What If A Friend Be In Love ?!


Warning : Ini cerita BUKAN karya aku. aku sebagai penulis cuma  merasa sangat menyukai tulisan ini. kebetulan authornya termasuk favorite aku juga. okey deh ini. garis bawahi author dari cerita ini adalah OUPPY ENDAH
Author : Ouppy Endah (you can find other story in her facebook)
Genre : Friendship, Love, Hurts, Familly problem and other. Let's go Check it!!!! :D


----------------


Persahabatan yang indah , gelak tawa yang terpecahkan , suka duka kami lewati bersama  tanpa ada tangis ataupun amarah . tapi semua gelak tawa itu menutupi perasaan ini . perasaan yang sulit terucap , perasaan yang selalu membuatku sulit memejamkan mata pada malam hari , perasaan  yang membuatku kehilangan nafsu makan , perasaan yang selalu membuat jantungku berdegup lebih kencang setiap menatap matanya , perasaan yang mungkin takkan pernah aku ucapkan , perasaan yang takkan pernah didengar oleh orang yang aku cintai , perasaan yang takkan pernah di ketahui olehnya sampai kapanpun , karena mungkin dia takkan pernah mencari tahu bagaimana perasaanku padanya , dia takkan pernah ada di sampingku lagi , mungkin dia telah menemui gadis lain yang lebih baik dariku , tapi … jika nanti tuhan mengizinkanku untuk bertemu dengannya , aku akan mengungkapkan semuanya semua kalimat yang bergejolak di hatiku . tak peduli dengan semua jawabannya tanpa peduli dia ingat aku atau tidak !


Toronto , 2002

Ku hentakan kakiku untuk mendorong skateboard yang kini ku naiki
Lalu meliuk liuk di jalan kota kecilku ini , menuju apartemen yang selalu aku kunjungi . takkan pernah bosan , aku selalu mengunjungi apartemennya
Rambutku yang panjang ku ikat satu sehingga tidak membuatku sibuk mengurusi rambut panjangku
Mataku yang coklat tua , menerawang jalanan di hadapanku.
Rumahku dengan rumahnya memang tidak jauh , hanya beberapa blok saja . rumahku yang sederhana , dan apartemen dia yang juga sederhana , tapi kami bahagia !
Ketika sampai di depan apartemennya , aku segera masuk dan mengetuk kamar yang ia huni bersama ibunya .
“ justin ! justin ! kau pasti telat lagi , cepat buka pintumu “ teriakku di depan pintunya
Seorang ibu paruh baya yang masih muda membuka pintunya dan tersenyum menatapku , ku balas senyumnya dengan senyum terbaikku .
“ pattie , justin ada ?”
Pattie mengangguk , lalu membungkuk untuk mengusap rambutku
“ masuklah dulu , ini masih jam 8 pagi Rachel . apa kau sudah sarapan ? “
“ perutku sudah sangat kenyang , aku bisa telat dan dimarahi chaz dan yang lain . dimana bocah pemalas itu pattie ?”
Pattie tertawa “ dia masih dikamarnya , hari libur begini justin pasti masih tidur “
Kamu tersenyum , lalu berlari ke kamar justin
Naik kekasurnya , lalu loncat – loncat , dan berteriak keras
“ bangun anak malas , ayo cepat , kalau tidak ku patahkan kakimu “ ancammu
Bocah lelaki yang sedang tidur di kasur yang kamu loncati menggeliat , mengerang kecil dan mengancammu lagi “ mrs.farrant bisa kau diam . akan ku patahkan juga kakimu yang mengganggu tidurku dan ku bekap mulutmu itu “
Aku tertawa dan menghentikan loncatanku , lalu duduk dan menatap wajahnya
Menatap matanya yang selalu membuat jantungku berdegup kencang
“ kau mau berapa pukulan dariku , chaz , dan ryan jika kau terlambat ?”
“ baiklah aku bangun “ katanya mengalah dan segera bangkit untuk mandi
Lalu aku keluar kamarnya dan menemui pattie di dapur yang sedak memasak

##
Umurku memang baru 8 tahun , memangnya 8 tahun tidak boleh melakukan apapun ? aku bisa menaiki skateboard , bahkan sampai mengalahkan justin , chaz dan ryan . umur kami semua sama .
Persahabatanku dengan mereka sudah 2 tahun , sejak kepindahanku dari LA 2 tahun lalu aku langsung akrab dengan mereka . rumah kami yang berdekatan , satu sekolah dan kami habiskan hari – hari ini bersama . terkadang bermain skateboard , bersepedah , bermain music , bermain basket atau pergi ke gereja .
Gereja akan menjadi cerita tersendiri dari kehidupanku . aku bertemu justin di gereja . saat aku sedang berdoa , justin berbisik di telingaku “ apa tuhan akan mendengar doamu ?” . pertanyaan kecil itu membuatku berkenalan dengan justin , kami saling bertukar cerita , lalu justin memperkenalkanku pada temannya yang lain , sejak saat itu aku bahagia tinggal di Canada . aku mempunyai kesamaan dengan justin . kami sama – sama tidak punya ayah . ayahku meninggalkanku saat usiaku 2 tahun begitupun dengan justin .
Entah tanpa aku sadari atau tidak , perasaanku pada justin mulai berubah . bukan lagi sebagai teman , tapi lebih dari sekadar teman !?
Aku Rachel farant . aku tidak seperti gadis 8 tahun pada umumnya yang menghabiskan waktu dengan bermain boneka . justru aku , lebih menyukai permainan yang bersifat menantang !

##
“ ada apa lagi dengan rambutmu justin ? “ kataku menahan tawa , melihat rambut justin yang hampir habis
“ kalau aku ceritakanpun , kau pasti tidak akan mendengarkannya “ katanya kesal
“ akan aku dengarkan “ aku tetap menahan tawa

“ saalah satu teman sekelasku terkena penyakit yang membuat rambutnya rontok . aku kasihan , aku temani saja dia dan aku mencukur rambutku menjadi sama sepertinya “
“ perbuatanmu itu sangat mulia “ aku menepuk bahunya dan berkata ala orang dewasa
Membuat justin mendengus kesal

##
Toronto , 2004
2 tahun terlewati .
Umurku 10 tahun , begitupun justin dan yang lain .
Kami lebih sering bermain music , apalagi justin .
Suaranya bagus , aku menyukai suaranya yang lembut .
Justin juga pernah mengikuti kontes menyanyi Stratford star
Meskipun dia kecewa karena tidak menjadi pemenang pertama , tapi pattie merekam semua penampilan justin dan mengunggahnya ke youtube .
Lalu saat liburan musim panas dia ingin ikut kami bermain golf , tapi dia berkata tidak mempunyai cukup uang . maka kami urungkan niat untuk bermain golf dan hanya bermain di taman saja . tapi justin mempunyai kebiasaan lain , dia ingin mengamen di sekitar bioskop yang banyak turis atau wisatawan yang melewatinya . karena dia sedang membutuhkan uang .
Mulai sejak itu hubungan pertemanan kami merenggang , mungkin justin sibuk membantu pattie . meskipun jarang sekali bertemu , kami selalu bertemu di gereja .
Aku sering memberikan nasihat pada justin , meskipun itu membuat justin bosan dan terus berkomentar
“ jangan lupa untuk terus ke gereja , karena tuhan selalu mendengar doa kecilmu . aku yakin jika kau berdoa dengan sungguh – sungguh . doa kecil itu akan terkabul dan mewujudkan mimpi – mimpimu “
“ kau selalu berkata yang sama . memangnya hanya kalimat itu yang terpikir di kepalamu ?”
Kamu memandang kesal “ kau ini , tidak tau terima kasih , sudah bagus aku doakan . baiklah aku tarik lagi ucapanku . dan kau pura – pura tidak mendengar apapun dari mulutku”
Justin tertawa “ baiklah , maafkan Rachel . terima kasih atas doamu dan nasihatmu itu yang terdengar seperti ibuku “
Aku memukul kepalanya pelan , membuat justin meringis dan aku tertawa .

##
Toronto , 2006
Mungkin ini masa peralihan , masa di antara anak kecil yang akan menjadi remaja
Bisa menentukan yang baik dan buruk.
Aku 12 tahun , ibuku menyuruh aku bersikap lebih manis .
Jadi ku putuskan mengikuti keinginannya .
Karena mom pernah berkata “ bersikap manislah . apa kau mau tidak ada lelaki yang mau mengencanimu , hanya karena sikapmu yang tidak mau diam “
Aku jarang sekali bermain skateboard , rambutku lebih sering ku gerai sampai chaz berkata
“ aku baru menyadarinya ternyata kau ini sangat manis “
Ku pukul saja kepalanya , membuat ryan terkekeh
--
Sore ini aku berjalan ke taman di sekitar rumahku , hanya menikmati angin sore saja .
Headphone yang terpasang di telingaku , ku dengarkan lagu dari chris brown – with you . aku sering mendengarkan ini bersama justin .
Lalu duduk di bangku dan membiarkan rambut yang ku gerai tertiup semilir angin , terkadang memejamkan mata , hingga umurku12 tauhun pun aku belum bisa memahami perasaanku pada justin . yang pasti setiap di dekatnya jantungku berdebar cepat , terkadang aku bermimpi tentangnya , terkadang aku melamun , terkadang aku tak bisa tidur hanya memikirkan ini .
Suara seseorang yang sangat ku kenal membuatku membuka mata dan menoleh
Kusipitkan mataku untuk melihatnya , dia berlari kearahku
“ justin ?”
Aku segera bangkit dari dudukku , melepas headphoneku
“ ada apa ? “ tanyaku , lalu menatap pakaian justin “ pakaianmu rapih sekali ? mau menghadiri ulang tahun siapa ? mengapa aku tidak di undang “
Dia tersenyum lebar “ kencan !”
“ apa ?”
“ kencan , aku akan kencan . kencan pertamaku Rachel . kencan pertama di umurku yang 12 tahun “
Aku merasa jantungku pecah berkeping – keeping . menjadi serpihan kecil lalu berterbangan terbawa angin musim panas .
Ku remas tanganku yang mulai bergetar gugup
“ dengan siapa ?” tanyaku lirih
Justin semakin tersenyum dan memegang bahuku “ ashley . kau tau kan ?”
Ashley ? dia ? teman sekelasku , kenapa justin mengenalnya ? kenapa bukan aku saja yang menjadi teman kencan pertamanya ? kenapa bukan aku yang akan makan bersamanya ? perkataan ini terus berputar di otakku .
“ oh , semoga kencanmu sukses “ kataku berusaha memberi semangat
Justin mendekap tubuhku , lalu melepaskannya
“ terima kasih . sampai jumpa Rachel “
Justin berlari pergi , meninggalkan aku dengan serpihan perasaanku yang pecah berkeping – keeping . apa dia tidak  tahu apa yang aku rasakan ? kenapa dia tidak pernah memahami perasaanku ?
Ku hempaskan lagi tubuhku dan terduduk lemas di bangku taman

Sampai kapanpun dia tidak akan pernah tau , bagaimana perasaanku . biarkan saja perasaanku ini hilang sendiri . mungkin aku tidak usah mengatakannya , biakan saja waktu yang menjawab semuanya .
Perlahan alunan music terdengar di otakku

“ I need you boo….i gotta see u boo … and the hearts all over the world tonight …. Said the hearts all over the world tonight…. I need you u boo , I gotta see u boo ……..”
Alunan music menyeruak hatiku ….. lagu chris brown yang sering kami nyanyikan  yang terdengar suara kecilku bernyanyi bersama justin , dikamar justin , berjingkrakan bersama dan beteriak , tertawa, semua kenangan manis dan masa kecilku bersama justin .

“ Rachel , bisa bantu mom belikan sesuatu di super market ?”
Ku turunkan buku yang sedang ku baca , lalu menatap mom
“ baiklah “
Aku mengambil kertas yang mom kasih , juga uangnya
Lalu berjalan ke garasi untuk mengambil sepedah biruku
--
Setelah selesai berbelanja , ku kayuh sepedahku lebih pelan
Menikmati malam dingin kota Toronto
Rambut panjang yang ku gerai tertiup angin kecil
Ku bersenandung pelan
Saat berbelok menuju perumahan
Mata coklatku menangkap seseorang yang sangat ku kenal
Aku gugup , aku tidak mau menemui orang itu . apalagi dia sedang bersama seseorang . yang jelas jelas membuat hatiku pecah berkeping - keping
Lalu aku belokan lagi sepedahku untuk memutar arah , tapi gerakanku kalah cepat dia sudah melihatku dan kini menyerukan namaku
Aku menoleh , dia mendekatiku bersama gadis itu
“ Rachel , boleh aku pinjam sepedahmu ? aku ingin mengantar Ashley “
Aku menatap ashley yang berdiri di samping justin
“ mmm..” aku berpikir
“ kumohon… kau kan temanku yang paling baik “ justin memasang tampang memelas
“ engg… baiklah .. tapi - “
Ucapan ku terhenti , justin langsung mengambil sepedah yang aku tumpaki dan menaikinya , Ashley duduk di bangku belakangnya . memeluk erat pinggang justin
“ sampai jumpa Rachel “

Tanpa mengucapkan terima kasih , justin sudah membawa  sepedahku begitu saja
“ tapi nanti antar kerumahku , itu kalimat yang akan ku katakan “ aku berkata lirih
Tentu saja tidak akan akan terdengar justin . aku berjalan kaki menuju rumah
Menendang dengan kesal , apa saja yang menghalangi kakiku
Ku tendang kaleng soda , kerikil , atau apapun
Saat melewati rumah chaz , di menyeru namaku
Aku mendongak , dan melihat dia sedang berdiri di teras rumahnya
“ kau kenapa Rachel ? kenapa berjalan sendirian ?”
Chaz mendekat keaarahku , lalu menatap wajahku
“ karena sepedahku baru saja di curi orang yang tidak tau terima kasih “ kataku ketus
Chaz kaget “ pencuri ? siapa yang mencuri sepedah jelekmu “
aku mendelik “ justin bieber !!”
aku berjalan lagi , membuat chaz tertawa
sampai dirumah , aku segera menyimpan belanjaan di dapur dan berlari ke kamarku . merebahkan badanku dan mengeluarkan umpatanku beserta sumpah serapahku
“ bieber ! awas saja kalau kau mebutuhkanku lagi , takkan pernah aku membantumu ! bodohnya aku , kenapa aku berikan sepedahku padanya ? jadilah mataku ini tampah perih , membiarkan gadis bodoh seperti Ashley menaiki sepedahku ? apa aku ini gila ? yang benar saja ! si bieber itu sama sekali tidak mengucapkan terima kasih ? kenapa aku bisa jatuh cinta pada lelaki yang tidak tau terima kasih ?”
Aku terus mengumpat , dan membanamkan wajahku di bantal
Sampai ketukan pintu , membuatku menghentikan umpatanku
“ ya mom ?”
“ Rachel , justin datang menemuimu ?”
“ bilang saja aku sudah tidur “ kataku ketus
Tidak ada  jawaban .. berarti mom sudah menyampaikan jawabanku pada justin .
Aku memandang langit – langit kamarku
Lalu terdengar ketukan pintu lagi , tanpa memandang kearah pintu yang terbuka
aku berkata “ mom , sudah ku bilang katakan pada justin , aku sudah tidur .”
“ apa kau bisa tidur sambil berbicara ?”
Aku terperanjat mendengar kalimat itu , dan segera menolehkan kepalaku
“ kenapa kau di kamarku , cepat keluar “ ku balikan tubuhku membelakangi justin
“ kau ini kenapa Rachel ? kau marah Padaku ?” justin sudah duduk di pinggir tempat tidurku
“ aku ingin tidur , jangan ganggu aku “
“ sayang sekali , padahal aku ingin bercerita tentang kencanku itu “
Aku mulai kesal , kenapa dia terus membahas kencannya .
“ Rachel , kau tau . kencanku bisa di bilang bencana “
Memang  apa  urusannya denganku ? aku tidak peduli . aku tetap membelakanginya
“ aku memesan spageti untuk acara makanku . dan aku memakai kemeja putih . dan saat makan saus spageti mengenai kemeja yang aku pakai “
Memalukan sekali dia ? aku mulai tertarik dan menahan tawaku . aku membalikan badan dan duduk menghadap justin , menatap mata indahnya
“ bodoh dan memalukan “ kataku tepat di telinga justin
justin tertawa dan mengacak – acak rambutku lalu berpura – pura memasang wajah sedih
“ aku memang bodoh “
“ kau memang sangat bodoh ! “ aku berlari keluar kamar dan justin mengejarku
Kami berlarian di rumahku , sampai akhirnya dia menanggkapku dan menggelitiki perutku
Aku tau aku takkan pernah bisa marah padanya terlalu lama , meskipun rasa kesalku masih ada .
Justin itu tipe playboy . kita lihat saja siapa lagi yang akan di ajaknya berkencan setelah kencan pertamanya benar – benar KACAU !

##

Paginya karena sekolah sedang libur , aku membuat cake keju .
Aku memang belum pintar membuat , sampai – sampai mukaku belepotan dengan tepung di sekitar wajahku
Mom , sedang bekerja . jadi aku hanya sendiri di rumah.
Terdengar bel pintu
Aku segera membukanya
“ justin ?”
Justin tersenyum lebar menatapku , sepertinya dia punya kabar gembira
“ ada apa ?” aku bertanya lagi “ masuklah dulu “
Justin mengikuti ku di belakang
Justin duduk di sofa , sementara aku memasukan adonan cake ke oven
“ videoku ?”
Aku berkerut kening , bingung “ video apa ?”
“ seluruh videoku di youtube , terutama saat kontes starford star sudah banyak di lihat orang . mom yang mengunduhnya “
Aku mulai memahami kemana arah pembicaraan justin , aku mulai senang . bibirku membentuk seulas senyum
“ yang benar , bagaimana komentar orang yang melihat video menyanyimu ?”
“ hampir semua berkomentar positive . dan mulai berdatangan telepon aneh yang menelepon ibuku “
“ telepon ? maksudmu mereka menawari kontrak kau bernyanyi ?”
Justin mengagguk
“ wow itu hebat justin , dan ibumu meneriwa tawaran mereka tidak ?”
Justin menggeleng “ grandma bilang aku takut tertipu atau semacamnya “
“ sayang sekali “ kataku “ bukankah itu kesempatan emas bagimu ? itu mimpimu kan ?”
Tapi justin kembali tersenyum “ tapi ada seseorang yang benar – benar ibuku percaya . dia scooter braund . dan mungkin mom dan aku akan menerima tawarannya “
Aku kembali tersenyum “ kau memang hebat justin “
Justin langsung memelukku , aku kaget . apalagi bajuku sedang kotor karena tepung
“ terima kasih Rachel . ini semua juga berkat kau “
Aku gugup , karena justin memelukku erat “ ngg .. terima kasih untuk apa ? aku kan tidak membantumu apapun “
Justin melepaskan pelukannya “ karena ini semua berkat nasihatmu , kau berkata padaku di gereja . agar aku berdoa pada tuhan . sekecil apapun doa itu , itu akan mengabulkan mimpi besarmu . aku selalu ingat perkataan itu “
Aku hanya tersenyum , “ tentu saja justin … akupun selalu berdoa agar tuhan menghilangkan rasa cintaku padamu … karena aku tau , kau hanya menganggapku teman bukan seorang yang lebih “ batinku
 Hari ini tidak libur , jadi dengan malas aku berangkat sekolah . tidak seperti biasa , hari ini aku tidak berangkat bersama justin dan chaz . hubungan pertemananku dengan ryan kurang dekat , rumah kami juga sedikit jauh . sejak kami masuk junior high school kami jarang sekali seperti dulu . mungkin karena kami sudah sibuk dan beranjak dewasa kami mempunyai hoby yang berbeda . meskipun begitu kami masih menyempatkan bermain basket di sore hari .

aku baru saja sampai di kelas dan langsung menuju bangkuku . kelas masih sepi , karena memang masih pagi . kutaruh ransel biruku , baru saja aku duduk aku menemukan secarik note kecil berwarna ungu , berupa pesan singkat . kubaca dengan seksama :
“ temui aku sekarang di halaman belakang gedung sekolah , sekarang “

Keningku berkerut bingung , tidak salah ini pasti justin . tidak mungkin chaz , dia kan tidak menyukai ungu . aku segera bangkit lalu dengan langkah cepat aku menuju halaman belakang gedung sekolah . kepalaku mengamati sekeliling mencari justin . lalu aku menemuinya , dia sedang duduk menghadap danau buatan kecil sambil memetik pelan gitarnya . langkahku ku perlambat dan mendekati justin . justin tidak menyadari kehadiranku sampai aku duduk di sebelahnya pun dia masih terdiam . justin masih memandang lurus kedepan memandang air danau yang begitu tenang , hanya hembusan angin kecil , guguran bunga …… aku memandang wajah tenangnya , setiap lekuk wajah justin , aku tersenyum menataapnya . begitu sibuk pikiran justin sampai saat aku mengamatinyapun dia masih terdiam . ku jentikan jariku tepat di hadapan wajahnya membuat justin terkesiap kaget . aku sedikit terkekeh . justin tersenyum melihatku , dia lalu menyederkan gitarnya di sebelahnya .

Justin masih menatapku . kini kuhentikan senyumku dan menatapnya bingung .
Dengan cepat justin menarikku dalam pelukannya . pelukan hangat seorang SAHABAT  . aku masih terdiam kaku . perasaanku campur aduk antara senang , bingung , gugup , dan masih banyak yang takan bisa kuungkapkan . sebenarnya ada apa dengan justin ? kenapa dia aneh begini . dia tersenyum lalu sedetik kemudian dia memeluku dengan cepat . aku berusaha menutupi rasa gugupku . dan berusaha melepaskan pelukan erat justin . kenapa dia lama sekali ??

“ justin , kau membuatku tidak bisa bernafas . kau mau membuatku mati ya ?” ku berbicara dengan nafas tersengal dan kudorong sedikit bahu justin agar melepaskan pelukannya . justin sedikit terkekeh lalu melonggarkan pelukannya . membuatku sedikit bisa menarik nafas .
“ terimakasih Rachel “ justin berbisik tepat di telingaku , membuatku kembali gugup dan jantungku berdegup , aliran darah begitu terasa . astaga !!
“ kau ini aneh sekali justin . sebenarnya ada apa? Kau memelukku dan berkata terimakasih . apa jasa yang aku buat terhadapmu ?”
“ aku bahagia sekali “ katanya lagi
“ astaga ! hentikan pembicaraan yang berbelit belit justin . jangan berbicara seperti orang dewasa begitu “ kataku kesal . aku mulai emosi . sikapnya aneh .
Akhirnya justin melepaskan pelukannya . dan dia memegang bahuku dengan kedua tangannya . masih menatapku dengan senyum lebarnya . ku goda lagi saja dia . bel masuk hampir berbunyi tapi justin belum berkata apa maksudnya mengajakku kesini .
“ tidak usah tersenyum seperti itu justin . memangnya kau akan terlihat tampan seperti justin timberlake ? tidak sama sekali “ aku mulai kesal , berbicara saja dia lama sekali .
“ aku akan ke Atlanta “ katanya semangat
“ apa ? coba katakan sekali lagi “
“ aku akan ke Atlanta Rachel farrant . ibuku berbicara lama sekali dengan scooter braund yang pernah aku bicaran itu . mungkin soot harus beberapa kali meyakinkan ibuku tentang bakatku ini . sampai akhirnya ibuku menerima tawarannya . kau tau ? aku akan di pertemukan dengan usher atau mungkin timberlake . soot akan berusaha mencarikanku artis besar yang akan mengajakku memasuki dapur rekaman . “

Aku memandang justin tak percaya . mimpi yang sudah justin inginkan sejak dulu , kini ada di depan mata . dia selalu berdiam diri dikamarnya hanya dengan memainkan gitarnya , bernyanyi atau memainkan gitar yang dibelikan keluarganya . justin yang selalu ke gereja dan berdoa dengan khidmat . justin yang selalu membela temannya yang lemah , justin yang sangat jahil . justin yang pernah mengamen di depan bioskop hanyaa karena ingin liburan bersama pattie . justin yang melakukan kesalahan pada kencan pertamanya dan mendapat ciuman pertamanya pula pada umur 13 tahun .

Aku takjub pada usahanya , pada mimpi besarnya . kini aku memandang dengan mata berbinar . ku tatap sosok di hadapanku . teman masa kecilku . yang kami lewati dengan penuh canda , tawa , tangis , perkelahian , marah , kesal . semua kami lewati bersama .
Aku senang karena dia berhasil mencapai impiannya . tapi ada sedikit perasaan sedih dalam hatikku . yang seharusnya aku tidak boleh sedih . kalau justin ke Atlanta itu artinya ? dia akan meninggalkan aku , chaz dan ryan ?? meninggalakn masa kecilnya dan berganti dengan masa remaja yang penuh kebahagian di Atlanta bersama artis artis besar lainnya .

“ lalu kenapa kau berterima kasih padaku ?”
“ karena kau Rachel . kau selalu meyakinkanku tentang semua mimpi yang terkabul tentang bagaimana aku tidak boleh putus asa dan selalu berdoa kepada tuhan . kau , chaz , ryan dan semua keluarga di Ontario adalah penyemangatku . kalian segalanya bagiku “
Aku hanya tersenyum , justin kembali memelukku kali ini hanya sebentar .
Justin mengambil lagi gitarnya lalu memetiknya pelan ……
Perlahan alunan lagu itu kembali menyeruak memsuki setiap kenangan indah , kejadian yang takkan pernah terhapuskan semanjang masa tentang bagaimanaa indahnya masa kecil itu .
“ I need u boo .. I gotta see u boo…. And the hearts all over the world tonight …………..”

Kini lagu chris brown itu akan menjadi kenangan tersendiri untukku dan justin …….


Kini masa kecil itu akan segera hilang .. berganti dengan kehidupan baru .. mengangganti lembaran skenario yang tuhan tulis .
Akankah kenangan masa kecil itu hilang ? akankah masa kecil itu terlupakan ? akankah sebuah persahabatan berganti cerita dengan cinta ? akan adakah jurang yang memisahkan mereka sehingga mereka saling melupakan atas apa yang mereka dapatkan sekarang ?
 
Mimpi itu memang benar – benar datang ……..
Dan masa kecil yang penuh gelak tawa itu perlahan memudar ….


Aku tidak menceritakan tentang keberangkatan justin ke Atlanta . memang justin sengaja , justin tidak ingin chaz dan ryan memandang tak percaya . juga teman satu sekolah yang lain . justin tidak menceritakannya , justin bilang nanti dia di sebut pembohong atau pengkhayal . maka aku tutup rapat mulutku . yang tau hanya keluarga justin , aku , dan tuhan !

Siang ini sepulang sekolah aku langsung pulang dan berlari kekamar , menyalakan komputerku lalu browsing ke youtube , untuk mencari beberapa video justin .
Benar saja ! sudah beberapa ribu orang yang melihat penampilan justin menyanyi . aku memandang tak percaya . astaga ! dia benar – benar terkenal . aku menonton beberapa video menyanyi justin , terkadang tersenyum . aku paling suka ketika dia menyanyi lagu kesukaan kita ‘ with u : chris brown ‘ sudah ku bilang ini lagu andalan ku bersama justin .
Di video itu justin bernyanyi sambil duduk . astaga ! rambut model apa itu ? aku terkekeh melihatnya dan terlebih poster yang tertempel di dinding belakang justin . aku tersenyum geli . aku berdiri dan berlari ke meje telepon untuk menghubungi justin .

