Kingdom Plantae

Ciri - Ciri Kingdom Plantae
  1. Multiseluler (memiliki banyak sel)
  2. Terdapat dinding sel yang terbuat dari selulosa
  3. Eukariotik
  4. Mendapatkan makanan dengan cara fotosintesis yang dibantu dengan cahaya matahari
  5. bereproduksi secara seksual (putik dan benang sari) maupun aseksual (cangkok, tunas, setek, dll)
  6. Hidup di daratan atau perairan
  7. Autrotrof (dapat membuat makanan sendiri)
PEMBAGIAN KINGDOM PLANTAE

Bryopyta (Lumut)
  Lumut adalah tumbuhan yang sudah terbentuk embrio, berspora tapi belum mempunyai akar, batang dan daun.
 Ciri - ciri umum pada tumbuhan lumut :
  • Lumut berukuran kecil, tingginya jarang melebihi 6-8 inci (15-20 cm), dan biasanya jauh lebih kecil.
  • Daun lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil mengandung kloroplas seperti jala, kecuali pada ibu tulang daunnya.
  • Mereka melekat pada substrat (seperti, tanah, batu, atau kulit) oleh rhizoids, yang merupakan salah satu atau beberapa bersel,
  • akar seperti benang yang melayani hanya untuk penahan dan tidak mampu menyerap air dan nutrisi dari substrat.
  • Batang belum mempunyai pembuluh angkut (xylem dan floem)
  • Sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof
  • Mempunyai lapisan pelindung (kutikula dan gametangia)
  • Brypohyta kekurangan jaringan pembuluh darah (sel-sel khusus yang dikelompokkan bersama-sama untuk pipa air dan nutrisi ke berbagai bagian tubuh).
  • Daun lumut secara teknis bukan daun sebenarnya, karena di sebagian besar spesies mereka kurang jaringan pembuluh darah. Namun, mereka secara fungsional setara dengan daun, mengandung klorofil A dan B untuk fotosintesis. Daun biasanya satu sel tebal, kecuali untuk pelepah, yang mungkin tebal sekitar 15 sel.
  • Rhizoid terdiri atas beberapa lapis deretan sel parenkim.
  • Sporofit terdiri atas kapsul dan seta.
  • Sporofit yang ada pada ujung gametofit berwarna hijau dan memiliki klorofil, sehingga bisa melakukan fotosintesis.
  • Bryophyta memenuhi kebutuhan gizi mereka dengan menyerap mineral dari debu, hujan, dan air yang mengalir di atas permukaan mereka.
  • Sudah memiliki buluh-buluh halus semacam akar yang disebut rizoid.
  • Terdapat gametangium (alat kelamin) yaitu antheridium dan arkegonium. Antheridium adalah alat kelamin jantan yang menghasilkan spermatozoid, sedangkan arkegonium adalah alat kelamin betina yang menghasilkan sel telur (ovum).
  • Berwarna hijau, karena sel-selnya memiliki kloroplas (plastida).
  • Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.
  • Proses pengangkutan air dan zat mineral di dalam tubuh berlangsung secara difusi dan dibantu oleh aliran sitoplasma.
  • Hidup di rawa-rawa atau tempat yang lembab.
  • Ukuran tinggi tubuh ± 20 cm.
  • Dinding sel tersusun atas sellulose.
  • Gametangium terdiri atas anteredium dan archegoniom.
  • Hanya mengalami pertumbuhan primer dengan sebuah sel pemula berbentuk tetrader.
  • Belum memiliki akar sejati, sehingga menyerap air dan mineral dalam tanah menggunakan rhizoid.
struktur tubuh lumut 
 
