti, tanah, batu, atau kulit) oleh rhizoids, yang merupakan salah satu atau beberapa bersel,
- akar seperti benang yang melayani hanya untuk penahan dan tidak mampu menyerap air dan nutrisi dari substrat.
- Batang belum mempunyai pembuluh angkut (xylem dan floem)
- Sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof
- Mempunyai lapisan pelindung (kutikula dan gametangia)
- Brypohyta kekurangan jaringan pembuluh darah (sel-sel khusus yang dikelompokkan bersama-sama untuk pipa air dan nutrisi ke berbagai bagian tubuh).
- Daun lumut secara teknis bukan daun sebenarnya, karena di sebagian besar spesies mereka kurang jaringan pembuluh darah. Namun, mereka secara fungsional setara dengan daun, mengandung klorofil A dan B untuk fotosintesis. Daun biasanya satu sel tebal, kecuali untuk pelepah, yang mungkin tebal sekitar 15 sel.
- Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.
- Sporofit terdiri atas kapsul dan seta.
- Sporofit yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil, sehingga bisa melakukan fotosintesis.
- Bryophyta memenuhi kebutuhan gizi mereka dengan menyerap mineral dari debu, hujan, dan air yang mengalir di atas permukaan mereka.
- Sudah memiliki buluh-buluh halus semacam akar yang disebut rizoid.
- Terdapat gametangium (alat kelamin) yaitu antheridium dan arkegonium. Antheridium adalah alat kelamin jantan yang menghasilkan spermatozoid, sedangkan arkegonium adalah alat kelamin betina yang menghasilkan sel telur (ovum).
- Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
- Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.
- Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
- Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.
- Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.
- Dinding sel tersusun atas sellulose.
- Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.
- Hanya mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk tetrader.
- Belum memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah menggunakan rhizoid.
KLASIFIKASI LUMUT
Lumut Daun (Musci)
Disebut lumut daun
karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya
masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai
sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah
Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut
Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
a. Musci (lumut daun)
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun
meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang
banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya
adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan
Sphagnum.
b. Hepaticae (lumut hati)
Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan
peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan
gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.
c. Anthocerotaceae (lumut tanduk)
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti
tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.
morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus
(thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut
hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan
Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga
dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya
sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak
dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian
memanjang atau lebih (Gradstein, 2003)..
Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan
sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta
lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada
masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai
dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas
yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai
gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan
bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida
berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi
untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh
suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah
operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara
perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut
peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal
sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri
gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut
Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
a. Musci (lumut daun)
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun
meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang
banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya
adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan
Sphagnum.
b. Hepaticae (lumut hati)
Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan
peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan
gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.
c. Anthocerotaceae (lumut tanduk)
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti
tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.
morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus
(thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut
hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan
Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga
dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya
sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak
dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian
memanjang atau lebih (Gradstein, 2003)..
Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan
sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta
lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada
masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai
dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas
yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai
gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan
bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida
berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi
untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh
suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah
operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara
perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut
peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal
sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri
gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut
Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
a. Musci (lumut daun)
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun
meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang
banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya
adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan
Sphagnum.
b. Hepaticae (lumut hati)
Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan
peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan
gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.
c. Anthocerotaceae (lumut tanduk)
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti
tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.
morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus
(thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut
hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan
Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga
dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya
sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak
dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian
memanjang atau lebih (Gradstein, 2003)..
Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan
sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta
lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada
masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai
dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas
yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai
gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan
bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida
berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi
untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh
suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah
operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara
perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut
peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal
sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri
gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut
Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
a. Musci (lumut daun)
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun
meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang
banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya
adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan
Sphagnum.
b. Hepaticae (lumut hati)
Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan
peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan
gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.
c. Anthocerotaceae (lumut tanduk)
Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti
tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.
morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus
(thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut
hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan
Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga
dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya
sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak
dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian
memanjang atau lebih (Gradstein, 2003)..
Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan
sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta
lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada
masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai
dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004).
Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas
yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai
gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan
bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida
berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi
untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh
suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah
operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara
perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut
peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal
sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri
gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwi
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwi

Ciri umum nya :
- Tubuhnya mempunyai truktur yang mirip batang,daun akar (rizoid)
- Gametofit dibedakan dengan dua tingkatan yaitu:protonema yang bertalus berbentuk benang dan gametofora yang berupa tumbuhan lumut
- Sporofitnya terdiri dari bagian seta ,apofiksi ,kapsul ,gigi peristom, dan kaliptra
- Spora terdiri dari dua lapisan ,yaitu endospora dan eksospora ,
- Habitatnya pada tempat lembab
- Contoh : Spagnum sp , Pogonatum Cirratum
Lumut Hati (Hepaticae)
Lumut hati atau
Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet
jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya
adalah Marchantia polymorpha.
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Ciri umum dari lumut
hati adalah :
- Tubuhnya masih berupa talus dan mempunyai rizoid .
- Gametofitnya membentuk anteredium dan arkegonium yang berbentuk seperti payung
- Sporofit pertumbuhannya terbatas karena tidak mempunyai jaringan maristemati
- Berkembangbiak secara generative dengan oogami dan secara vegetasif dengan fragmentasi ,tunas dan kuncup eram
- Habitat nya di tempat yang lembab
- Contoh : Marchantia Polymorpha
Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)

Ciri umumnya:
- Tubuhnya
mirip dengan lumut hati
- Gametofitnya
berupa talus yang lebar dan tipis dengan tepi
yang berkeluk
-
Rhizoid berada
pada bagian ventral
- Habitatnya di dearah
yang mempunyai kelembapan tinggi
- Contoh : Anthoceros Leavis
PERGILIRAN HIDUP LUMUT
Lumut hati atau
Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet
jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya
adalah Marchantia polymorpha.
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Pteridopytha (Tumbuhan Paku)
Ciri - ciri :
- Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora.
- Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi tumbuhan paku sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
- Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempel.
- Pada waktu masih muda tumbuhan, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik.
- Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
- Dalam siklus hidup (metagenesis) tumbuhan paku terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri.
- Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.
- Tumbuhan paku memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.
Peranan Tumbuhan Paku
Tanaman hias : Adiantum cuneatum (suplir), Selaginella, Platycerium (tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang), Selaginella wildenowii
Bahan obat : Lycopodium clavatum, Aspidiom filixmas, Dryopteris filixmas
Pupuk Hijau : Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae
Sayuran : Marsilea crenata (semanggi)
Pelindung tanaman persemaian : Gleichenia linearis
Tempat menanam anggrek : Alsophilla glauca (paku tiang)
| PERGILIRAN TUMBUHAN PAKU |

PERBEDAAN TUMBUHAN LUMUT DAN TUMBUHAN PAKU
---------------------------------
Note : Haiiii.... akhirnya aku kembali menulis di blog ini. berhubung aku sudah kelas 12, waktu untuk menulis sama sekali tak ada. aku menulis lagi, karena untuk rangkuman materi biologi saja. akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca.


Komentar
Posting Komentar