Memijit beberapa digit nomor dan tersambung … aku menunggu sampai seorang ibu mengangkat
“ pattie , bisa aku berbicara dengan justin ?”
“ oh Rachel ! baru saja dia bermain basket dengan chaz dan ryan . mau menitip pesan ?” tawarnya
Aku terdiam sebentar , untuk berfikir “ mm, tidak usah . aku akan menyusulnya kesana . terima kasih pattie “
Ku tutup panggilan dan berlari lagi kekamar , mematikan lagi komputerku lalu berganti pakaian . kugunakan pakaian basketku . mengambil bola yang kusembunyikan di bawah tempat tidur agar mom tidak merampasnya . karena mom sedang bekerja jadi aku akan aman keluar menggunakan pakaian basket beserta bolanya .
Lalu segera berlari , mengunci pintu rumah dan ku pakai skateboardku menuju lapangan .
Setelah sampai disana memang sudah ada justin , chaz dan ryan .
Ku hampiri mereka dengan cepat .
“ mengapa tidak mengajakku ? bukankah kalau bermain bertiga akan ganjil ?”
Mereka bertiga menoleh dan tersenyum
“ kau ini wanita . kau ini harusnya bermain boneka dirumah “ ledek ryan
Ku majukan bibirku , cemberut . lalu mulai mendrible bola milikku .
“ apa kalian baru mengenalku . mana mau aku bermain boneka . sama saja seperti wanita lemah “ kataku ketus . aku mulai kesal .
Tapi chaz menghampiriku lalu merangkul bahuku “ ryan jangan kau ledek rachel . kasian dia , jika nanti dia menangis dia pasti akan mengadu pada ibunya “ kini chaz meledeku
Aku menatapnya tajam dan ku tampis tangan yang merangkul bahuku .
“ kau ini sama saja chaz !!”
Kini justin mendekatiku sambil tersenyum
“ apa ?? kau juga mau meledekku ?” kataku galak
Justin tertawa kecil “ tidak ! kau ini galak sekali . kau sudah lihat ?”
Aku melupakan rasa kesalku lalu tersenyum .
“ sudah “ kataku tenang dan tawaku sebentar lagi akan meledak .
“ bagaimana pendapatmu ?” justin berbisik ditelingaku
“ sangat hebat , tapi kau tau justin ?”
“ apa ?”
“ model rambut apa yang kau pakai dalam video itu ? lalu kenapa kau bernyanyi tepat di depan poster bart ? “ aku masih berusaha menahan tawaku
Wajah justin berubah kesal “ jangan berbicara tentang rambutku juga poster itu ! ibuku yang memotongnya sampai tak berbentuk . aku sedikit kesal . tapi scoot memaksa ulang untuk membuat video lagi . sebenarnya scoot tidak tau tentang keadaan rambutku . sampai saat dia melihat video itu dia berkata ‘ kita tunggu sebentar lagi sampai rambutnya panjang ‘ begitu katanya . dan aku yakin saat rambutku sedikit panjang aku pasti tampan “

Aku mencibir menjelaskan penjelasaan konyol itu . sampai chaz dan ryan berseru kesal
“ apa yang sedang kalian bicaran ?  kalian punya rahasia ? “ Tanya chaz mendekatiku dan justin . aku segera menjauh agar mereka tidak curiga .
“ nothing ! ini urusan wanita dan seorang pria ! “ kataku karena masih kesal atas sikap chaz yang tadi .
“ ahhh aku tau kau membicarakan tentang wanita kan justin ? wanita mana lagi yang akan kau kencani ? Emily atau  Ashley ?” kata chaz berseru
Aku merasa aliran darah ditubuhku yangbegitu terasa . jantung yang berdegup dengan kencang . denyut nadi yang begitu terasa . kenapa chaz harus membicarakan wanita ? apa dia tidak tau tentang perasaanku pada justin yang sebenarnya bagaimana ? dia memang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain . aku menggeleng cepat . lalu hentakan tangan dibahuku membuatku sadar dari lamunanku yang meracau .
“ kau kenapa ? “ ryan sudah disebelahku
“ tidak apa – apa “
“ hari akan terlalu sore . ayo kita main ?” justin berseru membuat kita semua berkumpul di tengah lapang .
Aku bersama chaz dan ryan dengan justin ..

##

Mimpi itu semakin mendekat ….. tapi kenangan masa kecil itu menjauh….

Justin membuktikan ucapannya . ucapannya beberapa minggu yang lalu memang benar . hari ini dia akan ke atlanta . aku , chaz , rayan , para orang tua kami , juga nenek dan kakek justin , serta ayah justin mengantar mereka ke bandara .
Dia benar – benar dapat meraih mimpi yang begitu besar .
Aku melihat scooter yang sering di bicarakan justin . dia sangat ramah .
Sesaat sebelum kepergian justin . kami semua berpelukan bergantiaan . memeluk chaz dan ryan lalu memberi salam persahabatan . memeluk neneknya dengan penuh kasih sayang . memeluk dad nya dengan senyumman . lalu saat memelukku . aku tak bisa menahan air mata .
Justin berbisik di telingaku
“ aku takkan melupakanmu rachel . aku takan pernah melupakan kenangan masa kecil kita . aku , kau , chaz , ryan . kalian sahabat terbaikku , penyemangatku . akan terus ku ingat semua pesanmu rachel . ingat kau pasti bisa mengejar mimpimu , NEVER SAY NEVER. aku pasti akan berkunjung ke Toronto . rachel aku menyayangimu . “

Aku tertegun mendengarkan semua perkataan justin . terlebih kalimat terakhirnya . aku segera tersadar mungkin maksud justin ‘ menyayangi dalam arti seorang sahabat ‘ . ku lepaskan pelukanku lalu menatap mata justin sangat teduh dan menenangkan . justin menghapus air mata yang maih tersisa di pipi dan bagian mataku dengan ibu jarinya .

“kenapa menangis ? kau sangat jelek jika menangis . aku pasti merindukanmu rachel . “

Aku tersenyum dan justin bersama pattie menjauh . melangkah pergi , justin melambaikan tangannya .
Kini dia benar – benar pergi . akan ku ingat janjinya . justin berjanji akan berkunjung ke Toronto . semoga saja apa yang dikatakannya itu benar . aku akan selalu merindukannya .
Orang yang sangat aku cintai kini pergi , pergi bersama kenangan masa kecil kami yang begitu indah . akankah dia membuktikan ucapannya ? akankah justin akan terus menjadi justin yang aku kenal ? akankah justin bersikap sama seperti dulu ? bersikap konyol ? atau akan mengalami perubahan yang tidak aku inginkan . karena aku menyukai dia yang seperti ini , seperti dahulu .
Sebelum justin benar – benar masuk ke pintu bandara aku berteriak
“ JUSTINNNN ! JANGAN LUPA UNTUK TERUS PERGI KE GEREJA YAAA ?”
Justin menoleh dan tersenyum sebagai jawaban
“ aku juga pasti akan merindukanmu “ ku katakan ini hanya dalam bentuk gumaman .

Dia sudah pergi …….
Ku pandangi sekali lagi wajahnya …
Wajah masa remaja anak – anak yang akan selalu kuingat …
Dia akan memasuki dunia yang lebih besar …
Mungkin perasaanku padanya hanya akan terucap dalam doa , mimpi , angan – angan dan hatiku yang ku simpan dalam dan jauh sekali . hanya aku dan TUHAN yang tau .
 
Aku melewati hari – hari ini dengan hatiku yang mendung , tak ada semangat hidup , dunia seperti tak berwarna , diriku yang tidak mempunyai nafsu makan , waktu berjalan begitu lambat .
Diri justin remaja yang aku rindukan . aku tak melihatnya lagi , gelak tawa itu takan pernah terdengar lagi . senyum merekah itu takkan terlukis lagi di wajahku. kejailannya takan pernah ada lagi . kebaikan dan peduli sesama takan ada lagi sekolah yang kini aku tempati dan sekolahnya yang dulu ia tempati .
Sebuah kegiatan rutinku setiap hari minggu untuk ke gereja kini ku lalui tanpa ada semangat . tapi begitu banyak doa yang ku lontarkan , hanya demi sahabat kecilku itu .
Aku ingat kata – kata terindah yang dia ucapkan saat akan berpisah :

“ aku takkan melupakanmu rachel . aku takan pernah melupakan kenangan masa kecil kita . aku , kau , chaz , ryan . kalian sahabat terbaikku , penyemangatku . akan terus ku ingat semua pesanmu rachel . ingat kau pasti bisa mengejar mimpimu , NEVER SAY NEVER. aku pasti akan berkunjung ke Toronto . rachel aku menyayangimu “

Begitu suara yang selalu ku rindukan . aku menunggunya di Toronto . tapi dia tak kunjung menemuiku sahabatnya . aku akui justin adalah cinta pertamaku . terlalu banyak waktu yang kami lalui sehingga membuat celah kecil di hatiku untuk membuka perasaan dari seorang sahabat menjadi cinta .

Chaz selalu berkata “ hey , jangan murung . bukankah lebih baik jika nanti dia terkenal . kita akan lebih sering melihatnya di TV ?” .
 Aku selalu membenarkan ucapan chaz , tapi aku ingin dia seperti dulu . yang selalu bermain layaknya remaja kecil yang menghabiskan waktu hanya untuk bermain bersama teman – temannya . bukan menghabiskan semuanya hanya demi ketenaran yang akan menghilangkan masa kecilnya .

##

Toronto 2009

Tepat umurku 15 tahun . aku tumbuh menjadi remaja wanita yang pendiam .tapi aku tetaplah aku . aku yang dulu , mencintai basket menyukai skateboard . aku telah menemukan jati diriku . aku menyukai photograph . sudah banyak sudut kota Toronto yang ku potret dengan kamera yang di belikan mom saat umurku 14 tahun .
2 tahun yang benar – benar terasa berat untukku tidak menghilangkan rasa rinduku pada justin . chaz pernah mengatakan saat liburan tahun 2008 kemarin justin ke Toronto . tapi saat itu aku juga berlibur ke rumah nenekku di LA . sangat jauh , jadi tidak mungkin aku buru – buru pulang karena aku baru saja sampai tepat saat justin sampai di Toronto .
Pacaran ? sampai umurku 15 tahun aku belum pernah berpacaran apalagi berciuman . aku belum pernah merasakan keduanya . aku terlalu menyibukan diri dengan memotret . karena aku berfikir dengan kesibukanku ini aku bisa melupakan justin . dan membuang jauh – jauh perasaanku .
--

Hari ini aku berjalan menyusuri jalanan dengan rimbunan pohon disisi jalan . aku tetap mengayuh sepedahku . menggantukan kameraku di leherku . lalu berhenti saat aku menemukan objek yang menarik hatiku . aku menepikan sepedahku di tepian jalan lalu mengangkat kameraku dan KLIK . sebuah objek berhasil ku potret . aku menyukainya , senyum tipis menghiasi wajahku .

Aku mengitari jalanan ini dan berhenti di sebuah taman . aku duduk di bangku taman . menikmati pemandangan kecil . hembusan dan semilir angin meniup helai rambutku yang terjuntai indah . ku hirup udara untuk mengisi paru – paruku yang sudah terasa sesak .

Ku angkat lagi kameraku dan membidik objek pada seorang gadis kecil yang sedang berlari dan di kejar teman lelakinya . aku hentikan bidikanku .
“ justin ?” aku bergumam
Pemandangan ini jelas pemandangan saat – saat aku dan justin dulu . aku merebut permen karet miliknya lalu justin mengejarku .
Kejadian kecil ini kembali membuat dadaku sesak .

“ kenapa kau tidak memotret aku saja ?”

Sebuah suara menghentikan lamunanku . aku tertegun … suara itu …. Harum tubuhnya yang tepat di belakangku begitu menyeruak hidungku . jantungku berdegup kencang , berharap ini khayalan saja .
Aku memberanikan menoleh dengan gerakan kaku . mataku melebar setelah melihat sosok itu . aku sontak berdiri dan menatapnya . dia memasang senyum yang selalu membuat jantungku berdegup . dia menyentuh ujung rambutku dan mengelusnya

“ aku sudah janji akan menemuimu di Toronto . aku merindukanmu rachel “

Aku masih tetap bergeming , tak hennti meyakinkan hatiku bahwa ini apa ? mimpi atau kenyataan ?

Dia menggenggam tanganku dan menarikku dalam dekapannya . menenggelamkan wajahku di dadanya . aku dapat merasakan detak jantungnya yang cepat .
“ justin ? kau ….. aku ….” Aku berusaha berkata meskipun yang terdengar hanya bisikan yang kemudian terbias terbawa angin .
“ ya rachel , kini aku dihadapanmu . aku benar – benar merindukanmu “
Tak dapat kutahan air mata ini , membiarkannya tumpah membasahi baju yang justin kenakan
“ aku juga sangat merindukanmu . bagaimana kabarmu ?” dengan suara bergetar aku tetap tak bisa menahan diri untuk bertanya .
“ sangat baik , kau ?”
“ fisikku memang baik . tapi hatiku tidak . tidak ada yang menjahiliku “
Justin tertawa pelan , aku melepaskan pelukannya .
Menghapus air mataku dengan punggung tanganku .

“ ayo potret aku ?” justin memaksaku .

Akhirnya aku angkat kameraku dan memotretnya .
Kalian tau ? dia sangat tampan . dia benar , dengan rambut yang sedikit panjang membuatnya terlihat keren . terkadang dia mengeflip rambutnya . sangat keren !!

Suasana hatiku membaik , musim semi pada bulan april saat ini memang sangat indah . hatiku kembali bermekaran , harum musim semi semakin terasa . tapi aku belum tau , ini bukan liburan tapi kenapa justin datang ke Toronto ????

 Aku memotret justin dan justin memotretku . kami berfoto bersama . rasanya sudah lama tidak seperti ini .
Setelah puas berfoto , aku mendengar seruan yang memanggilku dan justin . kami menoleh . kudapati chaz dan ryan . lalu ada seorang gadis yang seumuran denganku dan seorang lelaki juga di sampingnya .

Mereka mendekatiku dan justin yang sedang berfoto . justin tersenyum bahagia , baru kali ini aku mellihat justin yang begitu bahagia . senyum bahagia , senyum hangat dan senym ketulusan . sepertinya sudah lama aku tak melihat senyum bahagia dari wajah justin .
Justin mendekati gadis itu dan merangkulnya .
Kini aku tau siapa gadis itu , gadis yang di peluk justin . gadis itupun sama , menyiratkan senyum bahagia dari wajah manisnya . kini hatiku kembali pecah , hatiku semakin yakin perasaanku hanya akan tertiup angin terbias hujan , tersimpan rapat dalam doa , angan – angan dan jatuh terpuruk dalam hatiku yang jauhhhh . ku paksakan seulas senyum di wajahku .
Aku tau , jika justin bahagia akupun merasakan itu . meskipun penantian dua tahun itu cukup lama . dua tahun aku hanya ingin melihat wajahnya , mendengar  suaranya , merasakan gelak tawa yang terpecahkan , merasakan kejahilannya yang membuat kesal . pertahananku selama dua tahun luluh lantah .

Aku menelan bulat – bulat perkataanku .
Menelan semua  janji yang hanya terucap di mulutku .
Baru saja aku ingin berkata padanya “ justin , sejak kecil aku menyukaimu . aku menunggumu . “
Perkataan itu hilang sia – sia . kalimat yang akan ku ucapkan tidak ada artinya .
Tuhaaannnn kapan doa yang selalu panjatkan padamu itu akan terwujud ?
Terwujud seperti mimpi – mimpi justin ?
Sampai kapan perasaanku ini hanya tersimpan rapat dalam hatiku ?

“ rachel ? kau baik – baik saja ? “
Suara justin membuat jeritan hatiku berhenti , aku mengangguk lemah tapi tetap ku berikan senyumku agar meyakinkan hatinya
“ perkenalkan  ini Caitlin beadles , dia teman yang sangat dekat denganku ?”
Meskipun justin menyebutkan Caitlin teman dekat , tapi dari cara dia berbicara . dia bukan berbicara dengan kenyataannya .
Aku meraih tangan caity yang terulur “ rachel farrant . senang berkenalan denganmu Caitlin “
Dia tersenyum manis , sangat manis “ aku juga rachel “

Aku menatap sorot mata ketulusan Caitlin . dia benar – benar berbeda dari gadis yang dekat dengan justin sebelumnya .
Seperti Ashley dan Emily . mereka tidak ramah padaku . mereka terlihat cuek dan hubungannya dengan justin hanya sebentar . tapi Caitlin ? dia sangat tulus , dia bahagia dengan justin , begitupun justin .

Tuhannnn … lagi lagi ku korbankan perasaanku ini demi orang yang aku sayangi .
Mungkin cait dan justin bahagia . baiklah mulai saat ini aku harus benar – benar menghilangkan perasaanku pada justin dan membuangnya jauh jauh .
Aku dan justin hanya TEMAN !!

“ dan yang ini Christian beadles “ justin memperkenalkan lelaki di sebelah justin
“ hai chris , senang berkenalan denganmu “
“ aku juga , salam kenal rachel . justin banyak bercerita tentangmu “
Aku tersenyum

Semua terdiam , membiarkan hembusan angin menyergapku , membiarkan gesekan daun – daun berguguran, membiarkan deru kendaraan yang  melewati tempat kami berdiri .
Kami tidak mau terus berdiam , maka aku angkat bicara
“ kalau tidak keberatan , bagaimana kalau kalian kerumahku saja ? “
Mereka memandangku dan mengangguk
Aku segera menuntung sepedahku , dan berjalan bersama mereka menuju rumahku .
Sampai di depan rumahku , aku segera memutar gagang pintu dan masuk , mempersilahkan mereka masuk

“ maaf , beginilah rumahku . rumahku yang sederhana “
“ tidak apa apa rachel . aku senang berkunjung ke rumahmu “ cait mengelus bahuku
Aku tersenyum , ku tutup lagi pintu setelah mereka masuk .
Mom sedang bekerja , jadi tidak ada siapa siapa di rumah .
Aku segera ke dapur , membuatkan mereka minuman dan membuat adonan cake keju kesukaanku .

Justin , chaz dan ryan duduk di depan TV dan menyalakan TV . sedangkan caity membantuku di dapur dan chris mengamati foto foto yang kupasang di dinding .
Foto masa kecilku , foto bersama justin , chaz , ryan , mom , dan banyak lagi .
Caity mengantarkan minum yang ku buat kehadapan mereka semua dan aku memasukan adonan kedalam oven , mengukur suhunya dan menunggunya matang .
Sambil menunggu ku ambil kameraku dan melihat hasil foto – fotoku hari ini .

Gerakanku terhenti saat justin tersenyum lebar pada kamera .
Lagi – lagi senyum itu meluluhkan hatiku .

“ fotomu di dinding banyak sekali. Apa kalian berfoto setiap momen ?”
Chris membuatku mendongak
Aku mengangguk “ aku selalu mengabadikannya , karena kata ibuku . waktu tidak bisa di putar ulang , kita harus mengabadikannya karena kejadian bahagia itu takkan terulang dua kali .”
Chris mengangguk “ dapat kulihat sorot matamu pada justin bukanlah sekedar teman “
Perkataan chris membuatku membeku , apa yang dikatakannya ????

Aku masih terdiam , memandangi  layar kameraku . foto justin yang tersenyum lebar . apa chris bisa melihat ekspresiku terhadap justin . aku menggeleng cepat . astaga ! mana mungkin chris tau . mungkin dia hanya menebak saja , dan tebakannya benar .
Bunyi oven mengagetkanku . aku segera mengeluarkan cake dari oven dan menghidangkannya . membawanya ke ruangan TV .
Aku melihat justin yang begitu dengan Caitlin . aku menekan dadaku . kau tau justin ini sangat sakit . aku menyukaimu dapatkah kau mendengar itu sekarang . seharusnya kau bisa merasakan itu jusstin . sudah 7 tahun aku menyukaimu . bagaimana pun keadaanmu aku tetap menyukaimu .
Kini mataku masih menatap justin . menatap dia yang sedang bersenda gurau dengan Caitlin . aku tau Caitlin gadis yang baik dan manis . mereka saling mencintai . aku bodoh ! kenapa aku masih memikirkan perasaanku sendiri ? seharusnya aku memikirkan perasaan justin . tuhann kini aku tau , doaku padamu untu mecintai sahabatku takan perah terkabulkan . karena kini aku tau dia takkan mungkin menjadi milikku . tuhaannn , jika dia bahagia akupun akan bahagia .

“ rachel ? kau melamun ?”
Chaz mengibaskan tangannya di hadapan
“ astaga ! ada apa ?”
“ kau melamun ya ?”
“ aa tidak ! memangnya terlihat bahwa aku melamun ?”
“ pandanganmu kosong “
Aku menggeleng lemah “ dugaanmu salah chaz “

Aku menarik nafas panjang  dan mengalihkan pandanganku menatap TV . aku tak bisa memusatkan pikiranku . pikiranku melalang buana entah kemana .
Aku harus melupakan perasaanku pada justin ! harus . sampai kapan aku akan terus seperti ini . mengharapkan orang yang sama sekali tidak tau perasaanku ? mencintai sahabatku sendiri ? cinta pertamaku memang payah ! aku mencintai orang yang salah .

“ rachel ?”
Aku menoleh ketika justin memanggilku “ ya ?”
Dia tersenyum dan mendekatiku . dapat ku lihat chris sedari tadi menatapku . apa yang dia lihat ? apa detak jantungku terdengar ?
“ ryan akan ikut bersamaku ke atlanta untuk membuat video klip pertamaku . kau mau ikut bersamaku ?”
Video klip ? aku ? tidak ! aku tidak akan pernah mau!
“ tidak ! “ aku melihat ekspresi kaget dari wajah justin “ ma .. maksudku aku tidak bisa . aku mau menemani mom di rumah . sepertinya mom juga tidak akan mengizinkanku . apa chaz akan ikut ?”
Aku melirik chaz
“ aku memang akan ke atlanta , tapi aku tidak akan mengikuti pembuatan video justin . rachel kau ikut saja ya ? “
Aku bergantian melirik chaz dan ryan juga justin . mereka sahabat kecilku . mengajakku pergi ke kota yang lebih besar .
“ kau ikut saja ? kita pasti bisa liburan bersama . kau harus bertemu dengan ibuku . dia pasti senang karena aku memiliki teman sepertimu “
Aku menoleh . Caitlin ? . Caitlin mengajukan pendapat . dia baik sekali tuhann . apa yang harus aku lakukan . 4 lawan 1 . tunggu chris belum berbicara sama sekali . dia hanya menatapku . dia itu kenapa ? sombong sekali . tidak seperti kakanya yang baik .
Perlahan chris mendekatiku , apa yang akan dia lakukan ? mengejekku atau menghinaku agar tak mendekati kekasih kakanya ? . dia membungkukan badannya lalu menggenggam tanganku . dia ini kurang ajar sekali .

“ atlanta itu indah sekali . kau bisa bermain bersama kami . akan ku tunjukan pantai Bahamas . Caitlin juga senang mendapatkan teman sepertimu . ku harap kau ikut bersama kami “

Sebuah kalimat panjang yang terucap dari mulut chris , dia sangat lembut , dia mengajakku ke pantai ? astaga ! aku sangat senang …ternyata mereka semua sangat baik padaku tuhann .

“ baiklah . aku ikut bersama kalian ke atlanta “

Mereka semua memelukku . sahabat terbaikku , sepanjang hidupku . aku menyayangi kalian .

--

Semuanya sudah pulang ketika hari sudah gelap . Caitlin akan dan chris juga tidur di rumah justin . tentu saja ada pattie . mom juga sudah pulang kerja dan sangat senang ketika tau justin dan pattie berlibur ke Toronto .
Aku menceritakan tentang kepergianku ke atlanta dan mom memperbolehkan .

Malam ini aku terdiam di depan meja belajar . bukan belajar ! tapi aku memandangi fotoku bersama justin dulu .
Aku yang selalu menggoda tentang rambutnya .
Aku yang selalu membangunkan jika dia pemalas
Aku yang selalu bermain basket dengannya .

Foto yang di beri bingkai itu ku balikaan ! ku tutup foto itu ! itu sebagai bukti bahwa aku harus melupakan justin .
Aku tau .. aku memang tak sempurna . aku tau kau sangat mencintai Caitlin . justin jika kau bahagia .. akupun bahagia ….

Pagi ini aku terbangun . tidak seperti biasanya . hari ini tiba – tiba justin ada di kamarku . aku mengerang ketika dia membangunkanku . bukankah hari ini hari libur , kenapa dia membangunkanku ? rasanyadia  ingin membalas dendam sewaktu dulu . saat aku membangunkannya karena kita akan bermain  basket .

Justin berhenti membangunkanku . dia berjalan jalan di kamarku . dapat ku dengar langkah kakinya .
“ rachel . kau masih menyimpan bola basketmu di bawah kasur ?”
Aku hanya mengucap tidak jelas karena aku membenamkan wajahku di bantal .
“ kenapa kau belum bangun juga ? ayo chaz sudah menunggu di lapangan basket . kau tidak mau main hari ini ?”
“ bieber . beri aku waktu 5 menit lagi saja “
“ baiklah terserah kau saja “
Justin masih berjalan perlahan di kamarku . mengamati setiap dinding yang dihiasi berbagai fotoku . lalu berjalan di sekitar meja belajarku . dapat ku dengar langkahnya terhenti . sedang apa dia ? dia bergeming atau apa ? ku dengar lembaran kertas yang terbuka .. jangan jangan dia sedang ???? aku mengintipnya dan membuka mataku perlahan . melihat apa yang dia lakukan .
justin membenarkan foto yang semalam ku tutup . fotoku dengannya .
dia sedang melihat buku diaryku ? astaga ! beraninya dia !! hoh .. segera aku bangkit dan berlari menghampirinya . merebut buku dairyku yang di pegangnya .

“ kau tidak sopan justin . ini miliku “
Justin heran melihatku
“ memangnya kenapa ? kita ini teman , tidak baik kita merahasiakan  Sesuatu . sebaiknya kita saling bercerita “
Aku diam mendengar perkataannya . perkataan justin memang ada benarnya juga , tapi mana mungkin aku bercerita bahwa aku menyukainya sejak dulu . dia pasti akan menertawakanku lalu menceritakannya pada chaz dan ryan . lalu chaz dan ryan akan menceritakannya pada anak anak di sekolah bahwa aku menyukai justin ! astaga , bisa mati aku !!

“ aku .. ngg .. ini rahasia wanita . kau tidak perlu tau . sekarang kau keluar . aku mau mandi . “
“ kenapa kau tidak mau menceritakannya padaku . kau ini berubah rachel . sejak kapan kau merahasiakan sesuatu padaku .”
“ aku berubah ? bukankah kau yang berubah ? kau yang sekarang menjadi populer , kau yang sudah terkenal . memangnya apa pedulimu padaku ? kau hanya akan tertawa jika membaca buku milliku “ ku dorong tubuhnya keluar kamar . kini justin sudah di luar .
“ aku tidak berubah sedikitpun rachel farrant . aku tetap justin . justin yang kau kenal . bukankah kau yang bilang ini adalah  mimpiku ? aku tetap peduli padamu rachel , kau temanku , teman masa kecilmu , sahabatmu “

Tubuhku merosot di balik pintu . ku dekap buku dairyku . ya hanya TEMAN .. hanya SAHABAT … kapan kau akan menyebutku KAU KEKASIHKU RACHEL . aku ingin sekali mendengar itu dari mulutmu . sungguh .

“ aku dan yang lain menunggumu di lapangan . rachel farrant , aku masih seperti yang dulu . aku justin drew bieber yang kau kenal . aku menyayangimu sahabat kecilku “

Langkah justin menjauhi pintu kamarku . kata kata itu masih terngiang di telingaku . aku menyayangimu sahabat kecilku .bisakah aku menghapus kalimat terakhir itu ? kembali bening air mata membasahi kedua pipiku . perlahan aku membuka  buku dairyku .