KLASIFIKASI LUMUT

Lumut Daun (Musci)
Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu: a. Musci (lumut daun) Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum. b. Hepaticae (lumut hati) Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha. c. Anthocerotaceae (lumut tanduk) Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis. morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih (Gradstein, 2003).. Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004). Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu: a. Musci (lumut daun) Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum. b. Hepaticae (lumut hati) Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha. c. Anthocerotaceae (lumut tanduk) Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis. morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih (Gradstein, 2003).. Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004). Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu: a. Musci (lumut daun) Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum. b. Hepaticae (lumut hati) Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha. c. Anthocerotaceae (lumut tanduk) Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis. morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih (Gradstein, 2003).. Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004). Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Klasifikasi Lumut Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu: a. Musci (lumut daun) Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum. b. Hepaticae (lumut hati) Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha. c. Anthocerotaceae (lumut tanduk) Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis. morfologi bervariasi. Ada 2 tipe lumut hati yaitu lumut hati bertalus (thallose liverwort) dan lumut hati berdaun (leafy liverwort). Lumut hati melekat pada substrat dengan rhizoid uniselluler (Hasan dan Ariyanti, 2004). Pada kebanyakan lumut thalloid selain rhizoid juga dijumpai sisik-sisik. Sporofit pada kelompok lumut ini hidupnya hanya sebentar, lunak dan tidak berklorofil. Spora yang telah masak dikeluarkan dari kapsul dengan cara kapsul pecah menjadi 4 bagian memanjang atau lebih (Gradstein, 2003).. Anthoceropsida atau lumut tanduk mempunyai gametofit bertalus dengan sporofit indeterminate dan berklorofil. Berbeda dengan bryophyta lainnya, sel-sel talus Anthocerpsida mempunyai satu kloroplas besar pada masing-masing selnya. Kapsul berbentuk silindris memanjang dimulai dari bagian ujung kapsul (Hasan dan Ariyanti, 2004). Bryopsida dikenal sebagai lumut daun atau lumut sejati, merupakan kelas yang terbesar dalam bryophyta. Hampir semua anggotanya mempunyai gametofit yang telah terdifferensiasi sehingga dapat dibedakan bentuk-bentuk seperti batang, cabang dan daun. Sporofit bryopsida berumur panjang, berwarna kecokelatan terdiri atas kaki yang berfungsi untuk menyerap nutrien dari gametofit, dan kapsul yang disangga oleh suatu tangkai disebut seta. Spora masak dibebaskan dari kapsul setelah operculum (struktur semacam tutup pada kapsul) membuka secara perlahan-lahan melalui satu atau dua baris gigi-gigi yang disebut peristom. Takakiopsida hanya mempunyai satu marga yaitu Takakia, dikenal sebagai suatu kelompok baru Bryopsida. Takakiopsida mempunyai ciri-ciri gabungan antara lumut sejati dan lumut hati (Mishler et al., 2003).

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwi
 
 
Ciri umum nya :
  • Tubuhnya mempunyai truktur yang mirip batang,daun akar (rizoid)
  •  Gametofit dibedakan  dengan dua tingkatan yaitu:protonema yang bertalus  berbentuk benang  dan gametofora  yang berupa  tumbuhan  lumut
  • Sporofitnya terdiri dari  bagian seta ,apofiksi ,kapsul ,gigi peristom, dan kaliptra
  • Spora terdiri dari dua lapisan ,yaitu endospora dan eksospora ,
  • Habitatnya pada tempat lembab
  • Contoh : Spagnum sp , Pogonatum Cirratum
Lumut Hati (Hepaticae)
Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Ciri umum dari lumut hati adalah :
  • Tubuhnya masih berupa talus dan mempunyai rizoid .
  • Gametofitnya membentuk anteredium dan arkegonium  yang berbentuk seperti payung
  • Sporofit pertumbuhannya terbatas  karena tidak mempunyai  jaringan maristemati
  • Berkembangbiak  secara generative  dengan oogami dan secara vegetasif dengan  fragmentasi ,tunas dan kuncup eram
  • Habitat nya di tempat yang lembab
  • Contoh : Marchantia Polymorpha


Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)
Ciri umumnya:
  - Tubuhnya mirip dengan lumut hati 
-   Gametofitnya berupa talus  yang lebar dan tipis  dengan tepi  yang berkeluk
-      Rhizoid  berada  pada  bagian  ventral
- Habitatnya  di dearah  yang mempunyai  kelembapan tinggi
            -      Contoh : Anthoceros Leavis
 

PERGILIRAN HIDUP LUMUT


Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin


Pteridopytha (Tumbuhan Paku)

 Ciri - ciri :
  1. Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora.
  2. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi tumbuhan paku sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
  3. Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempel.
  4. Pada waktu masih muda tumbuhan, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik.
  5. Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
  6. Dalam siklus hidup (metagenesis) tumbuhan paku terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri.
  7. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.
  8. Tumbuhan paku memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.
 Peranan Tumbuhan Paku

Tanaman hias : Adiantum cuneatum (suplir), Selaginella, Platycerium (tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang), Selaginella wildenowii 
Bahan obat : Lycopodium clavatum, Aspidiom filixmas, Dryopteris filixmas
Pupuk Hijau : Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae
Sayuran : Marsilea crenata (semanggi)
Pelindung tanaman persemaian : Gleichenia linearis
Tempat menanam anggrek : Alsophilla glauca (paku tiang)

PERGILIRAN TUMBUHAN PAKU


 



 PERBEDAAN TUMBUHAN LUMUT DAN TUMBUHAN PAKU



---------------------------------

Note : Haiiii.... akhirnya aku kembali menulis di blog ini. berhubung aku sudah kelas 12, waktu untuk menulis sama sekali tak ada. aku menulis lagi, karena untuk rangkuman materi biologi saja. akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Severus Snape (About Harry Potter)

Cara Membuat HTML Pada Notepad

my love