Lembaran pertama ..
“ oh tuhannn … aku dan mom pindah ke Canada . apa Canada akan lebih baik dari LA . mom ingin melupakan dad . semoga Canada  akan melupakan kenangan buruk kami dahulu . “

Lembaran kedua .. ketiga … dan seterusnya masih saja seperti itu  menjelaskan betapa bahaginya aku tinggal di Canada . lembaranku terhenti di lembaran 14

“ justin drew bieber .. chaz somers .. ryan butler .. mereka memang sahabat terbaikku . tuhan perasaanku pada justin sangat berbeda dengan perasaanku pada chaz . jantungku berdegup kencang . ahh itu hanya perasaanku saja . “

Ku mengenang masa kecil itu . indah sekali . butiran itu terjatuh di halaman 14 .
Lembar berikutnya masih menjelaskan sahabat kecilku . meskipun tak setiap hari kutulis hari bahagiaku . aku hanya menulis apa yang memang membuatku bahagia . aku melihat tahun tulisanku , entah halam berapa ini .

“ dia berkencan ! ini membuatmu muak ! apa dia tak mengerti perasaanku ? aku menyukainya . aku menyukaimu . aku menyukaimu justin drew bieber .”

Bahuku bergetar aku menangis lagi . aku sudah tak sanggup membaca semua itu . ku tutup bukuku . dan mandi . setelah itu aku memakai pakaian basketku . mengambil bola di bawah kasurku . dan berlari secepat kilat turun ke bawah , sebelum mom melihatku membawa bola ini .

“ RACHELL !! kau belum sarapan ! mom sudah membuatkanmu sup “
“ aku tidak lapar mom . aku akan pulang saat makan siang nanti . “ tepat setelah aku berteriak seperti itu . perutku berbunyi . kenapa perut ini tak bisa di ajak kerja sama . aku sudah telat , chaz pasti akan marah . aku tak mempedulikan perutku . aku segera mengambil skateboardku , aku menghentakannya . lalu meliuk liuk di jalanan . bola basket ada di tangan kiriku .
Rambutku ku ikat satu . beberapa helai tertiup angin . matahari memang bersinar , tapi hatiku . aku sangat murung hari ini . tepat saat aku menghentikan skateboardku . aku melihat justin dan Caitlin . berciuman ! di bangku taman .
Aku membalikan tubuhku , ku tekankan dadaku ! ini sangat sakit . sangat sakit . jangan menangis jangan menangis . ku mohon .

“ rachell ?”
Seseorang menepuk bahuku . aku menoleh . menggigit bibirku , ku tahan air mata itu . ku ulaskan senyumku .
“ hai chris ?”
“ kau baik baik saja ? matamu merah ? kau menangis ?”
Kenapa chris pintar sekali menebak ekspresi wajahku ??
“ tidak ! hanya ada sedikit debu yang masuk kemataku . nah sudah sampai mana permainan kalian ? apa tertinggal jauh ? “ aku menatap kearah lapangan .
“ kami belum main . kami menunggumu “ chris mengikuti arah pandanganku dan kembali memandangku heran .
“ kalau begitu ayo kita bergabung dengan chaz ?” aku berjalan bersama chris , ku lewati justin dan cait yang sedang tertawa senang .
“ hai rachel ?”
Ku hentikan langkahku saat cait memanggilku “ hai cait . kau mau bermain bersama kami ?”
“ tidak ! aku tidak terlalu menyukai basket “ dia menggeleng dan tetap tersenyum
“ kalau begitu , aku duluan . ayo chris “
Aku menarik chris , tanpa berkata sedikit pun padajustin .

Kami bermain . aku bermain dengan perasaan kesal . alhasil aku menabrak chaz , chris , justin . ryan tidak datang hari ini . mereka memandangku heran . aku merebut bola di tangan chaz . dan melemparnya ke ring .

“ kau marah padaku ?”
“ padamu ? apa kau merasa ?” ku menoleh dan menjawab pertanyaan justin
“ kau bermain dengan perasaan kesal rachel “

Aku tidak mendengar ucapannya . saat aku akan melemparkan bola . mataku berkunang kunang . ring basket seperti menjadi banyak . aku mengerjap . kepalaku terasa berat . aku mendengar justin menyerukan namaku . setelah itu aku tak tau apa apa lagi . semua gelap !





***
 Aku merasakan genggaman hangat di tangan kananku . seseorang menggenggam tanganku . mataku masih terpejam . sulit sekali untuk kubuka . kepalaku terasa berat , membuatku enggan membuka mata . perlahan ku buka mataku , dan memandang sekeliling . ini di kamarku . ku memandang seseorang yang menggegam tanganku . lalu melihat sekeliling .
“ rachel kau sudah bangun ?” tanyanya khawatir
“ mm, ada apa denganku ?” aku mengangguk lemah
“ kau belum sarapan ya ? wajahmu pucat . kenapa kau tetap bermain basket tadi ?”
“ kau cerewet sekali justin . aku hanya takut akan terlambat bermain dengan kalian “
Justin memelukku . membuatku terkejut , lagi – lagi pelukan ini membuatku berdegup . ku pejamkan mataku sejenak . merasakan harum tubuhnya , hangat pelukannya .
“ kau harus mementingkan kesehatanmu dulu . jangan pedulikan terlambat atau tidak “
Ku tarik nafas dalam dalam “ baiklah . aku akan pentingkan kesehatanku “

Sejenak ku lupakan hal yang membuatku kesal . membuatku marah saat bermain basket . tentang betapa mesranya ciuman justin dan Caitlin . melupakan hal apapun . karena pelukannya menggantikan semuanya .
Chaz , chris , Caitlin  memperhatikan kami yang berpelukan . aku segera melepaskan pelukan justin .
“ sekarang kau harus makan . ibumu mungkin sudah berangkat bekerja . akan ku ambil makanmu di meja makan “
Justin bangkit , aku segera menahannya .
“ jangan bilang pada ibuku tentang ini . kau janji ?”
Justin mengangguk dan berjalan keluar kamar . dan kembali dengan semangkuk sup yang sempat di panaskannya terlebih dahulu .
“ ayo buka mulutmu “
Aku terdiam dan menatapnya . apa aku harus menerima dia yang menyuapiku atau aku harus mengerti bagaimana perasaan Caitlin saat melihat justin yang memperlakukanku seperti ini  .
“ kau akan sakit lagi rachel farrant ? “

Aku berganti memandang Caitlin . astaga ! dia memang baik sekali . dia mengangguk dan tersenyum manis . kalau sikapnya seperti ini lelaki manapun akan sangat mencintai cait . dia baik sekali . aku menatap justin dan menerima suapannya .
Justin menyuapiku . seraya berceloteh seperti ibuku .

“ kau ini bukan rachel yang kuat . dasar bodoh ! kenapa tidak sarapan ? lihat sekarang kau terbaring dan menghentikan permainan basket . farrant , besok kita harus ke atlanta . apa kau yakin kondisimu akan baik baik saja . kau ini me—“

Aku menaruh jari telunjukku di bibir justin
“ kau ini berisik sekali . memangnya aku sakit apa ? aku hanya telat sarapan . aku pasti akan kembali sehat besok  . dan maafkan aku sudah merusak liburan kalian di Toronto “
Aku melepaskan jari telunjukku di bibir justin . aku lupa bibir ini telah menyentuh bibir cait . ini yang membuatku kesal . tapi kini aku menyentuhnya .
Aku bergantian memandang cait dan chris .

“ tidak apa rachel “ cait mendekatiku dan meremas pelan tanganku dalam genggamannya . lagi lagi senyum manis itu . aku selalu menyukainya . dia baik sekali . justin pasti bahagia .

Justin masih terdiam . ada apa dengannya . dia memandangku , lalu tersenyum .
“ banyak beristirahat ya . aku dan yang lain harus pulang . menyiapkan untuk besok . aku akan menjemputmu besok pagi . sampai jumpa rachel “
Dia mengelus rambutku . lalu cait memelukku
“ aku senang kau akan ikut kami ke atlanta “
Aku tersenyum sebagai jawaban .
Chaz meremas tanganku “ jangan lupakan sarapanmu lagi rachel .”
“ baiklah somers “
Setelah mereka semua keluar hanya chris yang masih di kamarku
“ kini aku yakin kau memang menyukai justin “
Chris mengejutkanku . aku sedikit terperanjat
“ apa maksudmu ?”
“ kau percaya pada cinta pandangan pertama ?”
Chris bertanya tanpa memedulikan pertanyaanku sebelumnya . kini bingung .
“ cinta pada pandangan pertama ? aku sedikit percaya “
Chris menepuk bahuku “ itu yang aku rasakan . cepatlah sembuh “
Lalu dia keluar kamarku .

Itu yang aku rasakan ? maksudnya apa ? dia tau perasaan ku padanya . dan dia bertanya tentang cinta pada pandangan pertama ? astaga !

--

Pagi ini aku sudah mandi dan sarapan . aku sudah menyiapkan keperluanku untuk di atlanta nanti . kini aku sedang terduduk di teras rumah menunggu justin dan yang lain menjemputku .
Deru mobil yang sudah ku hafal . itu pasti justin . bodyguardnya membukakan pintu mobil . pattie keluar mobil dan menghampirku dan ibuku .

“ rachel ? dimana ibumu ?” dia memelukku .
“ ada di dalam . biar ku panggil “
Aku memanggil ibuku dan pattie menghampiri ibuku . mereka bercakap cakap .
Ku lihat chaz membuka kaca mobil dan melambaikannya menyuruhku cepat cepat ke mobil.
“ mom aku pergi dulu “ ku peluk mom
“ jangan mereppotkan pattie dan justin rachel “
Aku mengangguk .
Pattie memeluk ibuku sekali lagi
Aku dan pattie berjalan ke mobil . sudah ku tebak . justin sedang tertawa bersama cait . mereka saling berhadapan .
Justin tidak menyadari kehadiaranku . biarlah .

Kini aku semakin yakin untuk melupakan justin . karena perasaannya padaku hanyalah sebatas teman . bukankah perasaan terhadap sahabat akan lebih kekal?

“ oh rachel kau sudah datang ternyata ?”
Aku menoleh

Memangnya dia anggap aku apa sedari tadi ? tak berperasaan

“ sudah sedari tadi . “ kataku ketus
“ maafkan aku . aku sedang menceritakan kejadian lucu bersama cait . kau mau dengar ?” katanya menatapku
“ aku sedang tak ingin mendengar cerita lucu “ nada bicaraku semakin ketus
“ kau ini masih sakit ya ? “ dia memegang dahiku “ tidak panas . tapi kenapa kau marah padaku ? aaahhh kau sedang ada tamu bulanan ya ?” .
Dia ini menghiburku atau memojokanku ?
“ aku memang masih sakit . jadi tutup mulutmu “
Mobil sudah di jalankan menuju bandara . ibuku tak bisa mengantarku , dia harus segera pergi ke kantor . meski sibuk begitu ibuku tetap menjagaku dan memperhatikanku .
Pattie duduk di depan . di tengah cait , justin , aku dan chaz . di belakang chris dan ryan .
Dapat ku dengar justin meghela nafas .
“ kau memang marah padaku ya ?”
Aku pura pura tak mendengarnya . ku pejamkan mataku dan menyenderkan punggungku . kalau terus berdebat dengannya pasti tidak ada hentinya . lebih baik akulah yang diam .

Tiba – tiba jutin mengelus rambutku
“ rachel ? maafkan aku . aku tau kau hanya pura pura tidur “
Sial ! dia tau. Apa mataku terlihat bergerak gerak ?
Jantungku berdegup . kini bukanlah justin yang mengelus rambutku , tapi wajahnya terlalu dekat dengan wajahku . dapat kurasakan hangat nafasnya menerpa wajahku . astaga ! dia mau buatku mati ya ?
“ farrant , kita sudah sampai di bandara “ bisiknya lirih .

Sialan ! ku kira apa yang akan dia lakukan . pikiranku terlalu meracau , segera ku buka mataku dan kulihat chaz di sebelahku menahan tawa . ryan juga terkekeh dan Caitlin yang tersenyum . hanya chris yang diam . bieber kau memang pintar membuatku malu . dia sudah menjauhkan wajahnya dari wajahku dan tersenyum puas .
“ kenapa kalian tertawa ? apa ada yang lucu ?” ku sumpahi omonganku tadi memang konyol dan bodoh . pattie tertawa juga . astaga !
“ aku berhasil membuatmu memaafkanmu “
“ aku tidak bicara aku memaafkanmu bodoh “ aku segera turun karena memang sudah sampai bandara . aku masih bisa mendengar mereka tertawa .
Ku percepat langkahku mendekati pattie . tapi chris menahan tanganku .
“ chris ? ada apa ?”
“ boleh aku bertanya padamu ?”
Aku mengganguk
“ apa kau pernah berpacaran ?”
Aku sidikit kaget dan kerutan di dahiku muncul.
“ pacaran ? aku belum pernah sama sekali chris . memang kenapa ?”
“ aku menyukaimu “ katanya cepat
Aku terkejut . apa yang di bicarakannya ?
“ kau menyatakan perasaanmu di bandara ?” kataku sedikit tertawa dan mencairkan keteganganku .
“ memang tidak romantic . tapi  itu memang perasaanku “ katanya sedikit tertawa
Aku menghela nafas dan memalingkan wajahku . chris memang baik , dia juga lucu . tapi aku memahami perasaanku padanya hanyalah sebatas teman , tidak lebih . dia cukup mengerti aku menyukai justin .

“ sewaktu aku baru saja masuk junior high school , aku tau aku sudah remaja . aku juga menyukai lawan jenis bahkan sejak umurku 8 tahun . tapi maafkan aku chris , aku tidak bisa membalas perasaanmu itu . mungkin akan lebih baik jika aku hanya berteman denganmu . kau juga sudah ku anggap sebagai adikku chris . adik yang baik . kau sangat baik . mungkin nanti akan ada wanita yang lebih baik dariku untukmu . yakinlah suatu saat nanti . bukankah pertemanan itu akan lebih kekal ? “
Chris mendesah lalu melangkah perlahan , aku mensejajarkan langkahku .
“ aku tau . aku juga sangat mengerti yang ada di hatimu hanyalah justin . justin memang sangat beruntung disukai gadis sepertimu sejak lama . kalau saja dia tau tentang perasaanmu , dia akan sangat beruntung . tapi rachel ..” dia berbalik dan memegang bahuku “ perasaanku ini nyata . dan kau tau ? kau adalah cinta pertamaku . itu yang ku maksud dengan cinta pda pandangan pertama . dan mulai detik ini , lupakan apa yang ku ucapkan . anggap saja aku tak pernah mengucapkan ini padamu , rachel farrant “

Dia berbalik dan berjalan cepat mendekati yang lain . dia berbalik lagi dan berteriak “ FARRANT . SAMPAI KAPAN KAU AKAN DIAM SEPERTI ITU ? APA KAU MAU TERTINGGAL PESAWAT ? CEPAT KEMARI “

Dapat ku tangkap nada bicaranya yang berbeda . mungkin inilah chris yang asli , periang . aku harus bagaimana ? aku juga mencintainya sebagai sahabat kecil . mungkin dapat ku rasakan . perasaannya sama sepertiku saat justin menyebutku ‘sahabat’ .
kini aku tau bagaimana posisi chris saat aku mengucapkan jawaban atas perasaannya . apa jika aku mengucapkan perasaanku pada justin dia juga akan menjawab seperti yang aku jawab untuk chris ? dan mungkin justin akan bilang dia hanya menganggapku ‘ adik perempuannya ‘  ?

“ TUNGGU AKU BEADLES !!” aku balas teriak di iringi senyumku dan sedikit berlari menghampirinya .

****

Perjalanan  yang cukup lama dari Toronto ke atlanta .
Cait dan chris pulang kerumahnya yang memang sedikit jauh dari rumah justin . ryan dan chaz ada di kamar tamu lainnya .rumahhh justin memang besar .
Dan dalam sekejap aku sudah berbaring lelah di kamar tamu rumah justin yang besar . kamar justin agak jauh di dari kamarku . tapi jangan salah balkon kamarku memiliki pemandangan yang cukup indah .
Dapat melihat dengan jelas sunset pada sore hari . aku benar benar lelah . aku hanya berbaring , dan memejamkan mataku . tapi aku memasang lagu chris brown – with u . ini memang lagu favoriteku .

Aku bersenandung dan menggerakan mulutku sesuai lirik . memejamkan mata dan sedikit menghentakan kaki . tiba tiba seseorang merebut I phoneku . refleks aku membuka mata .
Dia mendengarkan lagunya .
“ kau masih mendengarkan lagu ini ?”
“ justin , kembalikan . aku memang menyukai lagunya “
Aku berusaha merebutnya , dia terus menjauhkannya .
“ ayo bernyanyi dengan gitar miliku “ dia menarik tanganku tanpa mengembalikan I phoneku .
Justin mengambil gitar di kamarnya , lalu turun ke bawah dan masih menarik tanganku . kami ada di halaman beakang rumahnya . ada kolam renang yang cukup besar.
Justin duduk di bibir kolam renang dan aku mengikutinya .
I phoneku ada di saku celananya . mana mungkin aku merogohnya begitu saja , itu sangat tidak sopan .
Dia memetik gitarnya dan menatapku

“ I need u boo .. I gotta see u boo…. And the hearts all over the world tonight …………..”

Dia menyanyi , dan aku bergabung dengannya . aku memasukan kakiku di dalam air dengan tetap bernyanyi .
Selesai bernyanyi justin menyimpan gitarnya di sampingnya lalu memegang pipiku

“ doakan aku , kalau aku sukses nanti . kau tidak perlu mendengarnya dari I phone tapi langsung mendengarnya bernyanyi “

Aku kembali berdegup . justin mendekatkan wajahnya pada wajahku . aku memejamkan mata . apa ini akan terjadi , apa ini ciuman pertamaku ????

“ kami memang datang pada saat yang tidak tepat “

Ketika mendengar suara itu , segera ku buka mataku . wajah justin tepat di hadapanku . hidung kami sudah bersentuhan , kami berbalik dengan cepat melihat siapa itu .

“ chaz ? ryan ?” ucapku dan justin bersamaan






****
Aku dan justin menatap chaz dan ryan dengan malu . astaga ! kenapa tadi aku harus memejamkan mata . harusnya aku mendorong tubuh justin agar menjauhi ku , justin sudah menjadi milik caitlin . aku merutuk diriku sendiri .
Justin menggaruk kepaanya yang tidak gatal dan menjauhiku
“ maaf “
Aku mengangguk . jujur sekali aku salah tingkah . jantungku berdegup .
Aku bangkit menuju kamarku . untuk menghilangkan semua debaran jantungku .
Aku menarik nafas saat aku melewati chaz dia berkata
“ kenapa kau pergi ? kau malu ya ?”
“ tutup mulutmu somers “
“ astaga ! farrant marah padaku “
Aku tidak mendengar ucapan chaz , aku terus berjalan dan masuk kamarku.
Karena hari sudah sore lebih baik aku segera mandi . akupun mengambil handuk dan berendam sebentar .
Memikirkan hal yang tadi ahhh astaga ! justin memang gila !
Selesai mandi aku segera turun membantu pattie menyiapkan makan malam kami . jadilah aku dan justin tidak saling bertanya .
Hampir saja ciuman pertamaku terjadi .
Tapi tunggu .. aku memang salah mencintainya sebagai cinta pertamaku .

--

Paginya aku terbangun . kulihat jam beker di sampingku menunjukan pukul 6 . baiklah aku bangun . pasti sipemalas justin belum bangun . padahal Caitlin sudah menghubungin kita besok pagi akan bermain basket . dasar bodoh !
Aku beranjak dari tempat tidur . segera mandi dan berpakaian . mematut diriku di depan cermin . aku tidak membawa baju basket . jadi hari ini aku tidak akan bermain . lagipula pemainnya sudah pas ryan , justin , chaz dan chris .
Aku mengurai rambut panjangku .
Lalu segera keluar kamar . aku melewati kamar justin . aku penasaran apa dia masih tidur ? aku menempelkan telingaku pada pintu justin , tepat saat aku sedang mendengar ada apa didalam . pintu terbuka aku terjatuh dan tubuhku menimpa tubuh justin . kini wajah kami saling berdekatan .
Justin memandang mataku . aku masih terdiam diposisi ini .
“ aku tidak bisa bernafas rachel “
Aku segera tersadar dan menarik tubuhku sendiri untuk berdiri .
“ maafkan aku “
Aku segera melangkah untuk menghindarinya tapi dengan cekatan justin menarik tanganku
“ kenapa kau ada di depan kamarku ?”
Sial !! matilah aku ! apa yang harus ku ucapkan . aku menutupi semua kegugupanku .
“ untuk mendengarkanmu mendengkur “
Setelah berkata itu aku berlari turun untuk membantu pattie . sebelumnya aku bisa mendengar justin berkata
“ mendengkur ?”
Aku menahan tawaku .

--

Aku duduk bersama cait di pinggir lapangan basket di sekitar komplek rumah justin . melihat mereka yang bermain .
Terkadang aku berteriak
“ dasar bodoh ! kau harusnya segera melemparkannya somers !!”
“ kau ini cerewet sekali . kalau begitu kau saja yang main “
Aku tertawa “ kau marah padaku ya ? gara gara kemarin ?”
Chaz hanya mendengus .

“ cait . kau mau bercerita padaku ?”
Cait menggangguk
“ bagaimana awalnya kau bertemu dengan justin ?”
Cait tersenyum “ kami bertemu di gereja “
“ benarkah ?” kejadian yang sama denganku . aku juga bertemu dengannya di gereja ?
“ mm , aku sering bertemu dengannya . sebelum dia terkenal kami sering meluangkan waktu bersama . bermain , dia berkunjung kerumahku .aku bahagia rachel “
Aku juga bahagia cait . kau beruntung memilikinya .
“ tapi …”
“ tapi apa ?” aku mulai penasaran

Cait menerawang jauh “ aku selalu di juluki oleh teman temanku bahwa aku mau saja berpacaran dengan orang miskin . tapi aku tidak pernah mendengarkan mereka . karena ku fikir aku memang mencintai justin bukan karena hartanya . tapi karena aku benar benar mencintainya dengan tulus “

Astaga ! aku benar benar tersentuh . cait mengucapkannya dengan kesungguhan . aku benar benar iri . jika saja aku pria aku pasti akan melamarnya sekarang juga !

“ kau benar benar baik cait. Tidak salah justin memilihmu “
Cait tersenyum lemah “ kau tau dia menyatakan perasaannya bagaimana ?”
“ bagaimana ?”
“ dengan sebuah surat dan kau tau tulisannya buruk sekali “
Aku tertawa . justin memang bodoh ! dia itu kenapa caranya sangat tidak gentelment . sok pemalu dan memalukan . aku dan cait tertawa .
“ rachel ?” aku menghentikan tawaku melihat raut wajah cait yang serius “ apa kau menyukai justin ?”

DEG ! aku membeku . apa yang harus ku jwab ? kebohongan atau kejujuran ?

“ aku …”






******

“ aku …” aduhh astaga ! apa yang harus aku jawab . mengapa cait menanyakan hal ini ? dia itu memang pintar ya , aku jadi tau apa kesamaan chris dan cait . mereka  bisa menebak apa yang dipikirkan orang lain .
Matilah aku ! aku menelan ludah dan kurasa kini tenggorokanku kering .
Saat aku akan berkata . tiba tiba hantaman keras mengenai tepat kening dan wajahku . aku mengerang dan mengusap . aku menoleh dan menatap justin , chaz , ryan dan chris secara bergantian . sialan ! bola basketlah yang berani mendarat di keningku . hidungku berdarah karena pukulan sialan itu !
“ siapa yang melempar bolanya !!” aku berteriak kesal
Dan bodohnya . mereka saling menunjuk . sudah ku pastikan justinlah yang berbuat seperti itu . dia sedang menahan tawanya . apa dia mau balas dendam tentang kejadian tadi pagi ?
Saat aku akan berdiri menghampiri mereka . cait menahanku
“ hidungmu berdarah . pakai ini “
Dia mengulurkan sapu tangan . aku menerimanya dan membersihkan darahku yang tersisa dihidung .
Mereka menghampiriku . chaz memegang bahuku
“ kau tidak apa apa ? “
“ apa ini di sebut tidak apa apa ?” aku menunjuk hidungku dan sedikit tonjolan di kening bagian kiri .
“ mungkin bolanya mencintaimu jadi dia ingin menciummu “ ejek justin
“ eh ? kau ? berani sekali . kau yang menyebabkan semua ini bieber “
“ tadi pagi kau menimpaku . sekarang kita impas “
Hoh ? dia berkata santai sekali , seolah tidak terjadi apapun . liat saja nanti !

--

Liburan di atlanta memang menyenangkan . pembuatan video klip justin berjalan lancar . aku juga melihat acting ryan . semoga sja ini akan sukses . sudah 5 hari di atlanta rasanya aku nyaman sekali . tapi aku ryan dan chaz tidak mungkin meninggalakn sekolah kami di Toronto . jadi kuputuskan untuk 2 hari berlibur lagi setelah itu kami akan kembali ke Toronto .

Kami mengakhiri liburan kami ke pantai Bahamas . sekarang kami sudah di pantai Bahamas . aku memakai hotpans pendek dan kaus longgar . aku tidak mau memakai bikini . bisa mati karena malu aku ! tapi cait memakai bikini , biarlah bukannya dia memang cantik ?
Sekarang aku sedang duduk di kursi santai hanya menikmati pemandangan dan hamparan laut yang begitu indah . kadang aku tertawa kecil melihat mereka . berkali kali chris memaksaku untuk berenang . tapi aku menolaknya .
Kejadian yang membuat hidungku berdarang berakhir dengan damai . pattie yang menyuruh kami berdamai . padahal aku masih ada sedikit dendam pada justin ! liahat saja jika nanti dia berkunjung ke Toronto akan kuhajar dia !

Pantai Bahamas memang indah . tapi berkali kali dadaku merasa sesak . sepertinya udara pantai dan angin kencang tidak bisa masuk kedalam dadaku .
Berkali kali aku melihat justin dan cait berciuman . berkali kali itu pula aku selalu mengalihakn pandanganku . aku selalu menarik nafas panjang agar dadaku sedikit terasa ringan .
Aduhh rachel ! bukankah kau udah berjanji untuk melupakan justin ? dan merelakan justin bahagia dengan cait ? aku harus rela melihat hal itu !!

Dari pada aku terus begini , aku akan berjalan jala sebentar . menikmati gulungan ombak kecil yang menerpa kakiku . rambut yang kuurai tertiup angin pantai . karena pandanganku terus focus melihat hamparan laut aku tidak melihat jalan di depanku .
Aku menabrak seseorang ! kami terjatuh berdua .
“ maafkan aku “ kataku cepat
Aku memandang seseorang di hadapanku . astaga ! matanya indah sekali . aku masih terdiam sampai orang itu mengibaskan tangannya di hadapanku .
“ kau tidak apa apa ?”
Aku mengerjap kaget “ ya aku baik baik saja . sekali lagi maaf “
Dia tersenyum lalu mengurlurkan tangannya “ siapa namamu ?”
Aku memandang tangannya dan wajahnya bergantian . wajahku pati terlihat konyol ! bodoh !
“ rachel farrant . kau ?”
“ aku luke benward . senang berkenalan denganmu rachel “

Kami memngobrol banyak . dan duduk di pasir yang lembut . luke memang orang yang sangat enak diajak mengobrol . kita seperti teman lama yang baru bertemu lagi . dia menceritakan bahwa dia sedang berlibur di atlanta , menemui saudara jauhnya .

Cekalan tangan membuatku menghentikan ucapan . rasanya sakit sekali . aku menoleh dan mendapati justin menariku berdiri . aku berdiri , dan luke juga berdiri .
“ justin apa apaan kau ini ?”
“ ayo kita makan siang “ jawabnya datar . dan masih menarikku paksa .
“ kau bisa bicara baik baik justin “
“ rachel siapa dia ?” Tanya luke
“ dia temanku . aww justin sakit “
“ hey kau bisa menariknya perlahan “ sela luke
“ kau bukan urusanku “ jawaban justin tetap datar .
Luke menatapku dan ku berikan senyuman dan isyarat bahwa aku baik baik saja .

“ sampai bertemu lagi luke . senang bisa mengenalmu “aku melangkah cepat mengikuti langkah justin . luke melambaikan tangan akupun membalasnya .
Dasar sialan ! berani sekali justin menariku . aku menampisnya keras

“ kau ini kenapa ? kau bisa bersenang senang ! kenapa aku tidak . luke itu temanku . ada apa denganmu ? kau memang – ahh “
Aku sedikit berteriak dan melangkah mendahului justin
“ rachel ! kau tau kenapa aku melakukan ini ? itu karena ..”
“ karena apa HAH ? kau hanya alasan . kau tidak pernah bisa melihatku sedikit saja senang “ aku memotong ucapannya dan masih terus berjalan .
“ karena aku menyayangimu “ aku berhenti melangkah “ sebagai sahabat kecilku “ tambahnya

Sudah kuduga -,- perasaannya memang hanya sebagai sahabat . tapi kenapa dia begitu jahat sampai menarikku dengan kasar . kalau dia tidak menarikku pasti aku bisa mendapatkan nomor ponsel luke !
Astaga ! aku meracau !!








*****

Makan siang tidak bisa kunikmati seperti biasa . aku terus memainkan sendok tanpa memakannya .justin menatapku kesal
“ cepat makan . setelah ini kita akan bermain jetz sky”
Aku tidak mendengar ucapan justin . pikiranku kosong . masih teringat perlakuan justin yang tadi .
“ kau sakit ?” chris memegang keningku dan aku segera memegang tangannya
“ aku baik baik saja chris”
“ kau marah padaku ?”
Aku menoleh justin berbicara padaku
“ kau baru sadar sekarang hah ? menyebalkan sekali”
Aku bangkit dan chaz menahanku .
“ kita akan bermain jetz sky. Kau harus ikut”
Baiklah aku mengalah . aku kembali duduk “ bagaimana aturannya ? aku dengan siapa ?”
“ aku dengan chris.justin dengan cait.ryan tidak ikut . sedari tadi dia terus di toilet”
Sialan ! tau begini aku tidak akan menerima tawaran chaz . lalu aku harus melihat pasangan justin dan Caitlin bermesraan ? dihadapanku ? lama lama aku bisa sakit karena tenggorokanku menahan air mata !

“ kau ini bagaimana ? mengajakku tapi tidak tau aku harus dengan siapa”
Aku sudah kesal . ternyata ini bukanlah akhir liburan yang menyenangkan .
“ kita bisa bergantian . aku dengan chris dulu lalu aku denganmu “
“ tapi itu –“
“ kau denganku saja rachel . apa boleh aku bergabung ?”
Belum selesai aku berkata , suara seseorang membuatku menoleh .
“ luke ?”
Dia tersenyum . oh astaga ! justin sudah membuka mulutnya untuk berbicara dan aku segera menyela
“ tentu saja luke . aku denganmu saja . ayo “
Aku menarik tangan luke mendekati pantai . kalian tau ? luke bertelanjang dada membuatnya semakin keren ! aku meracau lagi . sebelum aku menjauh bisa ku dengar chaz bergumam
“ dia sedang jatuh cinta . mata rachel berbinar binar”
“ tutup mulutmu “ justin menimpali .

aku memeluk perut luke . jetz skynya sudah dijalankan . tak lupa kami memakai pelampung . kami meliuk liuk di lautan . aku berteriak sekencangnya . tertawa bersama luke .
“ ini benar benar menyenangkan “ kataku .
“ apa sebelumnya kau sudah pernah ke Bahamas rachel ?”
“ belum . ini pertama kalinya . bagaimana denganmu ?”
“ aku juga sama . dan ini pertama kalinya aku bermain jetz sky”

Saat sedang meliuk liuk . justin berteriak , dasar pengganggu . kenapa dia ini ? aku dan luke menghampirinya . justin dan cait juga chaz dan chris sudah siap dengan jetz sky mereka .
“ kita berlomba . bagaimana ?” justin tersenyum sinis
“ siapa takut . “ jawabku .
Kami bersiap siap . dan goooo
Kami semua melaju . justin terus melihatku dan ku julurkan lidahku . lalu aku berbisik di telinga luke .
“ kau tidak perlu menang . justin itu memang begitu , dia syirik melihatku senang”
Luke terkekeh . “ aku tau . dia hanya menantangku . rachel sepertinya dia menyukaimu “.
“ menyukaiku ? ahh dia itu memang begitu di Toronto saja dia playboy”.

Aku sedikit gugup saat luke berkata begitu . mana mungkin justin menyukaiku ? dia tadikan hanya berkata bahwa dia menyayangiku karena aku teman masa kecilnya .
Pertandingan berakhir. Justin dan Caitlin sebagai pemenang .
“ sudah kuduga aku pasti menang” kata justin .
“ tidak apa , aku dan luke memang mengalah”
Kami semua turun dari motor sky .melepas pelampung dan berjalan di pasir yang lembut . langit sudah berubah jingga . rasanya angin pantai semakin kencang . kami semua duduk di pasir dan menunggu sunset .

“ luke , sampai kapan kau ada di atlanta ?
“ mungkin besok aku sudah kembali ke LA . aku akan memainkan film”
Aku mengangguk . ku tompang daguku di lututku .
Melihat matahari tenggelam yang begitu indah . sang surya tenggelam dan menyisakan kegelapan . kami sudah harus pulang . kami bangkit dan melangkah .
Kami berpisah dengan luke .
“ aku senang bertemu denganmu rachel . semoga kita bisa bertemu lagi”
“ tentu kau teman yang menyenangkan” aku membalas pelukannya .
Kami menjauh . sekarang aku sudah punya nomor luke . tadi dia duluan yang meminta nomor ponselku . ahh teman baaru yang menyenangkan .
Aku memang senang berteman dengan luke . tapi dia hanya teman tidak lebih , meskipun dia memiliki mata yang indah tetaplah aku tidak bisa mengganti justin di posisi pertama hatiku .

Aku akan masuk ke penginapan untuk mandi dan berpakaian , setelah itu makan malam dan segera pulang . saat aku masuk ke kamarku . Caitlin sudah terlebih dulu masuk . justin menarik tanganku .
“ apa ?”
Dia terlihat bingung dan berkali kali mengucapkan kata tidak jelas .
“ aku .. aku cemburu melihat kau dengannya tadi “
Setelah berkata begitu dia berlari menyusul chaz . dasar aneh !!
Apa katanya ? cemburu ? cemburu karena aku dengan luke ? hoh ! mungkin saja dia hanya basa basi . tapi kenapa aku terus memikirkannya ????






****
Aku sedang berendam dan menkmati busa busa yang melimpah di bathtub . cait berteriak dari luar .
“ rachelll . aku menunggumu di restaurant hotel ya ?”
“ restaurant ? memangnya kita tidak pulang malam ini ?”
“ tidak . kita pulang besok pagi “
“ baiklah . terima kasih cait “
Sepertinya cait sudah keluar kamar . aku segera membasuh tubuhku di bawah shower setelah itu berpakaian dan sedikit memakai make up dan keluar kamar . aku kaget ketika ku dapati justin ada di depan pintu kamarku . dia juga kaget sehingga tubuhnya sedikit mundur .
“ apa yang kau lakukan ? kau mengintipku ya ?”
“ apa aku terlihat sehabis mengintipmu ? aku ingin turun ke hotel bersamamu “
“ bersamaku ? kenapa tidak bersama cait saja ? diakan kekasihmu , kenapa harus denganku . lalu maksud pembicaraanmu tadi sebelum aku masuk kamar itu apa ? tentang kau cemburu? Apa yang di—“
“ ssssstttt …” justin menempelkan telunjuknya di bibirku , membuatku langsung terdiam “kau cerewet sekali ya ? sejak kapan kau menjadi cerewet seperti ibuku ? ayoo kita turun sebelum yang lain marah karena kita terlambat”
“ tunggu justinnn kau belum menjawab pertanyaanku . apa maksud pembicaraanmu tentang cemburu itu ?”
Dia tidak menjawab pertanyaanku dan tetap menarik pergelangan tanganku agar melangkah lebih cepat . dia memang gila , bagaimana jika nanti cait berpikiran macam macam tentang aku dengan kekasihnya ? nah benarkan ketika aku sampai di hadapan mereka , mereka menatap kita penuh Tanya . aku memandang ekspresi satu persatu wajah chaz , ryan , Caitlin dan chris . aku segera menarik tanganku dari tangan justin dan berdeham lalu berbicara “ cait , kau jangan salah paham. Justin yang menarikku karena tadi aku sdikit terlambat “
Cait sedikit terkekeh “ memangnya kau pikir aku memikirkan apa ?”
“ ku fikir kau—“
“ aku cemburu ? tidak , sama sekali tidak . aku percaya padamu rachel mana mungkin kalian punya hubungan di belakangku . benarkan ?”
Dia benar benar gadis yang baik . tidak pencemburu , lemah lembut dan baik . kenapa dia mau bersama justin yang tidak tau sopan santun , playboy dan so pintar . benar benar aneh !! aku mengangguk . lalu duduk disebelah cait , kami makan bersama . benar benar menyenangkan . ponselku berdering , aku segera membukanya  ternyata ada satu message . aku membukanya
: ‘ hai gadis Toronto . ini aku luke , kau sedang dimana ? apa kau sudah kembali dari Bahamas ?”
Luke ? senangnyaa .. apa mungkin aku jatuh cinta? Tidak mungkin ! luke itu hanya teman baikku . aku segera membalas pesannya
:’ hai lelaki .. kau lelaki apa ya ?  ahh hai lelaki dengan mata indah , aku sedang makan di restaurant. Aku kembali besok . “
Aku terus membalas messagenya sampai larut . setelah makan kami kembali ke kamar . kami semua berkumpul di kamar wanita karena ingin mengorol dulu .  kami semua tertawa , bercerita akan meneruskan ke high school mana . aku ingin buang air kecil ketika itu chaz ryan dan chris sedang bermain video games dan cait sedang di dapur . aku keluar dari toilet dan mendapati justin sedang memainkan ponselku , enak saja dia ? aku kan sedang mengobrol di message dengan luke .
Aku segera melangkah cepat dan merebut ponselku dari tangannya . berani sekali dia mengambil ponselku ? hoh ! saat aku melihat layar ponselku , benar saja dia sedang membaca message dari luke .
“ kau ini tidak sopan sekali bieber . ini ponselku “
“ aku tau . lalu ?”
Astaga ! dia membuatku marah saja . aku mengepalkan tangan menarik nafas panjang dan..
“ kau ini bagaimana ! ini adalah miliiku dan kau membuka pesanku sembarangan . apa aku pernah melakukan ini padamu ? apa kau tidak suka melihatku sedikit saja senang . aku tidak pernah mengganggumu pacaran dengan siapapun Ashley , Emily dan Caitlin juga gadis lainnya . tapi sekarang kau menggangguku dengan luke !!”
“ kenapa kau tidak memakai password saja pada pesannya dan galeri fotomu ?” dia berkata santai sekali , seraya membaringkan badannya di sofa . aku memang bodoh sekali dan dia benar benar pintar berbicara . aku membungkam mulut dan berkata dengan gumaman
“ setidaknya kau bisa tau ini adalah privasi “
Aku melangkah memasuki kamarku dan berbaring . dia memang selalu membuatku menderita . justin tidak pernah mengerti bagaimana jika dia ada di posisiku . aaku selalu menahan air mata dan menahan tangisku sehingga kerongkonganku selalu tercekat sakit , aku selalu menahan apa yang akan aku katakan jika aku mencintainya dan sudah memendam perasaanku selama hampir 8 tahun . apa dia tidak pernah berfikir bagaimana perasaanku sesungguhnya dan dia tidak pernah sama sekali merasakan di posisiku ?
Ini terlalu sakit bagiku . ketika aku menemukan seseorang yang mungkin bisa dijadikan sebagai pengganti dirinya di hatiku . justin selalu menghalangiku , sedangkan dia punya hubungan dengan orang lain yang jelas dia sangat bahagia dengan gadis itu ? apa dia tidak tau ? aku berusaha menghilangkan perasaan padanya . aku terlalu sakit hati justin drew bieber . cintaku bertepuk sebelah tangan denganmu .
Aku menangis di dalam selimut . apa tangisku terdengar ? apa isakanku begitu keras ? ku mohonnn tuhan .. aku hanya ingin kaulah yang tau tentang perasaanku ada justin . jangan pernah ada orang yang mendengarnya .
“ aku tau kau belum tidur . aku tau kau menangis “
Dia ? orang yang sedang ku fikirkan . orang yang sedang membuat hatiku menjerit dan di kelilingi beribu kata . kini dia mendengar tangisku ? semoga dia tidak tau apa alasan aku menangis .
“ maafkan aku “ katanya lagi
“ aku ingin tidur . tinggalkan aku justin “
“ maafkan aku “
“ aku tau , kau pasti punya alasan membuka apa yang menurutku pribadi “
“ ya . aku punya alasannya . apa kau ingin tau apa yang ku lakukan ini ?”
“ aku tidak mau mendengar alasanmu . karena pasti kau akan berkata ‘ kita ini sahabat , kita harus bercerita satu sama lain ‘ benar begitu ? jadi tinggalkan aku sekarang justin “
“ bukan itu alasanku . aku mau menjelaskan padamu bahwa aku –“
“ justin ..”
“ baiklah . mimpi indah rachel .. sahabatku “

Ya sahabat sahabat sahabat …
Aku bosan mendengar semua rentetan kata itu !!




Mungkin ini sudah malam . sekitar pukul 11 atau 10 . tapi sejak kepergian justin tadi , aku sama sekali tidak memejamkan mata . padahal aku sudah mencoba mendengarkan lagu tapi tetap tidak bisa tidur . aku melihat cait di sampingku yang tertidur lelap .perlahan aku bangun , memakai cardigans dan keluar kamar . mungkin saja suasana pantai bisa membuatku sedikit merasa kantuk .
Aku keluar kamar . dan berjalan di bibir pantai . angin malam membuatku sedikit merasa tenang . aku duduk di sebuah batang pohon kelapa yang sudah di tebang dan di letakan diatas pasir . aku duduk dan memeluk tubuh ku sendiri . dapat kurasakan angin pantai menerpa pipiku .
“ gadis Toronto , kenapa sendirian saja ?”
Aku terlonjak kaget dan aku mundur sedikit untuk melihat siapa yang ada dibelakangku . aku menoleh dan kekagetanku bertambah saat melihat siapa dia . aku tersenyum
“ kau mengagetkanku lelaki bermata indah “
Dia terkekeh , dan aku memberinya tempat kosong di sampingku . luke duduk disampingku .
“ kenapa kau tidak tidur ?”
“ kau juga kenapa tidak tidur ?”
“ kau ini aku bertanya kau balik bertanya . mmm aku ingin menghirup udara pantai malam ini sebelum aku ke LA “
“ begitu ? hanya itu saja ?”
“  tidak juga . aku sedang berpikir keras tentang seseorang “
Aku menatap luke “ dia pasti gadismu , benarkan ?”
 “ dia hampir menjadi gadisku . tapi sepertinya tidak mungkin”
“ kenapa tidak mungkin ? harusnya kau berusaha keras mendapatkan dia “
“ karena mata dan hatinya bukanlah untukku . dia terlalu mencintai seseorang melebihi siapapun”
“ sayang sekali . apa kau benar benar mencintainya ?”
“ ya . meskipun aku hanya mengenalnya sebentar . tapi aku bisa membedakan mana perasaan suka dan mana yang kagum . kau sendiri kenapa belum tidur ?”
“ sama sepertimu . aku juga sedang berfikir tentang seseorang “
“ mm, begitu . biar kutebak , kau pasti sangat menyayanginya tapi dia tidak tau apa yang kau rasakan ?”
“ kenapa kau tau ? “
“ aku melihatnya dari matamu rachel “
Aku terdiam dan tetap menatap luke . dia juga menatapku lama . kami terlalu menyibukan pikiran masing masing . mungkin lukke sedang memikirkan gadisnya dan aku memikirkan justin . Perlahan luke mendekati wajahnya padaku . dapat kurasakan nafasnya yang menerpa wajahku . sia sudah menempelkan keningnya pada keningku . dan aku memejamkan mata . tapi terdengar pukulan yang cukup keras , membuatku membuka mata .
Astaga !! luke , dia terjatuh kebelakang , dia memegangi pipinya yang mulai memar . aku menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang melakukan ini .
Justin ! dia yang melakukan ini ? tega sekali dia , memangnya apa salah luke padanya ? dia benar benar aneh !
“ justin kau itu kenapa? Memukul orang sembarangan ?” aku mendekati luke dan membantunya berdiri “ kau tidak apa apa ?”
Luke menggeleng dan aku menatap justin tajam “ kau benar benar –“
Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku , justin sudah menarikku dengan cepat untuk menjauhi luke .
“ hey bodoh ! lepaskan aku justin . kau ini kenapa ? tiba tiba memukul orang dan kini menarik tanganku “
Justin membalikan badanku agar aku berhadapan dengannya . dia memegang bahuku erat .
“ kau ini kenapa ? kau tidak senang melihatku sedikit saja tersenyum ? selama ini aku belum pernah pacaran , aku ingin punya pacar juga . aku ingin seperti kau dengan Caitlin yang selalu bersama kemanapun . selalu merasakan cinta . tapi kau selalu menghalangiku justin . kau –“
CUP !
Dia mengecup bibirku . membuatnya lebih hangat . aku memejamkan mata sejenak . inilah ciuman pertamaku . ciuman dengan cinta pertamaku yang sudah mempunyai kekasih . astaga !
Aku mendorong tubuh justin agar menjauhiku . aku ingat , aku tidak mungkin menghianati persahabatanku dengan cait . aku menatap justin . dia juga menatapku .
“ aku tidak mungkin mengkhianati persahabatanku dengan cait “
Setelah berkata seperti itu aku berbalik dan melangkah
“ aku tau itu ciuman pertamamu . suatu saat nanti kau akan tau apa maksudku memukul luke “
“ aku tau , karena kau sahabat kecilku yang berusaha melindungiku “
“ kini aku tau , harus ada yang kau ubah dalam kalimat yang tadi kau bicarakan. Jika kalimat itu diubah . maka keadaan akan berbeda “
Aku terhenti . apa ? kalimatku yang mana ? apa maksudnya ?




*****
Aku terbangun dengan lingkaran hitam di bawah mataku . benar benar jelek sekali ! aku sudah mandi dan berpakaian , memakai sedikit make up untuk menghilangkan sedikit lingkaran hitam ini . kalimat justin masih terus ada di kepalaku , berputar seperti bianglala . aku berusaha melupakan kejadian tadi malam . aku senang mendapatkan ciuman pertamaku dengan orang yang ada di hatiku tapi aku bodoh . kejadian tadi malam hampir saja membuat persahabatanku dengan cait hancur .
Sebenarnya apa maksud justin menarikku dan melakukan itu . lalu apa yang dilakukan luke padaku tadi malam . apa maksud ceritanya dia tadi malam itu , apa gadis yang dimaksud adalah aku ? hoh aku selalu saja meracau tiddak jelas yang membuat kepalaku semakin pusing .
Kami berkemas untuk pulang . selesai sarapan kami masuk mobil dan berangkat untuk pulang . sudah kuduga sikap justin memang hanya menganggapku sebagai teman jadi mana mungkin dia menganggapku sebagai orang yang berbeda . terlihat dia begitu perhatian terhadap cait saat di perjalanan ini . mereka terkadang berciuman . aku memang bodoh dan bodoh ! menganggap kejadian tadi malam adalah hal yang menyenangkan ataupun perlakuan justin yang berbeda ternyata aku salah paham .
Tidak seharusnya aku memikirkan kejadian yang membuatku terlihat konyol . buktinya sama sekali tidak ada yang harus ku pikirkan . justin memang hanya main main dengan perkataannya . aku tidak tahan dengan semua ini .

Aku sampai di rumah justin . aku menyapa pattie sekaligus aku meminta ijin aku ingin segera masuk kamar . cait bilang karena ini hari terakhirku di atlanta dia ingin aku mengadakan sedikit pesta di rumah justin . aku ingin menangis di kamar ini . aku sudah mengunci kamar aku segera membenamkan wajahku di bantal .
Aku ingat bagaimana pertemuan pertamaku dengan justin dulu . aku ingat bagaimana dulu aku sering bermain dengannya . saat kita merayakan ulang tahun bersama . natal bersama , pergi ke gereja bersama . semua ini membuatku semakin menangis . coba saja dulua ku tidak pindah dari LA ke Canada mungkin aku tidak akan pernah bertemu justin dan tidak akan pernah mencintai justin .

“ rachel kau di dalam ?” itu suara justin , tapi aku tidak mau membukakan pintu untuknya . aku hanya bergumam sebagai jawaban .
“ ini sudah hampir malam . apa kau sudah bersiap siap ?”
Bersiap siap untuk apa ? untuk melihatnya kembali bermesraan dengan cait , melihatnya tertawa dan berciuman sepuasnya ? aku bukan anak kecil lagi . aku harus menerima semua kenyataan . kenyataan tentang apa yang sudah tuhan rencanakan .
“ sebentar lagi aku keluar justin “
“ oh baiklah . apa kau baik baik saja ?”
Aku tidak baik saat ini . bagaimana bisa aku berkata bahwa aku baik baik saja ketika mataku terus mengeluarkan air mata .
“ aku baik . sangat baik . aku senang kau juga pasti bahagia tinggal di atlanta . begitu bukan ?”
“ ya aku bahagia “
----
Sudah tiga hari yang lalu aku kembali dari atlanta . aku sudah memberikan pesan pada justin agar dia sering ke gereja , lalu agar dia menjaga hubungannya dengan cait . kini aku kembali menjalani aktifitasku seperti biasa . bersekolah , bermain basket dan aku semakin cinta pada photograph . foto kami saat di atlanta banyak sekali di camera kesayanganku . salah satunya sudah ku cetak dank u pajang di dinding kamarku . Aku kembali menghilangkan perasaanku pada justin . berusaha melupakan semuanya . yang perlu ku ingat hanyalah masa kecil kami yang begitu indah .
Detik … menit … jam .. hari … minggu .. bulan semua itu cepat sekali berganti . musim panas sudah lewat beberapa bulan lalu . aku sempat dekat dengan teman satu sekolahku bernama Jason . dia baik , dia juga menyatakan perasaannya padaku . tapi aku tidak menganggapnya lebih dari teman .
Karir justin begitu pesat . kini dia memiliki begitu banyak penggemar yang tersebar di seluruh dunia . aku senang , dia begitu terkenal . aku jadi lebih sering melihatnya di televise . aku selalu mendengar suaranya di radio . tapi pernah suatu hari aku mendengar dia berkata pada suatu radio bahwa dia tidak meliliki kekasih . dia itu kenapa ?
Aku mencoba menghubunginya dan menanyainya tentang hubungannya dengan cait . dan dia bilang baik baik saja . aku tidak menanyainya tentang kejadian radio itu . mungkin dia tidak ingin cait di ketahui public .

Saat ini sudah bulan september . daun daun sudah menguning pertanda musim gugur akan datang . sore ini aku berjalan di pusat kota mencari gambar yang cukup bagus untuk lomba yang diadakan di sekolahku tentang photograph .
Saat aku akan mengarahkan kameraku , ponselku berdering .
CAITLIN !
Ada apa dengannya ? aku segera mengangkat panggilan .
“ ya cait ?”
“ hubunganku dengannya sudah berakhir “
Astaga ! justin benar benar tidak mengabulkan permintaanku . bisa tidak dia sedikit saja tidak berbuat macam macam ? tidak menyakiti semua wanita yang mencintainya ? dia benar benar jahat !!





*****
Aku masih terdiam atas apa yang baru saja caity katakan . aku masih terdiam sampai terdengar isakan dari caity . aku tersadar aku terduduk di pinggir jalanan sampai orang orang yang melewatiku menatapku ingin tau .
“ bagaimana bisa ?” hanya itu kalimat yang bisa kukatakan . aku tau kalimat tadi terdengar seperti bisikan . aku tidak bisa mengatakan apapun .. aku masih tidak bisa percaya .
“ aku lelah rachel . dia terlalu memikirkan karirnya , aku tidak mau itu . aku ingin seperti dulu . saat dia ada untukku . aku juga sering melihatnya di acara tv dia berpelukan dengan wanita lain . aku lelah untuk bersabar tentang ini , aku juga ingin berpacaran layaknya remaja lain .
Kini air mataku mulai mengalir . aku masih terduduk dijalanan aku menutup mulut dengan tangan kiriku .
“ kenapa kau tidak memberi justin kesempatan caity . aku bisa menasehati  justin agar dia selalu ada waktu denganmu “
“ tidak rachel ! ini semua sudah cukup “
Caity benar benar putus asa . kini hubungannya dengan justin sudah berakhir , tidak ada yang mereka rasakan lagi selain sahabat !
“ kalian tetap bersahabatkan ?”
“ tentu rachel . kita semua bersahabat “
“ maafkan aku . aku tidak bisa membantumu caity “
“ ya . ini hanya urusanku dengan justin “
Setelah itu caity memutuskan hubungan . kini saat daun sedang menguning , saat dedaunan itu mulai berguguran dan terbang terbawa angin . musim gugur datang dan sudah berakhir kisah antara caity dengan justin . perlahan aku berdiri dan melangkah di pusat kota . membiarkan kaki kecilku melangkah kemanapun perginya . aku menyebrangin jalanan , membiarkan lamunanku pergi entah kemana . rasanya kejadian  tadi belum benar benar nyata . sampai suara klakson mobil mengagetkanku . aku tersadar , ada cekalan tangan seseorang menarikku mundur . dia membenamkan wajahku di dadanya . aku memejamkan mata , dan dapat kurasakan mobil tadi sudah melewatiku .
Aku mendongak melihat siapa yang menarikku . Jason ! dia yang menarikku , aku masih terdiam sampai dia melepaskan pelukannya dan menatapku , memegangi kedua pipiku .
“ kau tidak apa apa ?”
Aku menggeleng dan tersenyum lemah . dia menyelematkanku yang hampir saja membuatku mati .
“ terima kasih Jason “
“ ya . untung saja aku ada disini . kenapa kau melamun seperti itu ?”
“ aku tidak melamun . aku hanya menunduk dan tidak mendengar suara mobil itu”
“ kau bohong ! jelas sekali mobil itu sudah membunyikan klasonnya dari jauh . ayo ku antar kau pulang “
Jason terlalu baik padaku . inilah alasanku menolaknya , aku takut kalau aku mencintainya hanya pura pura . jelas aku hanya mencintai justin . kapan ya justin bisa baik padaku sperti Jason padaku ? Jason baik , pintar wajahnya juga tampan mirip seperti david henry . Jason sudah menarikku mendekati motornya . dia menoleh kearahku .
“  sampai kapan kau akan melamun seperti itu rachel ? kau tidak mau kuantar ya ?”
Aku tersentak lalu tersenyum
“ siapa bilang aku tidak mau . kakiku sudah pegal mencari objek foto , kau dan motormu menyelamatkanku “ gurauku dia tersenyum . aku naik ke motornya , memeluk pinggangnya . motor Jason melaju .
“ kenapa kau bisa ada disekitar sini ?”
“ aku juga sedang mencari objek foto sama sepertimu . ku fikir ini memang awal musim gugur yang indah “
Bagi Jason awal yang indah dan tidak bagiku . ini awal yang menyedihkan . oh ya ? aku satu club dengan Jason di sekolah jadi kami sering bekerja sama dalam club . itulah yang membuat kami semakin dekat .
Kami sampai di depan rumahku . aku turun dari motornya .
“ terima kasih untuk hari ini Jason “
“ tentu . kau  harus lebih hati hati ya ? kalau mau melamun lebih baik di kamarmu saja yang jelas lebih aman “ dia mengelus rambutku . aku hanya mengangguk . dia sudah menjalankan motornya dan aku berteriak
“ hati hati Jason “
Dia menoleh sebentar , tersenyum dan kembali berbalik .
“ jadi dia pengganti luke ?”
Astaga ! aku menoleh dengan cepat
“ chaz ! kau membuatku kaget . dia temanku “
“ Jason ? dia Jason bukan ? dia kelas tetangga kita ? “
Aku hanya mengangguk . chaz berdeham dan berkata
“ aku ingin mengatakan tentang justin dan Caitlin “
“ aku sudah tau “ kataku cepat
Kini hatiku kembali murung
Chaz masih menggodaku , tentang kejadian Jason yang mengantarku . sampai aku masih rumahpun chaz masuk rumahku . mau apa dia . akukan udah tau masalah justin dan Caitlin , lalu apa yang dia mau . aku mengambilair dingin di kulkas , menuangkannya di gelas dan meneguknya . chaz tetap berceloteh
“ rachel , jujur saja padaku . Jason itu pengganti luke kan ? lalu apa yang harus kita lakukan untuk membantu cait ? cepat katakan. Jangan diam saja “
“ chaz . mulutku kenapa ? kau terus berceloteh , kepalaku saja sampai pening . dengar ya ! Jason adalah temanku , luke adalah temanku saat dibahamas dan kami semua hanya teman dan aku hanya menyukai ju—maksudku aku hanya mengganggap mereka teman . untuk urusan justin dan Caitlin aku akan memikirkannya . karena jika aku memikirkannya bersamamu , kau hanya akan terus bicara yang tidak penting yang sama sekali tidak membantuku “
“ kau hanya menyukai siapa ?”
“ aku tidak mengatakan siapapun . sekarang kau keluar rumahkku . sebelum aku yang menyeretmu keluar rumahku “ dustaku
“ begitu ya ? padahal ada yang ingin aku ceritakan “ katanya menunduk . hoh ! lagi lagi dia memasang wajah yang membuatku iba . apa dia tidak tau , hatiku ini gampang sekali tersentuh . aku mengalah karena wajahnya yang sedang muram .
“ baiklah . aku akan menjadi pendengar yang baik . apa yang akan kau ceritakan ?” chaz , aku dan justin sedikit lebih banyak kesamaan . kami sama sama tidak mempunyai ayah . ayah chaz tinggal di London bersama adiknya . dan orang tua mereka sudah lama berpisah . chaz menarik nafas panjang dan menatapku sekilas . kemudian menatap kuku jari tangannya
“ aku menyukai Kristen “
Aku tetap bersikap tenang . Kristen ? teman justin saat kami di atlanta ? yang membuat video klip bersama waktu itu . chaz menyukainya ?. lalu aku bertanya “ lalu apa masalahmu ?”
“ dia sudah punya kekasih “ katanya lagi dengan nada sedih
“ ya sudah kau cari saja gadis lain . apa susahnya ? kau cukup tampan “
“ kau ini . teman macam apa ? kau tidak punya perasaan . masalahnya aku terlalu menyukai Kristen “
“ kau tunggu saja sampai dia putus dengan kekasihnya itu .memangnya siapa nama kekasihnya ?”
“ tom forres “ katanya “ namanya terlihat keren . sedangkan namaku hanya Charles graver somers . jelek sekali bukan ?”
Aku langsung tertawa keras . dasar bodoh . dia itu aneh sekali , apa hubungannya nama akan menjadi terlihat keren dimata para wanita . pikirannya dangkal sekali .” dasar bodoh ! kau urus saja sendiri tentang perasaanmu pada tom forres astaga ! maksudku pada Kristen .  aku harus memikirkan masalah justin dan Caitlin . sekarang kau pulang . nanti malam , aku kerumahmu untuk membahas masalah percintaanmu itu . bagaimana ? “
“ bilang saja kau ini mau tidur . benarkan ?”
Aku menepuk bahunya “ kau memang pintar somers “

Setelah chaz pulang . aku naik tangga menuju kamarku . lalu merebahkan tubuhku yang lelah . aku tengkurab dan melihat hasil fotoku tadi . ada satu foto yang menurutku bagus . saat aku melewati sebuah perumahan di dekat taman kota tadi . aku melihat seorang gadis yang menatap kearah rumahnya dengan menundukan kepala dan memegang koper besar di tangan kirinya . langsung saja ku potret dia . setelah memotretnya barulah aku berkenalan dengannya . dia bilang namanya bella . tapi dia tidak menyebutkan nama belakangnya . dia berkata dia akan pindah ke London . dapat kulihat ekspresi wajahnya begitu murung . kasihan dia .
Setelah puas melihat hasil fotoku . mataku terasa  berat , aku sudah menguap beberapa kali . akhirnya aku tertidur ..
AUTHOR P.O.V
ATLANTA ..
Justin memetik gitarnya pelan . wajahnya terlihat begitu sedih , pandangannya kecewa . dia memetikan lagu never let you go , itu lagu barunya . kini dia merasakan bagaimana putusnya hubungan . dia pernah merasakan ini sebelumnya . tapi ini berbeda , dia terlalu mencintai kekasihnya yang sekarang , Caitlin beadles . justin terlalu mencintainya . tapi dia harus menerima kenyataan . ini juga kesalahannya . kenapa dia terlalu sibuk dengan karirnya ? sehingga dia harus meninggalkan orang yang dicintainya .
“ ini memang salahku . aku yang terlalu mementingkan bagaimana karirku . dan aku sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan Caitlin . mana mungkin ada yang mau jika seseorang sering di tinggal kekasihnya . aku memang bodoh ! apa yang harus kukatakan ? apa yang harus kulakukan ? “ batin justin .
Kemudian dia mengambil ponselnya di saku celana . dan memandang foto dirinya bersama caitlin yang masih mejadi wallpaper ponselnya . dengan cepat sekelebat nama terlitas . “ RACHEL “ katanya . dia memijit beberapa digit nomor tapi rachel tidak mengangkatnya . “ rachel angkat panggilanku .. ku mohon …” justi terus mencobanya sampai beberapa kali , tetap tidak ada jawaban .
“ kemana dia ?”

RACHEL P.O.V
Toronto
Ponselku terus menjerit . tapi kubiarkan saja . ponselku ada di meja belajar , aku malas mengambilnya . mataku masih ngantuk . mungkin saja itu hanya panggilan dari chaz tentang masalah Kristen . aku tertidur lagi . tapi baru beberapa menit aku langsung terbagun saat mom tiba tiba masuk kamarku dan membuka semua laci meja belajarku .
“ mom sudah pulang . ada apa mom ?”
Mom tidak menjawab dan tetap mengobrak abrik seluruh kamarku . kertas dan bukuku berserakan . mom melirik kameraku dan merebutnya .
“ kau ? mau jadi apa kau ? kau hanya menggunakan ini untuk urusan yang tidak penting rachel ? “
“ tidak peting bagaimana mom ? mom bilang foto adalah dokumentasi kehidupan kita “
“ kau salah rachel . kau menggunakan kalimat mom dengan salah . kau hanya memotret tidak jelas . cepat hapus semua foto itu “
“ tapi mom . ini adalah hoby baruku . apa ini salah ? aku menyukai photograph”
“ apa dengan menjadi seorang photograph kau akan menghasilkan uang yang banyak ? tidak rachel. Sebaiknya kau manfaatkan suaramu yang cukup bagus itu . kita harus membuktika pada dadmu bahwa kita bisa tanpanya “
“ aku akan mendapatkan beasiswa dari hasil perlombaan fotoku mom . aku akan berkuliah di new York “ air mataku sedikit menggenang di kelopak mataku
Mom tidak mendengar ucapanku . dia menghapus semua fotoku di kamera milliku lalu mengambil semua tumpukan foto yang ku simpan di bawah kasur milliku . membawanya ke halaman depan lalu MEMBAKARNYA .
Aku menangis dan terus menarik baju mom . “ mom jangan lakukan itu ! aku menyukai photo . mom hentikan “
Percuma saja semua itu . semua foto sudah terhapus , terbakar dan hanya menyisaka abu yang tak ada artinya lagi . semua fotoku dengan justin , chris , chaz , luke , Jason , Caitlin dan foto masa kecilku . terhapus ! mom yang berkata bahwa foto adalah dokumentasi dan kini semua dokumentasi itu sudah hilang tak bersisa . yang tertinggal hanya beberapa foto di dinding rumah dan kamarku .
Tuhannnn … ini doaku lagi . apa doaku tak ada sedikitpun yang terkabul ? aku selalu berdoa agar aku tidak lagi mencintai justin . tapi nyatanya aku semakin menyukainya . dan kini aku menemukan akan menjadi apa aku nanti , tetapi mom menutup semua apa yang aku inginkan . cita citaku menjadi photograph terhapus sudah . kau memang tidak adil . justin bisa menjadi artis besar . itu cita citanya , pattiepun mendukungnya . kini dia dikenal seluruh dunia  . sedangkan aku ? aku hanya akan menjadi orang yang tak berarti apapun bagi dunia ..


******
 Semua mimpi itu sudah berakhir . semua keinginan dan apa yang aku cita citakan tidak ada lagi . dua tahun aku memimpikan semua ini untuk menjadi fotografer yang terkenal . siapa tau aku bisa menjadi terkenal seperti justin . tapi baru saja aku menggali lubang dan kini sudah terkubur lagi ? itulah ungkapa yang cock untukku saat ini . aku menatap mom yang masih membakar semua hasil fotoku .
“ suatu saat nanti . aku bisa buktikan pada dad bahwa aku bisa mom . tolong jangan halangi apa yang aku inginkan mom “ aku benci ini . memohon ? aku benci memohon . ini bukanlah aku yang sebenarnya .
“ kau akan buktikan apa pada mom ? “
“ aku .. aku … “ ya tuhannn tolong katakan sesuatu , aku menelan ludah dan berkata ”aku bisa menjadi fotografer sekaligus penyanyi “
“ buktikan itu “ kata mom. Dan mom menghentikan membakar fotoku . aku tertatih tatih mengambil sisa foto foto itu . hanya sisa beberapa lembar . aku mengambil salah satu foto . ini fotoku dengan justin . dan …. Hampir seluruh foto ini terbakar . aku menangis .
--
Aku kembali kekamarku . mengambil ponsel di meja belajar dan kembali merebahkan tubuhku di atas tempat tidur . astaga ! ada 20 missed call dari justin . ah aku lupa masalah ini . dia dan Caitlin . aku memijit nomornya dan panggilan tersambung .
“ kau kemana saja ? aku ingin membicarakan sesuatu padamu . ini masalah penting ku mohon beri aku satu nasihatmu . nasihatmu selalu ampuh rachel “ tidak berkata hallo ataupun selamat sore dia sudah menghujaniku dengan banyak pertanyaan dan pernyataan . dasar justin ! memangnya aku psikolog yang akan terus mendengar keluh kesahnya ?
“ aku tidur . kau mau membahas tentang Caitlin ? maaf itu hanya masalahmu dengannya . dan bukan masalahku . jadi kalian selesaikan saja masalah kalian berdua “ kataku lemah
“ nada suaramu kenapa ? kau sakit ? ayo ceritakan padaku ?”
“ aku baik baik saja . ada lagi yang akan kau bicarakan ? hanya satu pesanku . kurasa kau harus bisa memahami dirimu sendiri . kau harus bisa tau apa yang menyebabkan putusnya hubunganmu dengannya . kau seharusnya sudah tau apa resiko menjadi artis besar seperti sekarang . justin, tidak semua wanita mengerti dengan kesibukanmu . termasuk aku “
Justin terdiam lama “ kau ? kau tidak mengerti dengan kesibukanku ? bukankah kau mendukung apa yang aku cita citakan ?”
“ justin … aku merindukanmu yang dulu . “
“ rachel aku ..”
“ ah ya , aku mau harus kerumah chaz . lain kali kita mengobrol lagi ya “ secepat mungkin aku menutup panggilan teleponku . apa yang baru saja aku katakan ? ahh dasar kau bodoh sekali rachel . pasti justin berfikir yang macam macam ? aduhh bagaimana ini ? . lebih baik sekarang aku berendam .

Aku baru saja pulang dari rumah chaz . dia bilang dia akan pindah ke atlanta . dan dia akan mengejar cintanya untuk Kristen . berarti hanya aku sendiri disini bersama ryan . semua sahabat kami yang lain tinggal di atlanta . menyedihkan . aku berjalan di sekitar komplek perumahanku . menendang semua kerikil kecil . kalian tau? Bagaimana perasaanku ? aku sedih aku ingin sekali berteriak pada dunia . aku di tinggal sahabat masa kecilku .
--
TORONTO , desember  2010
Aku duduk diam di sofa memandang acara di televise . aku membuka mulutku lebar lebar menyaksikan apa yang ada dihadapanku . ya tuhann begitu besarkah perubahan yang terjadi pada teman masa kecilku ? dia ? aku tidak salah lihatkan ? dia justin teman masa kecilku ? aku sulit memercayai ini . dia sedang bernyanyi pada salah satu acara , dia bernyanyi One less Lonely girl untuk selena Gomez ?
Justin memegang pinggul selena . lalu wajah mereka berdekatan ? ya tuhannn aku memang bodoh . kini ku tarik kembali ucapanku , aku memang salah memberikannya kategori sebagai cinta pertamaku . hoh !
Sebelumnya kau memang sering melihatnya dekat dengan seseorang . misalnya miley cyrus , taylor swift , dan kini selena Gomez ? aku menggelengkan kepalaku . apa dia tidak paham kata kataku yang dulu pernah aku ucapkan ? dia benar benar bodoh atau pura pura bodoh .
Apa dia benar benar tidak mengerti perasaanku untuk kesekian kalianya bahwa aku menyukainya ? apadia tidak sadar akan hal itu ? kelopak mataku terasa berkaca kaca . dan butiran itu jatuh menjadi air mata yang cukup deras .
Bukankah aku pernah berkata padanya aku merindukannya yang dulu ?
TORONTO . maret 2011
Selamat ulang tahun sahabat kecilku dan selamat ulang tahun untukku . aku meniup lilin kecil yang ku pasang pada sebuah cake kecil . aku merayakan ini , ini ulang tahunku ke 17 tahun . malam ini adalah ulang tahunku , tepat 1 maret . justin juga sama denganku . mungkin dia sedang merayakan ulang tahunnya kali ini dengan kekasihnya . tapi aku ? aku merayakan ulang tahunku seorang diri . aku merayakan ini di taman komplek . ryan ? sekarang aku jarang bertemu dengannya.
Mom pasti akan pulang terlambat malam ini . mom sudah bekerja di perusahaan yang lebih baik . perusahaan yang lebih besar . kini mom tidak terlalu memaksaku untuk menjadi seorang penyanyi . dan kini aku kembali menyukai photograph , aku akan meneruskan kuliahku di new york dan mom mengizinkannya . chaz sudah pindah ke atlanta dua tahun yang lalu . kini aku benar benar seorang diri .
Aku memakan potongan pertama cake kecil milikku . aku kembali menangis . apa ada yang peduli padaku ? tidak ! aku selalu ke gereja setiap minggu , tapi apa tuhan mengabulakn semua doaku ? tidak !
Kini aku terisak ! bahkan justinpun tidak mengirimku pesan tentang ulang tahun ini . apa mungkin dia sampai lupa ? atau dia juga sedang merayakan ulang tahunya dengan selena ? chaz ? apa dia juga lupa mengucapkan sepatah kata saja untukku ? hanya chris , cait , dan ryan yang memberi ucapan untukku malam  ini .
Aku menangis . ini tepat jam 1 malam . aku hanya terdiam sendiri di taman yang sudah mulai sunyi . aku memandang bintang di langit . mencari bintang mana yang paling terang . aku masih menangis , kemudian berkata lirih
“ mereka semua tidak ingat padaku .. semua melupakaaku . aku hanya sendiri . ku kira angka 17 adalah angka yang terbaik . tapi? Ini adalah yang terburuk.
“ angka terburuk . itu menurutmu , menurutku tidak “
Aku tersentak .dan segera enoleh kearah suara itu . aku menatpnya lama . ku kira ada hantu pada jaman sekarang ternyata ?
“ Jason ?”
“ ya ini aku . ayo tiup kue nya “ perintahnya . Jason sudah menyodorkan cake yang lebih besar dari cake milliku . sudah ada angka 17 di tengah kue . aku tersenyum manis . Jason bahkan hanya teman satu sekolahku , dia baru mengenalku tiga tahun saja , tapi dia bahkan memahamiku lebih dari apapun .  ya hubunganku dengannya memang semakin dekat .
“ melamun lagi ? cepat tiup lilinnya . sebelum itu kau harus make a wish “
Aku tersentak dan memejamkan mataku . tuhannn aku hanya ingin kebahagiaan dalam hidupku . itulah doaku . ku buka lagi mataku dan meniup lilinku
“ terima kasih Jason “
“ tentu . apa yang baru saja kau harapkan ?”



*************
“ yang aku harapkan ? tentu saja rahasia “ kataku tersenyum menatap Jason . Jason pun tersenyum . kalau dilihat begini dia juga tampan , benar dugaanku . dia benar benar mirip david henrie dalam film Disney . dalam kegelapan malam pun dia tetap tampan . kenapa dulu aku menolaknya ? rachel .. kau memang bodoh kau terlalu dibutakan oleh justin bieber. Apa jika nanti Jason mengatakan untuk kedua kalia dia menyukaiku lalu apa aku akan menerimanya ? ahh tidak tidak ! lagi lagi aku meracau .
“ kenapa kau menatapku seperti itu ? “ Tanya Jason bingung , karena aku menatapnya dengan terus tersenyum . aku tersentak tapi tetap menatapnya .
“ memangnya aku tidak boleh menatapmu ? “ kataku tersenyum “ jason ternyata kau tampan juga “ kataku menggodanya
“ tentu saja . kenapa kau baru menyadarinya sekarang hem ? kalau kau bilang aku tampan kenapa dua tahun yang lalu kau tidak menerimaku sebagai kekasihmu ?”
Aku memukul pelan bahunya “ kau ini ! karena hatiku.. “ aku menunjuk dadaku sendiri “ belum bisa menerima kau sebagai kekasihku . aku lebih merasa kau adalah orang baik yang bisa mendapatkan siapapun yang lebih baik dariku “
“ kau benar . perasaan tak bisa di paksakan” Jason terdiam dan menatap kue yang masih di pegangnya “ bagiku kau adalah yang terbaik . hingga umurku 17 tahun aku belum pernah menemukan gadis sepertimu . bagiku kau itu baik “
Aku memukul lagi bahu Jason “ kau ini sedang menghiburku atau menggodaku ? aku pernah mendengar kau dekat dengan ginny , emma , lucy mereka bahkan mengejarmu . mereka cantik lalu baik . kenapa kau tidak menyukai mereka ?”
“ aku tidak menggodamu . lihat ekspresiku aku ini sedang berkata serius . aku sudah mengatakannya padamu perasaan itu tak bisa dipaksakan . rachel , jika aku berkata lagi aku menyukaimu . apa jawabanmu akan tetap sama seperti dulu ?”
Aku menarik nafas lalu menatap langit yang semakin gelap . bintang yang masih bertabur menghiasi langit kotaku tercinta Toronto . “aku … maksudku aku sendiripun tidak tau . aku sering berpikir kenapa aku tidak bisa mencintaimu yang jelas jelas sudah mencintaiku . tapi nyatanya hatiku berkata lain , di hatikku ada seseorang yang mungkin berarrti untukku . maafkan aku Jason “ aku menatapnya “ kita masih bisa bertemankan ? semoga saja suatu saat nanti perasaanku padamu akan berubah “ kataku tersenyum
Jason membalas senyumku . dia terlalu baik untukku . aku takut jika nanti aku menerimanya tapi nyatanya hatiku berkata lain . aku takut dia hanyalah pelampiasanku pada justin .
Jason mendekatkan wajahnya pada wajahku . umurku 17 tahun , aku tentu tau apa yang akan dia lakukan . saat wajah Jason sudah dekat dan  aku segera berseru
“ astaga ! aku lupa cakenya . berikan padaku biar ku beri kau potongan pertama untukmu “ aku segera memalingkan wajahku mendekatkannya pada kue yang di pegang  Jason . Jason tertawa kecil , lalu dia memberikan cakenya padaku
“ kau pintar sekali memalingkan wajahmu setiap aku melakukan hal ini “ aku mendengar perkataannya dan terus memotong cake
“ memangnya kau mau melakukan apa ?” aku pura pura bodoh dan Jason tertawa lagi .
“ sudahlah lupakan . ayo berikan potongan pertama untukku “
Aku tersenyum menang dan menyuapi Jason . aku mengambil krim kue lalu menempelkannya pada wajah Jason dan Jason membalasku begitu seterusnya hingga wajah kami penuh krim . kami tertawa lepas , sekarang pukul berapa ? aku pasti terlambat ke kampus besok . aku tidak peduli ! ternyata angka 17 tidak terlalu buruk .
“ ayo kita berfoto “ kataku menghentikan Jason yang akan membubuhkan krim untuk kesekian kalinya
“ dengan wajah seperti ini ?” katanya
“ tentu . memangnya kenapa ?”
“ tidak apa apa . ayoo “
Aku tidak membawa kameraku jadi ku keluarkan ponselku dan kami berfoto . sempat ku lihat sebelumnya di layar ponselku ada sebuah message dari justin . tapi aku tidak ingin membacanya sekarang .
Tepat pukul 3 malam aku pulang . Jason mengantarku . dia masuk kerumahku untuk membersihkan wajahnya .lalu dia menyodorkan sebuah bungkusan kado berwarna biru
“ untukmu . semoga kau suka “
“ terima kasih Jason “ dia tersenyum . menaiki motornya  dan pulang .
 aku melihat ke kamar mom . mom sudah tertidur . apa mom lupa hari ini adalah hari ulang tahunku ? . Aku berjalan lemas masuk kamar , membersihkan wajahku di watafel lalu mengganti pakaianku . membuka ponselku untuk melihat apa yang justin katakan pada messagenya . sebuah MMS . dia menyuruhku membuka emailku . aku menurut saja .
Aku membuka laptopku lalu browsing membuka emailku . ada sebuah email dari justin aku membukanya . astaga ! aku mematung melihatnya . entah apa yang kini aku rasakan , terharu ? sedih ? bahagia ? kesal ? entahlah . aku kesal karena dia telat mengucapkannya untukku . sedih karena dia bukanlah orang pertama yang memberiku selamat . terharu karena dia telah memberikan hal ini . bahagia tentu saja karena aku yakin dia telah membuat ini dengan susah payah .
Sebuah video berdurasi 5 menit . berisi foto fotoku dengan justin dahulu saat kami masih kecil . foto itu terus berganti ganti sesuai umur kami yang semakin tumbuh dewasa . ada juga foto kami yang merayakan ulang tahun bersama dari umur kami 9 tahun dan terakhir pada usia kami 16 tahun . aku menangis melihat ini semua . aku tau justin pasti sulit mencari foto kami yang terdahulu dan aku menghargai itu . terlebih lagi backsongnya adalah lagu with you yang sering kami dengarkan .
Dan pada akhir video ada foto justin yang merayakan ulang tahunnya ke 17 . dalam foto tersebut dia tersenyum berpelukan bersama selena .
“ SELAMAT ULANG TAHUN SAHABAT KECILKU . lihat kita sudah dewasa bukan . kita 17 tahun . maaf aku sedikit terlambat mengucapkan ini . aku baru saja menyelesaikan ini pukul 2 tadi . ini fotoku bersama selena , besok ku kirim lagi video yang cait, chris , dan chaz buat untukmu . rachel farrant aku mencintaimu sahabat kecilku “
Itulah kalimat terakhir dalam video tersebut . cukup mengharukan tapi juga menyesakan . kenapa harus dengan selena . rasanya aku lebih rela kalau dia berciuman dengan Caitlin . hoh !!
Tentu saja dia telat mengucapkannya . diakan bersenang senang dahulu bersama dengan selena barulah dia ingat padaku . dan ku rasa saat ini Jason lebih baik dari justin !!
Aku menutup laptop lalu membuka selimut yang menutupi tempat tidurku dan ya tuhann .. lagi lagi aku terlalu negative thinking , lihatlah begitu banyak hadiah yang mom berikan . terima kasih mom .. dan terima kasih justin
Ada sebuah message lagi dari justin
“ kau sudah membukanya ?”
Aku tidak membalasnya . mataku sudah terasa lelah ..
--
Aku terbangun karena teriakan mom , aku rasa baru tadi aku memejamkan mata tapi sekarang sudah harus bangun lagi . ada apa sebenarnya mom memanggilku ? jadwal kuliahku itu nanti siang . ah menyebalkan .
Aku membuka mataku . rambutku masih berantakan . aku menguap menuruni tangga dan menghampiri mom yang terdiam di ambang pintu depan rumahku
“ jangan berteriak seperti itu mom . memangnya ada apa ?”
mom menunjuk kedepan tanpa mengatakan apapun . aku mengikuti arah mom menunjuk . aku kaget
“ justin ? Caitlin ? chaz ? chris dan  selena ? kalian ?”


********
Aku masih terdiam menatap mereka semua yang menatapku menahan tawa . akhirnya aku tersaddar yang mereka tertawakan adalah penampilanku yang masih berantakan . aku segera berlari kekamar lalu ke kamar mandi dan berendam sejenak . dasar bodoh ! nanti apa yang mereka katakan ? mereka pasti berfikir aku masih berumur setidaknya 13 tahun . hoh ! aku ini memalukan sekali. Kenapa mereka semua berkumpul ? memangnya ada apa ? datang ke Toronto tidak memberiku kabar .
Selesai mandi dan berpakaian . aku memakai rok pendek sedikit diatas lutut berwarna coklat muda dan kaus putih berwarna putih . menggerai rambutku lalu membawa kameraku . lalu berjalan menuruni tangga . mereka menatapku . apa ada yang salah ?
Aku duduk di sofa samping chaz . mereka masih diam . bukankah tadi mereka menertawakanku . aku mengibaskan tanganku di hadapan wajah chaz .
“ chaz ?” dia tersentak lalu tersenyum melihatku . aku menatap yang lain mereka tersenyum kearahku . ada apa sebenarnya ?
“ kenapa kalian menatapku seperti itu ? “ tanyaku
“ kau cantik “ kata justin masih menatapku . aku memandangnya bingung , aku cantik ? tentu saja aku ini wanita . kenapa dia baru menyadarinya sekarang ? dasar lamban
“ aku memang cantik . “ kataku bangga “ kenapa kalian tiba tiba saja ada disini ?”
Perlahan mereka semua mengeluarkan sesuatu dari kantung besar . hadiah untukku ? ahh senangnya meskipun tidak memberikannya tepat jam 12 malam . pertama justin memberikan bungkusan biru . lalu chaz kemudian Caitlin lalu Christian dan terakhir selena . aku memandang selena , ini pertama kalinya aku melihat dia secara langsung . dia tersenyum . aneh sekali, dia tidak memperkenalkan diri tidak seperti cait dulu, dan sekarang dia memberikan bungkusan besar untukku .
“ untukmu rachel . senang berkenalan denganmu , kau tentu tau siapa aku ? dan aku sering mendengar ceritamu dari justin . dan akhirnya kita bertemu “
Siapa dia ? tentu saja aku tau . aku bahkan tau dia karena aku menyukai actor david henrie dan kebetulan saja pemain wanitanya adalah dia . jadi aku tentu saja tau . aku juga sering mendengar namanya , karena dia selalu di samping justin . menyebalkan . setiap aku menonton televisi justin yang diliput tentu saja dia bergelayut di lengan justin . acara award manapun mereka selalu bersama , siapa yang tidak tau dia ? bahkan kini dia di sebutkan ‘selena Gomez kekasih justin bieber’ apa dulu cait mendapat gelar seperti itu ? kurasa tidak ! bahkan saat cait berpacaran dengan justin mereka lebih terkesan tertutup !!
Sudahlah jika aku mengungkapkan kekesalanku itu tidak akan ada habisnya . justin memang telah banyak menyakiti hatiku dengan perbuatannya tapi aku bahkan masih mencintainya . hoh !
Aku menerima kado selena dan yang lain lalu menyimpannya di kamarku kemudian aku bergabung dengan mereka lagi . ah ya ! aku belum membuka semua kadoku . dari jasonpun aku belum membukanya . nanti malam saja , bukankah masih banyak waktu ?
“ mana kado untukku ?” kata justin
Kado untuknya ? astaga ! aku hampir saja lupa memberikannya , aku segera berlari ke kamarku dan mengambil bungkusan berukuran sedang yang kusimpan di meja belajar .
Justin tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil bungkusan yang ku pegang . aku menampisnya
“ tunggu dulu . kau janji jangan banyak berkomentar ? karena ini hasil jerih payahku membelikanmu ini . aku memakai uangku sendiri jadi ku harap kau –“ belum selesai aku menyelesaikan ucapanku justin sudah merebut bungkusannya . aku berusaha mengambilnya lagi tapi justin sudah membukanya . aku menyerah justin berseru keras
“ ini hasil jerih payahmu ? ini keren “ justin mengambil topi NY warna ungu dan memakainya lalu mengambil jam tangan hitam di samping topi kemudian memakainya di pergelangan tangan kanannya . “tunggu ! hasil jerih payahmu . kau dapat dari mana ?”
“ jangan kau kira aku ini tidak bisa melakukan apapun untuk membantu ibuku . aku sering mengikuti lomba photograph lalu aku menyanyi meskipun suaraku tidak sebagus suaramu dan tidak pandai bermain alat music sepertimu tapi aku yakin aku juga bisa membuat album sepertimu “ kataku bangga
“ kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau ikut perlombaaan seperti itu ?”
“ memberitahumu ? bukankah sibuk ? ulang tahunku saja kau lupa . aku yakin cait dan chrislah yang memberitahumu tentang ulang tahunku “
Justin tersentak lalu terdiam dan tersenyum lemah “ maafkan aku . aku memang hampir lupa ulang tahunmu . tapi saat aku tau ulang tahunmu aku langsung mengirimmu email itu . kau suka dengan video itu tidak ?”
Aku mengangguk .
“ rachel , dimana kamar mandimu ?” Tanya chris . aku segera menoleh dan menunjukan arahnya . lalu ku lihat wajah chris
“ kau kenapa chris ? wajahmu ? kau menahan sesuatu ?” tanyaku
“ jangan tanyakan ini . sejak tadi aku ingin menyela pembicaraanmu dengan justin tapi aku takut mengganggu kalian “ setelah berbicara itu dia berlari ke kamar mandi . lalu ku tatap lagi wajah justin .
“ justin rambutmu… kenapa kau potong ? dimana hairflipmu ? sebenarnya aku sudah tau ini . aku tau dari para fansmu itu di banyak blog atau apapun , tapi sayang sekali . apa kau tidak tau para fansmu itu kecewa denganmu “
Justin tertuduk dan melepaskan topinya lalu menatap topi itu lama . chaz mencubit perutku
“ chaz ! apa yang kau lakukan !” tanyaku galak
“jangan bahas itu . kau tidak lihat wajahnya ? “
“ memangnya kenapa . aku hanya ingin tau “ kataku kemudian kembali menatap justin . selena itu kenapa ? dia terus bermain ponsel .
“ dia menyumbangkan rambutnya dalam lelang kemudian menyumbangkannya “ cait berbisik . lihat ! cait saja yang mantan kekasihnya menjelaskannya padaku , tapi selena ?
“ sudah kubilang . kita ini sudah dewasa bukan ? 17 tahun rachel . aku ingin terlihat lebih dewasa , memangnya tidak boleh ? bukankah aku lebih terlihat tampan “ kata justin tersenyum . aku tidak membalas senyumnya dan menatapnya semakin dalam .
“ tampan ? wajahmu tidak berubah . tapi tulang pipimu terlihat lebih kurus . kau diet ya ? kau lebih meikirkan pendewasaanmu dibandingkan perasaan para fansmu ?” kataku mantap . dan chaz mencubit perutku lagi . lalu cait memegang lenganku . “ chaz ! kau diam “ kataku . aku sudah mulai marah .
“ aku tidak diet . aku hanya berolahraga sedikit . aku memikirkan para fansku rachel . tapi aku hanya ingin ada perubahan dalam diriku “
“ sudah kubilang , aku merindukanmu yang dulu “ aku segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi . saat aku membuka pintu kamar mandi aku segera menjerit.
“ CHRISTIAN !!” kataku , kemudian menutup mataku dan berbalik . dasar bodoh ! bisa bisanya saat marah aku melakukan hal bodoh . justin tidak menyusulkan melainkan menertawakanku . ahhh semua menertawakanku .
“ kenapa kau tidak mengunci pintunyaa “ kataku kemudia menjauh dari kamar mandi
“ kalau kau mau lihat , tentu saja boleh “ kata chris tertawa . dia itu polos atau memang tukang menggoda ???
“ itu menjijikan Christian !!”
 Aku segera duduk di sofa lagi . dan menatap justin yang masih menertawakanku . selena menatapku . dan tersenyum kemudian dia berkata
“ kenapa kau tidak melihat chris saja ? aku yakin kau belum pernah melihat seseorang yang seperti itu ?”
“ aku wanita baik baik . bahkan aku baru berciuman satu kali” kataku mantap . selena tertawa . memangnya kenapa jika baru satu kali ? kenapa dia harus tertawa ?  aku bukanlah wanita murahan yang akan menerima semua perlakuan pria padaku . lihat saja ? sudah berapa kali Jason mencoba menciumku tapi aku selalu menghindar . entahlah mungkin aku tidak mau bibir ini tersentuh siapapun selain justin . padahal justin sudah banyak melakukan itu dengan selena ataupun Caitlin .
Selena hanya mengangguk kemudian menaruh kepalanya di paha justin . menyebalkan sekali . aku hanya menatap mereka . justin mengelus pelan rambut selena . kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir selena . ini menjijikan ! aku melirik Caitlin dia hanya menyibukan dirinya dengan ponsel miliknya . aku tau cait mengalihkan pandangannya dari kejadian ini . kemudian aku melirik chaz dan dia hanya mengangkat bahu . aku tau bagaimana perasaan Caitlin, jadi aku bangkit kemudian berseru .
“Caitlin ! bisa kau bantu aku membuat camilan ? sepertinya setelah chris membuang sesuatu disana dia pasti lapar ? “ cait mengakat wajahnya kemudian tersenyum lemah menatapku  .
“ ayoo . dengan senang hati aku membantumu” kemudian aku kami berangkulan masuk dapur . lalu terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan chris tersenyum jahil padaku
“ sayang sekali kau tidak melihatnya “ katanya tertawa .
“ aku tidak tertarik “ kataku kemudian melangkah lagi . tapi aku dan cait berhenti melangkah ketika selena berkata
“ boleh aku ikut membantu ?” kata selena , kemudian dia bangun dari pangkuan justin . aku melihat raut wajah cait . aku langsung berkata dengan ceria
“ tidakk usahh . kau baru pertama kali dirumahku . kau duduk diam saja , sepertinya justin masih ingin menciummu “ setelah berkata itu aku segera menarik cait masuk dapurku .
Aku segera menyiapkan bahan membuat cake coklat . mengaduk adonan dan menyiapkannya untuk di masukan ke dalam oven . aku dan cait masih terdiam , cait berdiri menyandar di dinding dan memainkan kuku jarinya .
“ bagaimana perasaanmu ?” kataku sambil memasuka adonan dalam oven . dapat ku dengar cait mendesah nafas panjang .  aku menoleh dan melihat cait menutup wajahnya . “kau sudah tau tentang ini ?” tanyaku lagi
“ perasaanku ? kau tentu bagaimana jadi aku .aku harus segera melupakan dia rachel .aku tau , tentu aku sangat tau . bahkan aku merasa dunia ini begitu tidak adil . kau tau ? akulah yang pertama kali di beritahu oleh justin tentang hubungannya dengan selena . “ cait mulai mendekatiku dan air matanya sudah jatuh .
“ kau tidak perlu melupakannya . kau hanya perlu mengenangnya saja sebagai masa lalumu yang indah . kau akan butuh waktu yang lama untuk melupakan kejadian atau hal yang begitu indah “
“ ya kau benar . sebesar  dan seberusaha apapun aku melupakannya , aku tidak akan pernah bisa melupakan justin . dan kini aku sadar mungkin selena lebih memahami kesibukannya .”
“ jangan dipikirkan lagi . sudah biarlah justin menjadi kenangan indah dalam perjalanan cintamu . sekarang sikap apa yang akan kau lakukan jika melihat hal seperti tadi “
“ menghindarinya dan berpura pura tidak melihat apapun “ kata cait mantap .
Aku menatap cait lama , dan dia tersenyum meyakinkanku . aku segera memeluknya . kau benar cait , kau punya perasaan yang sama terhadapku . justin memang jahat ! kita hanya perlu mengenangnya saja . dan berpura pura tidak melihat apapun . menutup mata dan menutup telinga . ku pejamkan mataku dan bisa kurasa cait menangis . aku bisa merasakan bagaimana di posisi cait . aku sudah banyak mengalami ini .
Justin berkencan dengan Ashley , lalu berpacaran dengannya , dekat dengan jasmine villegas , dan kini selena . justin benar benar tidak memahami bagaimana jika dia tau tentang perasakan ku ? aku juga ingin berteriak dan menangis sekarang , tapi itu tidak mungkin . lebih baik ku telan rasa tangisku dan menjadikannya sakit di tenggorokan .
Aku melepas pelukan cait ketika oven berbunyi menandakan cakenya sudah matang . “ jangan pikirkan masalah itu . kau ini cantik Caitlin , kau bisa mendapatkan yang lebih baik darinya “ kataku . padahal aku sendiri tidak yakin . aku sudah mencoba mencari seseorang yang lebih baik dari pada justin tapi nyatanya , aku juga menolak Jason yang jelas lebih baik dari justin .
“ terima kasih rachel . kau teman terbaikku “ katanya tesenyum . aku membalas senyumnya . sudah ku tata cakenya kemudian membawanya untuk mereka semua .
Kami sedang menyantap cake , kemudian bel rumahku berbunyi . aku segera berlari dan membuka pintu . aku tersenyum melihat siapa yang ada di hadapanku
“ Jason !” aku memeluknya sebentar kemudian melepaskannya lagi . kenapa aku begitu senang melihatnya . aku melihat Jason yang terdiam dan menatapku bngung
“ kau sakit? Kenapa sikapmu aneh sekali ?” dia memegang keningku , aku mengerutkan bibirku dan menampis pelan tangannya .
“ aku baik baik saja . aku hanya sedikit berlebihan . maafkan aku . ada apa tiba tiba kau kemari ?”
“ aku senang setiap hari kau berlebihan . kau tidak membaca pesanku tadi pagi ? aku mengajakmu bermain basket . kau masih menyukai basket bukan ?”
Aku memukul pelan bahu Jason “ ponselku ada di kamar . belum sempat ku baca . tentu saja aku masih menyukainya . ayoo kita bermain basket “
“ rachel , kau kedatangan temanmu ?” kata justin  yang tiba sudah ada di belakangku . aku sedikit terkejut dan mengangguk cepat
“mm , dia temanku. Dia Jason , kau mengenalnya kan ? ayoo kita bermain basket bersama sama ?”aku sudah menarik tangan Jason keluar rumahku . justin memanggil yang lain dan yang lain mengikutiku dan Jason yang sudah lebih dulu . aku berhenti sejenak dan menoleh kebelakang .
“ justin . bisa tolong kuncikan rumahku ?” seruku
Justin menatapku lama , kemudian dengan kesal dia berbalik dan mengunci kamarku .
Kami semua sampai di lapangan . Jason sudah membawa bolanya . cait dan selena duduk di pinggir lapangan . chris memilih tidak bermain , karena pemainnya ganjil jadi dia memilih untuk mengalah . aku bersama Jason dan justin bersama ryan . justin tersenyum mengejekku .
“ sudah lama aku tidak bertanding denganmu rachel . ayoo kita buktikan apakah kau masih mengingat basket ball ?” kata justin meremehkanku .
“ tanpamu aku masih bisa . memangnya aku hanya bermain denganmu saja”
Kemudian Jason menyikut pelan tanganku dan mendekatkan mulutnya pada telingaku “ kau yakin akan bermain basket ?”
Aku mengangguk cepat “ tentu saja , ayo kita lawan justin”
“ dengan pakaian seperti itu ?” tanyanya lagi . aku melihat pakaianku sendiri . astaga ! aku lupa , sekarang aku memakai rok coklat selutut dan kaus putih . matilah aku !
“ kenapa kau tidak bicara dari tadi “ kataku berbisik .
“ karena kau terus menariku” kata Jason semakin berbisik .
Justin menarik tanganku menjauhi Jason “ jangan berbisik seperti itu “ katanya galak
“ kau ini kenapa ? memangnya kenapa jika aku berbisik ?”
Justin melepaskan tangannya yang menarikku dan terdiam lama .


********
“ kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku ? kau tidak punya jawaban untuk itukan ? jadi jangan melarangku melakukan apapun justin ! kenapa kau marah jika Jason membisikan sesuatu padaku ? apa aku juga marah kau berciuman dengan selena ? “ kataku terus menghujaninya dengan begitu banyak kata kata . justin tetap bergeming dan diam . “ kenapa terus diam ? apa alasanmu ? “
Justin mendongak lalu menarik tanganku dan memelukku . aku diam kemudian aku tersadar dan mendorong tubuh justin agar menjauhiku. Tapi justin semakin erat memelukku . aku terus mendorong tapi justin tetap menahanku .
“ kau mau tau alasanku ?” bisiknya . dan kalimat itu membuatku terdiam tak bergerak . aku berhenti mendorong justin . air mataku turun entah kenapa . apa mungkin tangis yang ku tahan selama ini berhasil turun membasahi kedua pipiku . selama ini aku menahannya agar aku tak menangis di hadapan justin .
“ karena aku .. karena aku ..” justin masih tergugup . aku menantikan apa kalimat yang akan dikatakan selanjutnya .
“ karena apa ?” kataku dalam tangis
 “ nnggg.. ini belum saatnya aku mengatakan apa alasanku . nanti suatu saat nanti aku akan mengatakan apa yang dari dulu ingin kukatakan “ justin melepaskan pelukanku kemudian menatapku lama . “ kenapa kau menangis ? kau menangisiku ?”
“ aku ingin mendengar alasanmu sekarang  . kenapa harus nanti ? jika aku mati besok bagaimana ? “ aku menghapus air mataku dengan telapak tanganku “ aku tidak menangisimu . kau kan tau ,aku orang yang gampang tersentuh “ dustaku .
Justin tertawa kecil . “ sudah ku bilang belum saatnya rachel . nanti juga kau akan mengetahuinya sendiri . kau bohong ! ayo mengaku kau menangisiku bukan ?”
“ jangan percaya diri begitu . aku .. aku menangisi Jason “ kataku kemudian aku menunjuk Jason dan menariknya ke sampingku . Jason menatapku bingung “aku menangisi dia .”
“apa ? aku ? aku kenapa ?” tanyanya bingung . kemudian aku menyikut perutnya dan Jason mengerang pelan . justin tertawa . kemudian selena berseru
“ kenapa tidak jadi bermain ?” katanya . dia itu cerewet sekali . dia bahkan tidak marah justin memelukku . kenapa dia begitu tidak pedulli pada justin ?
“ ayoo kita mulai “ sela chaz . kemudian kami memulai permainan kami . aku meloncat memasukan bola pada keranjang .
“ jangan mengintipku justin “ kataku . karena justin ada di sampingku ketika aku memasukan bola .
“ aku tidak melihatmu . rokmu yang sedikit terangkat “ lihatlah ! wajahnya menyebalkan sekali bukan ? dia memasang wajah polosnya seolah olah tidak terjadi apapun .
Aku mendengus kemudian melanjutkan lagi permainanku . beberapa kali aku meminta waktu istirahat karena rokku terus terangkat . dasar bodoh ! aku memang bodoh ! justin terus tertawa saat aku memegangi rokku yang tertiup angin . belum lagi chris berseru
“ aku melihatnya dari sini rachel “
Permainan berakhir , pemenangnya adalah aku dan Jason . tidak seperti biasanya justin kalah . apa mungkin dia mengalah untukku ? chaz marah marah pada justin . tapi dengan santai justin hanya mengedikkan bahu .
Aku memeluk Jason lagi “ kita menang Jason. Yipiiii “  Jason membalas pelukanku .
“ ya kita menang  “
Justin menarikku lagi “ jangan berlebihan seperti itu “
“ berlebihan apa ? aku hanya memeluknya . kalau kau mau kau bisa berpelukan dengan chaz”
“ tapi chaz itu pria “
“ tentu . memangnya aku berkata dia itu wanita ?”
--
Justin bilang dia akan menginap dirumahku  dan besok baru kembali ke atlanta . begitupun yang lain , dan ibuku mengizinkannya . Jason sudah pulang sedari tadi . aku cukup senang justin mau menginap di Toronto . disela sela kesibukannya dia mau menyempatkan diri untuk berlibur di Toronto .
Sore ini , chaz dan chris sibuk bermain games . itukan games yang dulu sering ku mainkan , dan sekarang karena aku tidak punya teman dekat aku jarang sekali bermain itu. Selena sedang di sofa dan mengobrol dengan justin . aku tidak peduli . mereka itu sedang mengumbar kemesraan ! aku dan cait sedang memakan ice cream sambil terus bercerita . saat ice creamku dan cait habis cait bilang ingin beristirahat di kamarku . ku ijinkan itu dan sekarang aku bingung akan melakukan apa .
Baiklah ku putuskan untuk bermain skateboard . sudah lama aku tidak melakukan ini . ku ambil skateku dan keluar rumah .
“ kau mau kemana ? “ Tanya justin .
“ bukan urusanmu “ aku segera keluar rumah dan menaiki skateku . ku hentakan kakiku dan meliuk liuk di jalan perumahan kecil . aku sempat menganti bajuku dengan baju lengan panjang dan memakaijins panjang . rambutku yang terurai panjang tertiup angin .
Ku hirup udara untuk mengisi paru paruku . ku hentikan skateku dan berhenti menatap tanah lapang kosong di hadapanku . aku duduk di skateku dan tertunduk . sekarang aku hanya bergeming . pikiranku terasa penuh dengan berbagai pertanyaan , namun aku bingung apa yang sebenarnya aku pikirkan .
“ apa yang kupikirkan ?” aku tersentak dan segera menoleh .
“ justin ?”
“ aku mencarimu . apa yang sedang kau pikirkan ?”
“ untuk apa mencariku ? aku hanya ingin sendiri . aku tidak memikirkan apapun”
Kemudian justin duduk di skateku dan aku menggeser dudukku . sehingga kami duduk berdampingan , menatap tanah kosong dan menatap matahari yang mulai terbenam .
“ kau menyukai Jason ?” Tanya justin
“ apa ? Jason ? “ aku terdiam kemudian berkata “ wanita mana yang tidak menyukai Jason . dia tampan dan baik “
“ jadi kau menyukainya ?”
“ aku bodoh jika menolaknya “
“ rachel aku bertanya , kau menyukainya atau tidak ?”
“ dia orang pertama yang memberi ucapan selamat ulang tahun untukku “
“ rachel ..” desis justin
“ sayang sekali . aku sudah belajar untuk mencintainya namun tidak bisa”
Justin menatapku , tapi aku tetap menatap  lurus kedepan .
“ kita belum berfoto pada umur kita yang 17 bukan ? ayo kita berfoto “ aku memecahkan keheningan , mengambil ponsel disaku celanaku dan merangkul bahu justin untuk memotret .



*****
Kemarin justin dan yang lain sudah kembali ke atlanta . aku menjalani hariku seperti biasa . kuliah seperti biasa . sekarang aku sedang berkuliah di YORK UNIVERSITY , tentu saja mengambil jurusan photograph . sekarang aku sedang menjalani tes untuk di pindahkan ke newyork tentu bersama Jason dan yang lain . kabar dari hubungan justin dan selena semakin besar . semua gossip , berita , atau apapun selalu tentang justin dan selena .
Kini aku harus menerima kenyataan tentang bagaimana seharusnya hubunganku dengan justin . kami hanya di takdirkan sebagai teman saja dan tidak mungkin lebih . aku selalu meyakinkan hatiku , menelan rasa sakit , dan menahan betaapa pedihnya kisah cintaku . pernah suatu hari aku sedang mencari objek yang bagus dalam dunia photographku , aku mencari di setiap sudut kota Toronto . bola mataku terus berputar mencari apapun yang menurutku adalah indah .
Dan pandanganku terhenti saat layar televise di salah satu pertokoan sedang menayangkan berita tentang selena dan justin . aku tau ini musim panas yang indah . dan hubungan justin dengan selena semakin dekat dan jelas dengan adanya bukti foto mereka di hawai . aku terdiam di layar televise yang masih menayangkan berita tersebut .
Aku menarik nafas dalam dalam . mencoba menjernihkan pikiranku . dadaku tepatnya hatiku rasanya sakit sekali . butiran air mata yang indah itu perlahan turun membasahi kedua pipiku . kenapa aku harus terus mengharapkan justin ? kenapa ? kenapa tuhan tak kunjung mengabulkan doaku ? doa yang selalu ku panjatkan sebelum tidur . doa yang selalu ku panjatkan kala aku pergi ke gereja . doa yang tak pernah putus ku tuturkan kala menatap bintang yang begitu terang dalam setiap musim . kadang ketika bintang jatuh terjadi aku mengucapkan beribu kata agar semua ini terkabul .
Sekarang apa yang aku harapkan darinya ? harapan kosong yang sewaktu waktu hanya akan menyisakan kepedihan semata . kini justin drew bieber bukanlah justin yang ku kenal . kini semua doa yang aku pinta pada tuhan ku hentikan . kini rasa cinta itu sedikit tergoyahkan . aku hanya akan menanggapnya sebagai masa kecil yang indah . saat lagu with you keluar dari mulut kecil kami tak lagi terdengar . saat hentakan skateboard di jalanan tak lagi terdengar . saat dentuman kecil bola basket di lapangan komplek kami tak lagi dimainkan . dan ketika gelak tawa itu perlahan memudar dan menyisakan kenangan indah . aku mengikrarkan dalam hatiku bahwa dia , justin bieber hanya teman masa kecilku .
Kini aku hanya mendukung semua apa yang dia katakan , dia lakukan dan apa yang dia inginkan . terkadang aku merasa menjadi bagian dari pada penggemarnya . merasakan bagaimana perubahan yang begitu besar . aku merasa kasihan pada penggemarnya yang sebagaian kecil menjadi haters hanya karena perubahan itu . aku bisa merasakan jeritan yang di katakan para beliebers itu , mendengar setiap kalimat yang begitu memprihatinkan .
Foto foto kemesraan itu . lalu foto saat mereka berciuman dalam salah satu award . lalu foto justin di premier film terbaru selena . kemudian foto justin dengan tindik di telinganya . dia itu mencoba dewasa atau apa? Dia semakin terlihat kurus . tuhaannn aku merindukan saat saat dahulu . saat kedua pipinya yang selalu ku cubit . saat dia menggerakan setiap menit rambutnya . saat kami berteriak menyanyi , saat dia menertawakanku . aku merindukan itu .

Kini aku kembali mengenang semua itu . aku menatap hadiah yang justin berikan padaku saat umurku 17 kemarin . sebuah kotak music yang indah dengan seorang gadis yang memegang microfon dan seorang pria memainkan piano . ku putar kunci di samping kotak itu dan sebuah music classic terdengar begitu indah . aku kembali menangis di sudut kamarku .

Hadiah yang lain tak kalah menarik . aku mendapatkan sebuah sweater tebal berwarna coklat muda dari chris dan bertuliskan  ‘ I LOVE CHRISTIAN BEADLES ‘ . chris itu mempunyai kepercayaan diri yang tinggi . lalu hadiah dari Caitlin adalah sebuah kamera digital sederhana berwarna biru . aku menyukai ini ahh menyenangkan . kemudian hadiah dari chaz adalah sebuah headphone berwarna biru , dia selalu tau apa yang aku inginkan . chaz sedang bahagia katanya adik perempuan dia akan berkuliah di atlanta . sayang sekali tepat saat itu aku mungkin akan berkuliah di newyork . nah lalu hadian dari ryan , sebuah bola basket bertuliskan ‘RACHEL FARRANT’ . kemudian hadiah dari selena sebuah gaun sederhana berwarna ungu . dan selena sempat berkata
“ pakai ini jika bertemu denganku lagi “
Siapa juga yang ingin bertemu dengan gadis yang sedikit sombong sepertinya . lalu  tidak lupa luke juga sempat mengirimku pesan waktu itu dan mengatakan jika aku berhasil pergi ke newyork , dia akan menemuiku disana . hadiah dari mom begitu banyak , aku tidak bisa menyebutkan satu persatu.
Dan yang terakhir adalah hadiah dari Jason . hadiah yang unik dan menarik . dia memberiku sebuah buku . seperti buku dairy , dan ketika aku membukanya aku terkejut . isinya adalah semua fotoku sejak masuk senior high school sampai aku sekarang . fotoku menangis , tertawa , marah dan semua ekspresi . bahkan saat aku sedang di hokum oleh guruku saat di SMA dulu dia memotretku . setiap foto ada sebuah kalimat . contaohnya saat aku tersenyum melihat kelakuan chaz dia menuliskan
“ aku ingin dia tersenyum untukku “
Aku menghargai semua ini . dan saat kubuka lembaran terakhir distu terdapat fotoku dengannya . aku ingat dulu sam , teman kami yang menyuruh aku dan Jason berpotret . dengan background yang cukup bagus .
Jason pernah berkata saat itu adalah musim gugur pada bulan oktober 2011 “ aku sudah tau dari matamu . aku tau apa alasanmu tidak bisa mencintaiku . karena ada seseorang yang lebih berarti di hati dan matamu . aku tau kau sangat mencintai justin melebihi apapun “
“ maafkan aku Jason “
“ kau tidak perlu meminta maaf , tapi justru aku semakin berharap kau bisa melupakannya dan bisa melihatku yang sudah ada di hadapanmu “
--
DESEMBER 2011
Kini aku menyimpan fotoku dengan Jason dalam sebuah bingkai dan ku letakan di samping fotoku dengan justin . besok adalah keberangkatanku ke newyork . apakah aku bisa bertemu luke teman lamaku ? ku harap begitu


*********
WINTER LOVE….
Tuhan mengabulkan salah satu doaku . ini doa yang tak pernah putus untuk selalu ku panjatkan . doa tentang bagaimana cita cita terbesarku dan ambisi besarku untuk menjadi seorang photograph terkenal .
Jalan mencapai apa yang aku inginkan sudah dihadapan mata … apakah doa yang ku hentikan juga akan terkabul ??? doa tentang perjalanan cintaku dengan cinta pertamaku .. justin drew bieber …

 Perjalanan yang cukup jauh Toronto – newyork . pengumuman yang sempat kuterima dari dosen jurusanku adalah hanya aku dan jasonlah yang terpilih untuk mengurus kepindahan kami ke newyork dengan satu guru pembimbing yang mengantar kami . tubuhku terbalut sweater tebal pemberian chris , ku tarik koperku dan berjalan beriringan dengan jason di bandara . ku putar bola mataku untuk melihat bagaimana suasana newyork .
Ketika aku keluar bandara jalanan sudah tertutup salju , ku rapatkan lagi sweater tebalku . pemandangan yang indah . aku dan jason juga miss fero menunggu mobil yang akan menjemput kami . aku dan jason masih terdiam .
“ kalian akan tinggal dalam salah satu apartemen sederhana  . kamar kalian bersebrangan , juga ada salah seorang gadis yang akan tinggal satu apartemen dengan kalian . aku sengaja memesan apartement dekat universitas kalian agar tidak terlalu jauh “ jelas miss fero
“ seorang gadis ?” Tanya jason kaget
“ tidak juga , ada pasangan suami istri pemilik apartemen sederhana itu”
“ ku kira hanya seorang gadis saja”
Aku hanya terdiam mendengar percakapan mereka . ku gosokan kedua telapak tanganku dan membiarkan pikiranku melalang buana entah kemana . ku tunduan kelapaku memikirkan apa yang seharusnya tidak ku pikirkan . memikirkan apa yang seharusnya ku hentikan . menghentikan semua harapan , semua angan angan manis dan menjadikannya hal indah masalalu .
Aku mengirimkan sebuah pesan kecil untuk Caitlin , chris dan chaz . juga ryan yang jarang sekali kami berhubungan . justin ? untuk apa aku memberitahunya ? . aku hanya akan menjadikannya sebuah kenangan saja . dia tetap temanku tapi untuk apa aku memberitahunya tentang salah satu harapan kecil yang selalu ku inginkan menjadi kenyataan . mungkin dia juga tidak sempat mendengar ocehan bahagia yang aku lantunkan . dia juga terlalu sibuk dengan semua urusan dunianya . urusan tentang hubungan kemesraannya , tentang album barunya , tentang seluruh konsernya .
Aku hanya bahagia melihatnya melalui layar televise . itu sudah cukup . dan sekarang yang aku lakukan berhenti menghubunginya , cukup aku mendengar kabarnya dari chaz atau siapapun .
“ kau dingin ? mau kubelikan coffe panas ?” suara jason dan hentakan tangannya dibahuku membuatku tersentak . dan seketika apa yang kufikirkan itu perlahan memudar . dan aku kembali kekesadaranku . aku tersenyum pada jason
“ tidak usah . aku memang kedinginan tapi aku cukup hangat saat ini . apa mobilnya masih lama ?” tanyaku
“ oh begitu . miss fero bilang hanya sepuluh menit lagi”
Aku mengangguk dan tak lama mobil yang menjemput kami datang .
--
Aku dan jason sampai di depan apartement sederhana kami . aku mengambil koperku di bagasi begitupun jason . ku pandangi sebuah bangunan yang di sebut miss fero sebagai apartement . kurasa ini bukanlah apartement , ini lebih mirip sebuah rumah dengan dua lantai dan sedikit terlihat tua . benar benar terlihat tua , tapi terkesan sangat unik dan sepertinya mempunyai sebuah kisah kusus . segera saja aku mengambil kamera di tas ku . dan mengarahkannya pada bangunan itu .
“ jangan memotret sembarangan . kau harus ijin dulu padaku dan bibi . ia kan bi ?”
Setelah mendapatkan satu buah gambaran . aku tersentak mendapati satu wanita dan satu gadis yang kurasa umurnya  sama denganku  . aku mengalihkan padanganku dari kamera dan menatap dua orang itu yang baru saja keluar dari pintu depan bangunan itu .
“ maafkan aku . ku kira..”
“ aku hanya bercanda . ini penyambutanku untukmu penghuni baru apartement ini . nah perkenalkan namaku naoura wilson . dan ini adalah bibi yang juga tinggal satu apartement dengan kita . bibi dan paman tinggal di lantai satu yang memang hanya ada satu kamar . kemudian di lantai dua ada tiga kamar . kamarmu , kamarku dan ..”
“ dan aku “ suara jason sudah terdengar di belakangku .
“ ya dan kau “
Aku bersalaman dengan naoura juga bersama bibi pemilik apartemen itu . bibi tersebut bernama Sandra dan suaminya will . saat jason mendengar nama Sandra ekspresinya berubah kaget . aku sempat meliriknya dan dia hanya tersenyum kecil padaku .
“ ayo perkenalkan dirimu ?” naoura terlihat ceria sekali . aku jadi tersenyum . belum sempat aku menjawab , jason sudah menarikku .
“ kita bisa mati kedinginan diluar sini . kau bisa bertanya tentang kami didalam sana “ jawab jason . ku berikan senyumku untuk naoura agar dia bisa memahami jason .
Lalu kami duduk di kamar yang di tempati Sandra dan will . dan kami menceritakan kepindahan kami ke newyork . bukankah aku cukup bahagia? Dengan paman dan bibi yang akan ku anggap sebagai orang tuaku . lalu naoura , dia cantik sekali dengan rambut hitamnya . dan juga jason teman terbaikku .
--
Malam ini aku keluar apartementku . untuk meregangkan ototku yang cukup lelah sejak sore tadi membereskan semua barang barangku di kamar . ku susuri jalanan kota newyoork bersama jason . tak lupa aku membawa kamera millikku . sempat aku mengajak naoura dan dia bilang jika jason ikut dia tidak mau ikut . tapi jason segera menarikku keluar dan aku berseru minta maaf pada naoura.
Aku menarik nafas panjang . newyork memang indah . aku berjalan dengan jason di sampingku . kami hanya terdiam . kami sampai di sebuah taman yang indah sekali . ku angkat kameraku dan membidiknya .
“ objek yang bagus “ puji jason
“ mm , sangat indah “
“ rachel , aku ingin bercerita padamu “ kata jason
“ aku akan menjadi pendengar yang baik “ kemudian aku dan jason duduk pada sebuah bangku taman. Aku menatap jason di sampingku . dan kini aku tau , ini adalah pembicaraan yang serius.
“ semula saat aku kecil , aku tinggal di LA sama sepertimu . aku punya adik lelaki yang hanya berbeda satu tahun denganku , dia wizle mc.cann *BACA CERPEN DON’T LEAVE ME ALONE (in catatan)* . adik lelaki yang baik dan patuh . tidak sepertiku , dia manis . kedua orang tua kami menyayanginya . baru beberapa bulan ini aku mengalami kejdian yang membuat seluruh keluarga kami sedih . wizle mengurus kepindahannya untuk berkuliah di paris dan mom mengizinkannya . tepat saat itu dia mengalami kecelakaan besar . membuatnya cepat meninggalkan kami . kepergiaannya membuat seluruh keluarga kami terutama mom , menjadi terpukul . itulah mengapa ekspresi wajahku menjadi kaget saat mendengar nama Sandra tadi . Sandra adalah ibuku yang meninggal tepat beberapa bulan setelah kematian wizle “
Aku merasa jason begitu terpukul . aku segera merangkul jason . kami berpelukan . aku bisa merasakan dia menangis .
“ kurasa adikmu sama sepertimu . dia adik yang baik . aku yakin dia bahagia bersama ibumu diatas sana “

***********


 Lantunan lagu natal menyeruak gendang telingaku . setiap ku jejakan langkah kaki ini pada tumpukan salju yang begitu lembut lantunan yang begitu indah itu semakin terdengar . mententaramkan jiwa dan hatiku . ku gosokan kedua lenganku yang menggunakan sarung tangan putih tetap saja masih terasa dingin . lilitan syal yang membelit longgar leherku masih bisa menyusupkan angin angin kecil pada musim dingin kali ini .
Aku masuk pada sebuah tempat yang hampir setiap hari aku kunjungi . duduk di barisan terdepan , duduk dengan manis dan Ku pejamkan mataku . mengucapkan beribu kalimat yang ku sampaikan pada tuhan pagi ini di gereja samping universitas tempatku berkuliah . sudah hampir satu bulan aku tinggal di newyork . tak luput dariku sebuah pesan kecil yang terus di sampaikan chaz padaku . dia berceloteh dan mengucapkan apa saja tentang justin . kini aku bergeming . mendengar dalam diam , menciptakan kebisuan dan hanya ku lontarkan kalimat “ terima kasih “ pada chaz setiap ia mengakhiri pembicaraanya .
Aku masih memejamkan mata dan dapat kurasakan seseorang duduk di sampingku . aku tak menghiraukannya dan masih memusatkan pikiranku pada apa yang aku fikirkan . selesai berdoa aku membuka perlahan kedua mataku
“ serius sekali , pagi ini apa yang kau adukan padanya ?” suara seseorang yang begitu aku kenal membuatku sedikit terkesiap dank u pukul pelan bahunya
“ luke ! kau mengagetkanku “ dia terkikik kecil .
“ dia tersenyum padamu . sepertinya doamu pagi ini akan terkabul” masih dalam bisikan luke berkata tepat di telingaku .
“ tersenyum ? “ aku mengikuti arah luke menunjuk dengan dagunya “ kuharap begitu . “
Luke menepati janjinya . kami bertemu lagi di newyork , selama musim dingin luke akan berada disini . dia juga memberikan hadiah yang di janjikannya untukku . dan sangat terlambat , walau begitu aku menghargainya ! sebuah jam tangan biru yang kini ku pakai .
“ dimana naoura dan jason ?” Tanya luke
Aku mengangkat bahu “ mungkin mereka sedang ada di depan dan setia menungguku . kau kan tau , mereka itu benar benar menyayangiku”
Luke tersenyum dan melangkah bersamaku keluar gereja . “kau masih berhubungan dengannya bukan ?” luke kembali bertanya . aku tau apa yang dimaksud luke , justin !
“dia terlalu sibuk . dia mungkin dia lupa denganku , hah ! natal kali inipun aku tidak bisa mengunjungi Toronto untuk sehari saja “
“ kau bilang masih ada paman dan bibi juga naoura dan jason . kau pasti akan merayakan natal dengan mereka dan aku yakin akan menyenangkan “
“ kenapa kau tidak ikut bersama kami ? kau bilang sampai akhir bulan ini ?”
Luke menghentikan langkahnya dan memegang bahuku “maaf , aku harus mempercepat kepulanganku . aku ada sedikit urusan di LA “
“ aku mengerti . permintaan maafmu diterima . kau akan sering berkunjung ke newyork ataupun Toronto kan ?”
“ tentu “ aku dan luke sampai di halaman gereja dan melihat jason dan naoura yang duduk di bangku dengan saling memunggungi .
“ aku heran apa yang menyebabkan kalian saling tidak menyukai “ ungkapku .
--
MEI 2012
Beberapa bulan sudah kulalui . banyak hal yang terjadi padaku . tentang kuliahku , aku dan jason mengikuti seleksi menjadi sebuah fotografer yang akan memotret beberapa bintang terkenal Hollywood . ibuku mendapatkan apa yang diinginkannya , menjadi seorang manager ! kemudian chaz yang semakin dekat dengan kristen juga adiknya yang sudah datang dan berkuliah di atlanta . chris yang berpacaran dengan alli , begitu banyak hal yang terjadi .

Aku kembali memejamkan mata dan mengucapkan beribu kalimat itu . duduk di bangku barisan paling depan gereja yang sering ku kunjungi . kini kurasakan lagi seseorang duduk di sampingku , aku tetap tak menghiraukannya . dan pada akhir doa yang ku lantunkan aku membuka mata dan mendapati siapa yang kini di sampingku .
Orang yang berusaha kulupakan kini ada di hadapanku . memejamkan mata bersamaku dan mengucapkan beribu doa itu beramaku . dan membuka mata bersamaku . aku terkesiap , segera aku bangkit dan berusaha menjauh .. namun cekalan tangan darinya membuatku terdiam .
“ jangan pergi , ada yang ingin kubicarakan “ kalimat pertama yang kudengar . sudah berapa lama aku tak mendengar suaranya langsung ? sudah berapa lama aku merindukannya ? seharusnya aku memeluknya dan berkata aku merindukannya . tapi bibirku rasanya sulit sekali untuk mengucapkan apa yang seharusnya ku ucapka .
“ justin … kenapa kau ada disini ?” itu kalimat yang bisa kuucapkan . sebelum da menjawab , justin sudah menarik tanganku keluar dari gereja dan kita meduduki sebuah bangku di taman yang cukup ramai . apa dia tidak takut kalau nanti para fansnya itu mengejarnya ?
“ kenapa kau tidak bilang ada di newyork ? kenapa kau menghindariku ? jangan membuatku khawatir . kau pergi tidak bilang . jangan seperti itu “ justin merangkul bahuku erat dan menyandarkan kepalaku di bahunya . apa yang harus kujawab ? apa yang harus kukatakan sebagai alasan .
“ aku tidak mau mengkhawatirkanmu . kau .. kau .. aku …“kini aku tidak bisa melanjutkan apa yang aku katakan , dan membiarkan tubuhku yang dirangkul justin dengan erat .
“ aku merindukanmu rachel , jangan bersikap seperti ini”
Kalimat itu .. kalimat yang ingin kudengar , ada secercah kebahagiaan yang membuncah dalam hatiku . kini dentuman bola basket itu terdengar lagi . senyum dan gelak tawa itu terlihat jelas . lagu with u itu kembali terdengar .
Ku biarkan diri ini merasakan hangatnya musim semi yang hampir berakhir . membiarkan hatiku berbunga bunga seperti pada taman hyde park di kota London , seperti dentuman kecil yang menyuarakan letupan kembang api di tower bridge .
“ aku juga merindukanmu justin…” aku menyuarakan hatiku . membiarkan justin tau apa yang sedang aku rasakan saat ini …
“sudah berakhir , aku sudah mengakhiri hubunganku dengan selena”
“apa ?”kataku sedikit terkesiap
“ berakhir . aku sempat berbaikan dengan cait . tapi nyatanya memang kita tidak bisa bersama lagi , bukankah itu yang kau inginkan ? bukankah kau menginginkan aku berbaikan dengannya ? “
Kenapa disaat seperti ini justin membahas hal tentangnya ? aku bukan ..maksudku entah kenapa setiap kali justin mengucapkan kalimat tentang wanitanya , hatiku seperti terasa sesak . aku baru menyadarinya , bahwa perasaanku padanya masihlah ada . sulit sekali melupakan orang yang pernah ada dalam kehidupan kita .
“caity berpacaran dengan sepupu Kristen” justin melanjutkan bicaranya dan tetap merangkulku . saat ini aku belum bisa memberikan komentar .
“ aku menyukai adik chaz “
Kini hatiku yang berbungan bunga kembali layu . sekali lagi kutegasakan , dia hanya menganggapku sebagai sahabat . lalu apa arti ciuman pertamaku di Bahamas waktu itu ? apa arti dia menyuruhku agar tidak terlalu dekat dengan jason ? atau dia berubah sikap saat aku dekat dengan luke ? apa maksud semua itu ??



********
Perdengarkan untukku sebuah lagu klasik yang bisa membuat hati ini tentram … lantunkan untukku sebuah lagu kenangan kita dulu dengan suara indahmu yang selalu di puja para fansmu di dunia ini .. dengan bibir yang selalu mengucapkan beribu kata manis dengan beberapa kalimat yang sudah lama ku rindukan .. tatap aku dengan tatapan lembut yang membuat jantung ini berdegup tak karuan .. membuat aliran darah ini begitu terasa .. buat diriku melambung tinggi dengan kalimat yang kau ungkapkan begitu mansi untukku .. ciptakan mekaran bunga dalam hati ini pada musim semi saat ini …
“ I need you boo….i gotta see u boo … and the hearts all over the world tonight …. Said the hearts all over the world tonight…. I need you u boo , I gotta see u boo ……..”
Aku mendongak menatap justin yang menyanyikan lirik lagu yang sering kami nyanyikan dulu. Mata yang lembut itu menatap jauh kedepan , dan bibir manisnya masih melantunkan lirik dari lagu tersebut .
“ I don’t need money .. I don’t need car .. boy you’re my heart ..”
Aku meneruskan lirik itu dengan menatap lembut mata justin . kini justin dan aku saling menatap , justin tersenyum manis padaku ku balas senyum itu . kami bernyanyi bersama , tangan hangat justin mesih memeluk bahuku erat .
“ with u with u with u girl (boy) with u with u with u ohhh”
Meskipun bunga bunga musim semi dalam hatiku tak lagi bermekaran .namun kenangan masa kecil kami masihlah sangat jelas . kenangan yang begitu indah . inilah aku dengan justin . justin yang ku kenal , bukan justin yang selalu muncul di TV . ini justin teman masa kecilku , justin yang bermain basket denganku , justin yang selalu menertawakanku.
Saat seperti ini yang kurindukan . justin yang ada di sampingku . dan bukanlah justin yang berbuat senonoh di hawai, bukanlah justin dengan tindikannya , bukanlah justin yang berlibur berdua dengan selena . dia justin yang merayakan ulang tahun bersamaku saat umurku 10 tahun .
--
“jadi begitu . kapan kau akan melakukan pemotretan ? kenapa kau bisa tau aku ada di gereja dekat universitasku ?”
“lusa barulah aku mengadakan pemotretan . memangnya siapa lagi yang kuhubungi selain chaz , dia selalu memberitahu tentangmu padaku “
“ memberitahuku ?dasar anak itu ! sudah kuperingatkan tetap saja tidak bisa menjaga rahasia”
Justin tertawa kecil dan mengelus rambutku . aku dan justin berjalan disekitar gereja , meski terkadang orang orang memperhatikan kami . ku sapu pandanganku untuk mencari dimana jason dan naoura . biasanya mereka ada di sekitar sini .
“ kau masih sama seperti dulu . kau selalu ceria , inilah kau yang kurindukan” kalimat justin membuatku berhenti melangkah . ceria ? dia pikir aku ceria ? itu karena dia tidak membuatku menangis . tapi kalau saja dia tau selama ini apa yang membuatku menghindarinya , menjauhinya dan berhenti menghubunginya itu semua karenanya . dia itu tidak mengerti aku sekalipun .
Ingin sekali aku bertanya apa maksud ciuman beberapa tahun lalu . arti dia menjauhiku . arti dia untuk mengerti kenapa dia menariku dari luke dahulu .
“ justin boleh aku bertanya?” kutelan ludah banyak banyak
“tentu apa yang kau ingin tanyakan ?” justin menatapku .
Hoh ! astaga , jangan menatapku seperti itu , itu membuatku semakin gugup , aku tarik nafas dalam dalam dann
“ apa arti kau men-“
Dering ponsel !! dering itu memotong ucapanku
“ maaf sebentar rachel “ justin menjauh dariku dan berbicara serius di telepon. Aku menarik nafas . gagallah semua yang ingin kutanyakan dengan cepat . kalimatnya sudah kutelan bulat bulat .
“ kau ingin bertanya apa tadi ?” suara justin sudah ada di sampingku , aku terkesiap dan menggeleng cepat .
“ ahh itu .. itu tidak penting . sudah lupakan ! kau pasti sibuk benar begitu bukan ?” kataku mengalihkan pembicaraan .
“ kau benar . maafkan aku rachel , scoot menyuruhku datang ke studio . ada sedikit urusan disana . nanti kau kuhubungi lagi . sampai jumpa” justin mendekapku sekali kemudian melangkah menjauh . memasang senyum manisnya dan melambaikan tangan sampai ia menaiki mobilnya . ku balas lambaian tanganku . mobil justin menjauh dan kuhela nafas .
Apa aku terlalu egois untuk mengakui bagaimana perasaanku padanya ? apa aku terlalu pengecut untuk berbicara tentang semua ? namun pada kenyatannya memang iya . aku terlalu takut pada apa yang nanti justin jawab tentang bagaimana perasaanya padaku . aku takut jawabannya nanti membuatku semakin sakit .
Ku langkahkan kaki kecilku menuju kampus . membiarkan diriku sendiri menjadi seorang pengecut . membiarkan diri ini memendam perasaan terbesar dalam kehidupanku .
--
Air mataku tidak bisa kuhentikan . sudah beberapa lembar tisu yang ku habiskan untuk menyaapu air mataku yang terus turun dari kelopak mataku membasahi kedua pipiku . mataku memerah , naoura menatapku lama .
“jangan menatapku seperti itu . memangnya ada apa ?” tanyaku
“ kau yang ada apa . kenapa berlebihan seperti itu ? “
“aku tidak berlebihan . mana mungkin aku melarang mataku mengeluarkan air mata “
Percakapanku dengan naoura terhenti saat bel apartemen ku terdengar. Aku segera membukanya dan berbicara tanpa melihat siapa yang dihadapanku
“jason . kalau kau ingin bergabung diapartemenku kau tidak usah memencet bel . bukankah kau lebih sering masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu ?”
Orang di hadapanku memegang bahuku . aku tersentak kemudian menatapnya . astaga ! kukira jason tapi ternyata .. justin ?
“ kau menangis ? kenapa kau menangis ? kau menangisiku ?”
Ku tampis tangan justin yang memegang bahukku “aku tidak menangis karenamu ! aku menangis menonton drama korea . kau ini percaya diri sekali . kenapa kau juga tau tentang apartemenku ?”
“ kau menonton sampai menangis begini ? berlebihan . tentu saja aku tau , kau kira sumberku selain jason dan chaz juga miss fero siapa lagi ? kau tidak mengizinkanku masuk ?”
Aku menggeser posisi berdiriku agar justin bisa masuk kedalam apartementku . justin melangkah masuk , berkenalan dengan  naoura kemudian menyodorkanku sesuatu . aku mengangkat sebelah alisku dan menataapnya bingung .
“aku punya game terbaru . ini untukmu , aku membelikanmu ini agar sama seperti punyaku . naoura bisa kau potret kami memegang game ini ? “
Naoura mengangguk kemudian mengambil kamera milikku yang diberikan cait untuku . justin meletakan kepalaku menyandar bahunya dan menyuruhku memegang game ini dan kami berpotret dengan gaya yang sama . fotoku dengan justin diumurku yang 18 tahun .
Aku berharap aku dan justin akan selalu seperti ini .
“ kenapa kalian berpotret tidak mengajaku ?” suara jason mengagetkan kami . aku segera mengangkat kepalaku dari bahu justin tapi dengan paksa justin menyuruhku meletakan kepalaku di bahunya .
“ kau kenapa justin ?”
“tetaplah menyandar pada bahuku !” begitu katanya .
Dia itu kenapa? Aneh sekali !



********
Berikan aku sandaran bahumu saat aku menangis . berikan aku pelukan hangat saat hatiku sedang bingung . tatap aku dengan mata indahmu dann ku mohonnn kau bisa mengerti apa yang aku rasakan selama 11 tahun ini . berikan ciuman kedua untukku . sampai kapan kau akan terus bersama orang lain sedangkan aku disini menatapmu dengan pandangan menyedihkan . kau harus tau kalau aku menyukaimu .
bagaimana caranya agar kau mengerti  ? harus berapa banyak air mata yang aku keluarkan karena kau bercengkrama dengan orang lain ? aku disini lelah . hatiku .. fisikku .. semua tubuh dan hati ini lelah tapi berbagai cara aku menghindar dan menghilangkan perasaan ini tapi hati ini tak tergugah sekalipun untuk menghilangkan sosokmu dalam kehidupanku . kau terlalu berarti untukku tapi apa arti diriku dalam kehidupanmu juga berarti ?

--
Masih ku sandarkan kepalaku di bahu justin yang hangat . jason memperhatikanku dan justin dengan pandangan bingung . namun ku ulas senyum manis di wajahku agar dia tau aku baik baik saja . jason tersenyum padaku dan kubalas senyumnya .
“ oh justin . kapan kau datang ke new York ?”
“ kemarin malam , tapi aku baru menemui rachel tadi pagi . bagaimana kabarmu jason ?”
“ aku baikk baik saja . boleh aku bergabung ? kalian sedang menonton drama korea itu ? “ jason hendak duduk disampingku tapi kemudian naoura berdiri dan memegang lengan jason . aku mengangkat kepalaku dari bahu justin dan menatap mereka .
“ jason , ayo kita ke taman . mungkin justin dan rachel ingin berbicara sesuatu dan kita tidak boleh mengganggunya “ naoura menarik tangan jason . jason terlihat bingung kemudian menghentikan langkahnya dan menatap naoura
“ memangnya jika mereka ingin berbicara berdua apa hubungannya denganku ? aku tidak akan mendengarkannya “ naoura tetap menarik tangan jason dan mereka keluar dari apartementku .
Kini hanya aku dan justin . kami terdiam dan membiarkan drama korea yang kami tonton berceloteh sesukanya .
“ sepertinya dia masih menyukaimu “ suara justin memecahkan keheningan , aku tetaap menatap layar televise .
“ dan selama itu pula aku belum bisa menyukainya “ justin menatapku namun aku masih menatap kosong kedepan . justin menarik nafas berat
“ lusa aku ada pemotretan . dan lusa pula aku akan kembali ke atlanta . jadi bagaimana jika hari ini ke pantai di sekitar newyork ?”
“ pantai ? “
“ mm , ayo kita lihat sunset bersama  “ justin berdiri dan mengulurkan tangannya padaku . aku menatapnya kemudian tersenyum dan menerima uluran tangannya .
--
**JASON POV
Ku jejakan langkah kaki kecilku dan berjalan beriringan di sekitar jalanan kota dengan naoura . aku hanya terdiam dan kembali aku teringat bagaimana rachel berpelukan dengan justin , menyandarkan bahunya . kenapa aku begitu bodoh ? sudah jelas rachel menyukai justin dari dulu tapi aku masih bersikeras membuat rachel menyukaiku . apa aku terlalu memikirkan diri sendiri ? aku hanya memikirkan perasaan diriku sendiri . jadi apa yang harus ku lakukan ?
Menghilangkan perasaanku kemudian mencari seseorang yang memang bisa membalas rasa cintaku ? dan aku harus sedikit menjauhkan kedekatanku dengan rachel dengan begitu mungkin aku bisa melupakannya .
Aku tau apa yang membuatku menyukainya sejak pertama kali aku melihatnya . wajahnya begitu ceria begitu tenang . banyak kesamaan dengan ibuku dulu , dia membuatku nyaman disampingnya . dia selalu menghiburku . itu juga alasanku menyukai photograph . dan kini aku menekuni photograph hingga saat ini .
Kini yang ku pertanyakan apa aku benar benar menyukainya atau aku hanya terobsesi padanya hanya karena dia mirip dengan ibuku dulu? Tidak ! aku benar benar menyukainya . aku selalu cemburu jika dia bersama justin .
“ jason ! kau tidak mendengarkan ucapanku ya ?”
Aku tersentak saat mendengar naoura brseru keras di sampingku . “ maaf , aku sedang banyak pikiran . apa yang tadi kau ucapkan ?”
Naoura menarik nafas “ aku bilang , apa hubungan justin dengan rachel ? bukankah di kabarkan justin dekat dengan adik chaz somers jadi apa hubungan justin dengan rachel ?”
“ mereka berteman sejak dulu . sejak justin masih di Toronto “
Naoura mengangguk . kini ku pandangi wajah naoura yang khas . kenapa aku tidak mencoba menyukai naoura ? dia cantik lalu baik meski terkadang kami bertengkar . dia juga berkuliah yang sama denganku , hanya saja dia mengambil jurusan seni .
“ kenapa menatapku seperti itu ?”
Aku tertawa kecil “ kenapa kita menjadi seperti ini ? bukankah biasanya kita ini bertengkar ? lalu kenapa tadi kau tiba tiba saja menarik tanganku ?”
Noaura tersentak” aku … kita … kita bisa mencoba berteman bukan ?”
--
**RACHEL POV
Aku melangkahkan kaki ini di hamparan pasir sore yang hangat . ku lepaskan sepatu cats ku dan membiarkan gulungan ombak kecil menerpa kakiku . telapak tanganku kini di genggam justin dengan hangat . pantai di pesisir kota new York tampak sepi . aku menatap justin yang sedang memandang kosong pada pemandangan sekitar pantai .
“ kalau kau memang menyukai adik chaz . kenapa kau tidak mengungkapkan perasaanmu padanya ?”
“ karena dia masih menganggapku sama seperti cinta pertamanya “
“ maksudmu ?”
“ dia mempunyai masalalu yang cukup mengejutkanku . dimana cinta pertamanya sangatlah mirip denganku . tapi suatu saat nanti aku akan meyakinkannya bahwa aku berbeda dengan cinta pertamanya dan melupakan masalalunya . aku pasti akan mengungkapkan perasaanku padanya “
“ itu bagus . kau benar benar mencintainya bukan ?”
Justin berhenti melangkah dan menghadapkan tubuhnya padaku “ tentu aku sangat mencintainya “
Aku tersenyum padanya . ada secercah rasa dihatiku yang begitu sakit saat justin mengatakan itu . tapi aku sudah meyakinkan hatiku , jika itu keputusan justin aku akan mendukungnya .
“ rachel . aku pasti akan merindukanmu nanti . berapa lama kau akan di new York ?”
“ kau juga .. teman baikku aku pasti akan merindukanmu . tiga tahun aku akan menyelesaikan kuliahku disini kemudian aku akan pindah lagi ke atlanta “
“ tiga tahun ? lama sekali . kau akan berkunjung ke atlanta atu Toronto bukan ?”
Aku menggeleng “ aku tidak tau . jadwalku padat sekali . musim dingin saja aku tidak di perbolehkan ke Toronto “
“ kalau begitu nanti aku pasti akan merindukanmu “ justin memegang pinggangku dan aku juga memegang pinggangnya . justin mendekatkan wajahnya pada wajahku dan mengecup hangat keningku .
Ini ciuman keduaku yang dia berikan untukku
 Tetaplah disini disampingku . jangan pernah pergi lagi dariku . meski pandanganmu bukanlah untukku , meski genggaman hangat itu bukan setulusnya untukku meski apa yang kau pikirkan bukanlah aku tapi kumohonn tetap disampingku dan buat aku nyaman berada disisimu .
Kau tidak perlu tau apa perasaanku padamu . kau cukup tau aku disini memperhatikanmu , dan aku cukup tau perasanmu bukanlah untukku . kau tidak perlu tau tentang apa air mata yang ku jatuhkan setiap melihatmu bersama semua gadis gadis itu dan kau seharusnya bisa merasakan apa yang aku rasakan jika memang kau mencintaiku …..

--
Ku dekap lututku ini dalam sudut kamarku . sudah berkali kali aku mendengarkan music klasik dari kotak music yang kau berikan . memejamkan mata dan merasakan kembali apa yang telah kau lakukan untukku . tiga hari sejak kau kembali ke atlanta membuatku kembali  kehilangan semangat hidupku .
Sudah berapa lama aku melamun seperti ini ? aku tidak menyadariya aku terus memutar ulang lagu klasik . rasanya tenang sekali . sejak tiga hari kau kembali itu pula berita sudah menanyangkan bahwa kau menjalin hubungan dengan adik sahabatmu  . aku tidak marah , aku tidak menangis hanya saja aku sedikit merasa , kenapa kau begitu mudah menjalin hubungan dengan seseorang ?
Sedangkan aku ? beberapa kali aku melupakanmu tetap saja tidak bisa . aku terlalu bodoh . dan terlalu mengharapkan sesuatu yang besar padamu -,-
Aku berjalan mendekati  jendela kamarku kemudian membukanya dan duduk di jendela . menatap bintang di langit yang mulai gelap . aku ingat dulu kita melihat bintang di langit kota Toronto  . tapi kini ? kini ku pandangi langit kota new York seorang diri .

--
“ jasonnn !!! kau lihat naoura ?” aku berteriak di sepanjang lorong  gedung universitasku dan berlari kecil menghampiri  jason yang sedang bersenda gurau dengan teman temannya . jason menoleh dan tersenyum manis .
“ naoura ? tidak , aku tidak melihatnya . memang  kenapa ? “
“ dia itu kenapa ? selalu menghilang saja . dia yang janji padaku untuk makan siang bersama hari ini “ aku mendengus . jason menarikku sedikt menjauh dari teman temannya .
“ kalau begitu kau makan siang bersamaku ? bagaimana ?”
“ tapi … naoura bagaimana ? “
“ kita bisa makan malam bersamanya nanti . ayoo “ jason menarik tanganku . dan kami berjalan menuju halte bus . sesampainya di halte bus kami duduk dan menunggu bus tujuan kami membawa kami .
“ jason … boleh aku bertanya padamu ?”
“ tentu . kau boleh bertanya apapun “ jason menatapku dan aku balas menatapnya
“ apa perasaanmu pada naoura ?” jason sedikit tersentak mendengar ucapanku .
“ dia gadis baik . dia juga teman yang baik , memangnya kenapa ?”
Aku menggeleng “ tidak . tapi aku lihat dia menyukaimu “
“ begitu ? “ jason menatap kearah lain “ kalau itu menurutmu aku akan belajar menyukainya . kenapa bicara seperti itu tiba tiba ? kau cemburu padanya karena dia dekat denganku ?”
“ apaa ?!” aku terkejut karena ucapan jason .
“ busnya sudah datang . ayoo “

--
“ cicipi yang ini . ayoo buka mulutmu ?” aku menyodorkan menu yang kupesan pada jason dan jason membuka mulutnya . aku menyuapinya . dan tertawa saat saus pada makanan itu belepotan di sekitar mulutnya .
“ kau juga harus coba makananku “ jason menyodorkannya padaku dan dia menyuapiku .
“ hey punyamu lebih enak . ayoo berikan padaku “ aku menarik piring milik jason . dan jason menahannya .
“ heyyyy jangan ! lepaskan tanganmu . ini punyaku , kau punya  menumu sendiri “
“ kenapa kau tidak bilang makanan milikmu itu enak”
“ karena kau tidak bertanya “
“ berikan sedikit untukkku jason …” baiklah ku pakai jurus andalanku . ku pasang wajah polosku dan menatapnya penuh harap . tapi jason tidak peduli dan memakan makanannya
“ jangan pasang wajah seperti itu rachelll “
Menyebalkan ! dia tidak luluh dengan caraku . baiklah aku mulai memakan makanan yang ku pesan dengan paksa .
“ nah begitu lebih baik “ jason tertawa mengejekku .
Aku sudah menghabiskan makananku begitu pun jason . selesai makan , kami keluar restaurant dan berjalan di sekitar pusat kota , hanya jalan jalan saja dan melepas penat .
Aku tertawa bersama jason saat mendengar leluconnya . dan langkahku terhenti saat layar di sebuah pertokoan memutar video klip justin . ku pandangi layar itu dan menatapnya dalam diam . setelah video klip yang di putar itu selesai aku masih terdiam dan kembali memutar gossip yang sedang beredar . lagi lagi tentang hubungan justin . hubungannya dengan chorie . mereka tertawa bersama di sebuah taman dengan saling menatap dan tersenyum lebar .
Aku bahagia melihat justin yang tersenyum seperti itu . chorie ? dia cantik sekali . mirip sekali dengan chaz . ku tarik nafasku dalam dalam . dan ketika ku berbalik jason sudah berdiri di hadapanku .
“ teringat dia lagi ?”
Aku menggeleng dan berjalan cepat  mendekati sebuah taman yang sepi . aku masuk ke dalam taman tersebut namun jason menarik tanganku dan memelukku erat .
“ jangan mengingatnya lagi .”
Kini air mataku kembali turun . aku peluk jason lebih erat dan membiarkan air mataku membasahi bahu jason .
“ aku tidak mengingatnya . tapi otakku .. pikiranku dan hatiku selalu teringat “
Jason menepuk bahuku pelan “ kau tidak salah teringat padanya . tapi kau tidak bisa melawan takdir bukan ? kau tidak bisa melarangnya suka pada siapapun “
“ ya kau benar . aku mendukung justin sepenuhnya “
Aku terdiam dan membiarkan tubuh jason memelukku .
“ rachel .. aku hanya akan mengunggkapkan ini satu kali lagi dan ini adalah yang terakhir kalinya “
Aku menggangguk
“ aku menyukaimu . kau pasti tau itu bukan ? aku mencintaimu . apa jawabanmu akan sama seperti dulu ? apa kau akan menolakku kali ini ? ku mohon berikan jawabanmu saat ini juga dan aku tidak akan bertanya lagi jika memang jawabamu adalah menolakku “
“ jason … kau bertanya itu dengan hatimu atau karena kau menghiburku ?”
Ketika denting piano di perdengarkan , kubuka kembali lembaran kisah baruku . menjadikan kisahku lebih baik dari padanya . ini adalah awal untuk aku belajar mencintai orang yang mencintaiku  . aku harus melupakan bagaimana dulu aku sangat mencintainya , mengejarnya , mengaguminya dan hanya meninggalkan kenangan yang begitu manis .
Aku melupakannya itu salah ! aku tidak akan pernah melupakan cinta pertamaku . aku hanya akan melihatnya bahagia . melihatnya dari jauh dan tersenyum di  hadapannya dan menangis ketika dia tak melihatnya .
Aku akan menerima orang yang benar benar mencintaiku dan aku akan belajar untuk mencintainya . tapi apa hubunganku ini akan diterima semua orang termasuk sahabatku sendiri ? apa aku akan menyakiti hati seseorang ? menyakiti hati seseorang dan membuat retak hubungan diantara kami ? aku harapp tidak !aku harap hubunganku dengannya akan tetap seperti dulu .
Dan inilah aku rachel farrant yang sedang belajar untuk mencintai orang yang mencintainya .

--
“ jason… kau berkata itu dengan hatimu atau karena kau ingin menghiburku ?” aku bertanya dalam kekagetanku . jason mengelus rambutku pelan . mengendurkan pelukannya dan mengecup puncak kepalaku . melepaskan pelukanku dan memegang bahuku erat .

“ kau akan mengetahuinya dari mataku . kau akan menemukan jawabannya dalam tatapanku . coba tatap mataku rachel “

Mata coklatku bertemu dengan mata kelabunya . mata kelabunya yang menatapku dalam tenang dan diam . ku coba mencari kejujuran dalam matanya . tuhaaann dia benar benar berkata jujur padaku  , ada sebuah pengharapan dari matanya . ada secercah cahaya rasa tulus dalam mata kelabunya yang ..aku yakin semua gadis menyukainya .
Apa aku terlalu bodoh dulu ? kenapa aku terlalu larut menyukai justin , sehingga aku menolak beberapa orang yang menyukaiku sejak dulu .
“jika kau akan menolakku . aku akan menerima itu dan tidak akan ku anggap hubungan kita akan selamanya menjadi teman baik . “ jason melepaskan tangannya yang memegang bahuku , mengelus rambutku dan berjalan membalik dan hendak pergi meninggalkan taman .
Apa yang kini harus ku lakukan ? dia atau dia ? ku gigit bibir bawahku . dan berlari menyusul jason . kemudian memeluknya dari belakang . ku benamkan wajahku di punggungnya . aku menangis entah kenapa . karena keputusanku ini atau karena apa ? akupun tak tau . jason terdiam dan memegang tanganku yang memeluknya.

“ bantu aku melupakannya . dan ajari aku cara mencintaimu . cara mencintaimu dengan hatiku . tolong ajari aku dan bantu aku melupakan justin”

Jason berbalik dan tersenyum  , menghapus air mataku di sekitar kelopak mataku dengan bu jarinya .
semakin kau melupakannya semakin nyata dia dalam hidupmu . aku akan membuatmu mencintaiku . selama ini yang kulakukan hanya untukmu . hanya karena aku mencintaimu rachel farrant “ jason kembali memelukku . dan ku balas pelukan itu .
“ aku juga akan belajar mencintaimu jason mc.cann”
Inilah keputusanku ! keputusanku untuk belajar mencintainya . dan aku berharap dia akan menjadi keputusan terbaikku . sekelebat nama terlintas di kepalaku . NOURA . bagaimana dia ?dimana dia ? apa dia akn senang dengan hubunganku atau justru sebaliknya ?

“ kalian tampak bahagia “
aku dan jason segera melepaskan pelukan kami . dan mencari sumber suara itu . ku sapukan pandanganku disekitar taman yang cukup sepi ini . dan pandanganku terhenti saat menatap gadis berwajah asia duduk manis di bawah pohon , dan sebuah kanvas dan beberapa peralatan melukis lainnya berserakan di samping gadis itu .
naoura ! itu naoura . dia menatapku dan jason lama sekali . pandangan matanya sayu . kulihat hidung naoura merah , kenapa dia ? menangis ? atau apa ? . naoura mengalihkan pandangannya dan segera membereskan peralatan melukisnya . kemudian berdiri dengan terburu buru .
dia berhenti tepat dihadapanku dan jason . lalu mengulurkan tangannya . “ selamat untuk kalian” ku terima uluran tangannya . aku tersenyum simpul , dia melangkah lagi meninggalkan kami tanpa menatap jason sekalipun .
“ naoura !! aku mencarimu saat pulang tadi . kenapa kau tidak bilang ada disini ?” teriakku .
“ seorang teman yang baik adalah mengetahui segalanya termasuk tempat apa yang sering di kunjunginya . seharusnya kau tau aku ada disitu sejak tadi dan memperhatikan kalian berdua , rachel “ naoura melangkah lagi dengan langkah cepat .
 aku harus mengejarnya . pasti terjadi sesuatu pada naoura dan aku harus membantunya menyelesaikan masalahnya dan membicarakannya baik baik . bukankah kabar aku dan jason adalah kabar yang baik ? aku saja nanti ingin menyampaikan ini pada justin , chaz , ryan , cait dan chris ahh juga chorie . aku harus menyampaikan ini . tapi naoura ? teman dekatku dia bersikap aneh dengan kabar baik ini .
baru saja aku akan melangkah menyusul naoura . tapi jason menahan tanganku . “ biarkan dia . mungkin dia sedang ingin sendiri . kita tanyakan malam nanti “
baiklah . mungkin jason benar . ku ikuti jason yang menarikku mendekati sebuah danau yang cukup sepi . duduk di pinggir danau dan menatapnya dalam diam . ini adalah akhir musim semi yang indah . dan bunga bunga itu kembali bermekaran di hatiku . meski bukan dentuman bola basket yang terdengar . namun kini dentuman piano lah yang terdengar dalam hatiku .
aku ingat dulu sekali saat masih high school , aku dan  jason pernah bernyanyi lagu mandy moore yaitu only hope  di atas panggung sekolah saat perpisahan . aku baru tau saaat itu juga jason mempunyai kemiripan dengan justin . dia juga bisa memainkan alat music . kini dentuman piano mengawali semuanya ….

“aku mencintaimu rachel “ aku menoleh dan dia tetap mengarahkan pandangannya pada danau dihadapannya . ku sandarkan kepalaku pada bahunya dan tersenyum sebagai jawaban .
--
“ kau !! kau dengannya ??? jangan bercanda rachel “
Ku jauhkan ponselku dari telinga saat justin berseru keras dalam panggilan dan ketika suaranya kembali normal kudekatkan lagi ponselku “ memangnya nada bicaraku tadi terdengar seperti aku sedang membuat lelucon ? tidak ! aku tidak bercanda , aku menyukainya . dia baik , pintar , tampan , mencintaiku kemudian selalu ada di sampingku . nah apalagi yang kurang ?”
“ dia ..dia tidak terkenal ?”
“ terkenal ? memangnya orang kucintai harus terkenal ? tidak juga . aku menyukainya karena dia mencintaiku dengan sepenuh hatinya “ kataku bangga . justin diam . “ justin kau masih disana ?”
“ ya . aku hanya sedang berfikir . kalau begitu selamat untukmu dengannya “
“ ya terima kasih . bagaimana hubunganmu dengan chorie ? baik baik saja bukan ?”  aku harus bertanya tentangnya dengan begitu dia tidak curiga kalau aku sebenarnya yang aku tanyakan ini sedikit terasa sesak .
“ yaa aku baik baik saja . rachel , dia menyukai bintang sama sepertimu . kalian mirip sekali ! kau harus bertemu dengannya nanti . segeralah datang ke atlanta “
Ku tersenyum lemah , meskipun justin tidak bisa melihat senyumku . “aku akan datang ke atlanta suatu hari nanti , bersama jason dan naoura . kalau begitu selamat malam justin “
“ jaga dirimu baik baik . selamat malam rachel “
Segera ku tutup panggilanku . dan berjalan mendekati jendela kamarku .
Dan saat ini tidak bisa kupungkiri , aku tidak akan pernah bisa melupakannya . ku tatap ribuan bintang di langit dan ku panjatkan doa kali ini . dalam doaku selalu ada mom .. justin .. jason .. chaz .. Caitlin .. chris .. ryan .. naoura dannn chorie .
Tuhannn aku mencintai mereka  semua sepenuh hatiku , dan dalam doaku ini lindungi mereka agar tetap bersamaku selamanya ….


**********
Dentingan piano itu semakin menyeruak dalam kehidupanku . semakin indah di dengar dalam music klasik ini . semakin mengalun indah seirama kehidupanku . memberikan nada nada cantik dalam setiap lembaran baru yang kubuka . kini dentingan piano itu mengubah kehidupanku . mengubah hidupku tentangnya . dia bahagia kenapa aku tidak ? tapii… dalam nada cantik , dentingan piano dan dalam music ini . ada sebuah hambatan . seperti sebuah titik yang menghambat indahnya jalan music klasik ini .
Sebuah hambatan ini mampu menghentikan sebuah permainan piano ini. Ku ungkap perasaan ini , ku ungkap kehidupanku ini dalam sebuah perumpamaan . entah apa yang terjadi kini . apa aku harus berkorban lagi untuk sahabatku ini ? untuk mengorbankan perasaanku ? tuhannn bantu aku .. aku hanya ingin belajar untuk mencintainya dan melupakan tentangnya . tapi sekarang apa yang harus aku lakukan ?..

--

“ NAOURA !!! tadi malam kau kemana ? paman dan bibi mengkhawatirkanmu . aku dan jason juga mencarimu . kenapa kau tidak bilang pada kami bahwa kau pulang telat ?” aku berjalan cepat mengikuti langkah naoura yang terkesan terburu buru  ku sentuh bahunya beberapa kali tadi dia tetap bergeming tidak menjawab pertanyaanku ataupun menghentikan langkahnya .
“ naoura , kau kenapa ? kau marah padaku ? atau kau sedang ada masalah ? ayoo ceritakan padaku “ aku berdiri di hadapannya dan merentangkan tanganku . menghalanginya berjalan . tapi dengan kasar dia menampis tanganku .
“ aku ada kelas seni . jangan halangi aku “ dia berjalan melewatiku . aku diam , diam atas sikap naoura yang sudah tiga hari ini terlihat berbeda .
Aku masih terdiam di koridor kampusku dan tiba tiba saja jason sudah merangkul bahuku dan mengajakku masuk kelas .
“ kenapa diam disini ? ayo masuk kelas “ ku imbangi langkahku dengan langkah jason . tapi aku menahan tangannya . dan dia menatapku bingung “ada masalah ?” tanyanya .
“ kau tau kenapa akhir akhir ini naoura terlihat berbeda ?”
“ berbeda bagaimana ? wajahnya tetap sama , lalu apa yang berbeda “
Ku pukul lengan jason “ jason..” desisku
“ baiklah . maafkan aku , ya aku rasa dia sedikit menjauhi kita “
Aku berfikir sejenak dan kembali menatap jason . menatap mata kelabunya . “sudah kubilang dia menyukaimu” kataku perlahan .
“ jangan bicara macam macam . dia mungkin sedikit sibuk dan lebih fokus terhadap pelajaran di kampus ini “ jason mengelus kepalaku lembut . aku tidak yakin pada jason . karena akhir akhir ini naoura sedikit pulang malam . lalu jaranng sekali makan bersamaku , jason , Sandra dan paman will .

Sebenarnya apa yang terjadi ?
--

Atlanta ..
**JUSTIN POV
Aku bahagia . aku bahagia karena aku mempunyai orang yang benar benar kucintai . mata birunya yang selalu ingin kulihat . senyum manisnya yang selalu terlukis indah di wajahnya . aku bisa membuatnya lupa pada cinta pertamanya .
Rachel .. dia bahagia . dia bahagia bersama jason . jika begitu aku pun akan bahagia , dia sahabat kecil yang sangat baik . begitu beruntungnya pria yang memilikinya .
Tapi ada setitik dalam hatiku yang menganjal , sesuatu yang dari dulu ingin ku ungkapkan . sesuatu yang benar benar sangat penting . tapi saat ini , detik ini ku coba untuk menghilangkan setitik di hatiku itu . karena saat ini aku mencintai chorie .
Aku tau sejak dulu rachel menyukaiku . aku tau bagaimana perubahan sikapnya jika aku berpacaran dengan gadis manapun . aku menyadari ini , tapi aku tidak mau mengatakannya . biarlah suatu saat nanti jika tuhan mengizinkannya akan kudengar sendiri ungkapan hati rachel padaku . dan apa yang kurasakan saat ini .
--
New York
**RACHEL POV
Ku arahkan lensa kameraku pada orang orang yang berlalulalang disekitarku , kemudian membidiknya . dan ku tersenyum mendapatkan gambar yang ku inginkan . ku langkahkan kakiku di sekitar pertokoan , terkadang berhenti kemudian memotret lagi dan berjalan lagi .
Aku hanya berjalan sendiri , jason sedang mengikuti ujian yang tertinggal . naoura sempat kuajak tapi dia menggeleng cepat tanpa memandangku . astaga ! dia itu kenapa ? membingungkan sekali bukan ? bukankah jika ada masalah lebih baik dibicarakan dan diselesaikan bersama sama ?

Langkah kecilku terhenti pada sebuah penjual majalah . aku segera membeli majalah yang menurutku menarik . tentu saja majalah tentang justin dan chorie . aku berjalan cepat menyebrangi jalanan yang cukup padat kemudian duduk disekitar bangku taman yang ramai .
Ku buka lembar demi lembar . mataku terus menyapu deretan tulisan dalam majalah tersebut . dan aku terhenti saat chorie dan justin yang sedang mengadakan pesta kecil di rumah chorie . kenapa paparazzi bisa mendapatkan foto ini ?
Dalam foto ini , ada Caitlin , chris juga chaz dan ibu chaz juga banyak lagi . ku lihat disitu justin sedang duduk bersama Caitlin dan mengobrol sedangkan chorie sepertinya sedang menyanyi bersama teman mereka yang kubaca bernama cody . Dan dalam foto lainnya , justin berpelukan bersama chorie .
Ku tutup cepat cepat majalah ini . dasar bodoh !! kenapa aku membelinya ? bukankah  ini semakin membuat dadaku sesak ! hoh bodohnya !
Dan aku sadari aku belum sepenuhnya mencintai jason dan belum sepenuhnya  melupakan justin .
--

Kubiarkan hembusan angin menerpa wajahku . langit jingga yang mewarnai sore hariku ini . ku terdiam di sebuah tanah kosong . duduk sendiri dan membiarkan pikiranku meracau . memikirkan apapun . disinilah aku biasa melihat sunset di sore hari .
Tidak seperti biasanya . selalu ada naoura yang bercerita disampingku . tapi aku sendiri dsini menunggu jason . tak lama sebuah langka kecil semakin terdengar di belakangku . dan jason sudah duduk disampingku . mengikuti arah pandangnaku kedepan .
Melihat sunset yang sebentar lagi terjadi . jason terdiam mungkin dia tidak ingin menggangguku . dan saat sunset tiba jason berkata
“ apa kau sudah bisa belajar untuk mencintaiku?”
Pertanyaan ini yang aku tidak jawabannya terlontar dari bibir manis jason . ku tersentak dan menatapnya

 That should be me holding your hand…That should be me making you laugh..That should be me this is so sad…That should be me…That should be me
Ini hidupku . ini pilihanku , aku harus menerima apa yang telah ku pilih . aku harus menerima apa yang tuhan takdirkan . inilah aku , aku dengan semua cerita dan perjuangan hidupku . inilah aku dengan semua pengorbanan dan perjalanan cintaku . Ini aku dengan semua rasa sakit hati yang sering kuterima . ini aku dengan semua air mata disetiap kejadian . ini aku rachel farrant yang akan meneruskan hidupku.
Ini mataku yang selalu melihatmu dengan wanita lain . ini mataku yang selalu mengalirkan air mata untukmu . ini tanganku yang selalu ingin memelukmu . detak jantung ini yang selalu berdegup bila dekatmu . ini otakku yang selalu memikirkanmu .
Disini aku berdiri . berdiri menghadapmu dan berharap kau dapat melihatku . berharap kau dapat merasakan apa yang aku rasakan . berharap kau dapat membalas apa yang aku rasakan . kau tau ? aku disini berusaha keras melupakanmu dan belajar mencintai orang lain . tapi apa yang kau rasa ? kau mungkin tidak pernah tau , bagaimana rasanya jadi aku yang selalu ada di belakang , dann kau yang tak pernah menoleh atau sekadar melirik untukku .
Inikah cinta ? inikah penantian cinta ? bagaimana cinta ? kenapa cinta begitu rumit ? kenapa harus ada cinta ?
aku rachel farrant yang mencintai justin bieber  …………..
---------

“ apa kau sudah bisa belajar untuk mencintaiku?”
Pertanyaan ini yang aku tidak bisa jawabannya , terlontar dari bibir manis jason . ku tersentak dan menatapnya .lama ku tatap jason dan kini mataku dengan mata kelabu jason bertemu . apa yang kini aku harus ku jawab ? bagaimana perasaanku sesungguhnya pada jason ?
Ku sentuh pipi kanan jason “ aku senang kau selalu membuatku belajar apa arti cinta . bagaimana mencintai . kau begitu baik padaku jason . kau mengajariku banyak hal .. tapi kumohon berikan aku waktu untuk mencintaimu , kau tau ? ini sulit sekali “
jason menyentuh tanganku yang mengelus lembut pipinya . dia menahan tanganku . kemudian memegang bahuku .
“ aku tau , ini pasti sulit untukmu . begitupun aku , aku sulit mencintai orang yang tidak kucintai rachel “
Jason mendekatkan wajahnya padaku . apa aku harus melakukannya sekarang ? apa aku harus mencium orang yang tidak kucintai ? . terlambat … bibir jason sudah menyentuh bibirku lembut . bisa kurasa nafas jason menyentuh wajahku . masih ku pejamkan mataku . dan sekelebat kejadian terputar di otakku .
Ketika aku 15 tahun .. ketika di Bahamas .. ketika justin menarikku dari luke kemudian menciumku .. ciuman pertama yang terjadi padaku . kini ciuman kedua pada bibirku terjadi . entah kenapa , saat jason menggerakan bibirku , aku menangis .  air mataku yang tidak bisa ku pertahankan .
Aku masih menangis , jason tersadar segera melepaskan ciumannya dan menatapku yang menangis . ku tundukan kepalaku . ku sembunyikan mata sembapku , ku sembunyikan tangisku ini darinya .
Jason menarik daguku , dan mau tak mau aku menatapnya “ kau menangis ? menangis karenaku ?”
Aku menggeleng cepat , bahuku bergetar air mataku semakin mengalir . tidak jason ! aku bukan menangis karenamu . bukan karena itu ! tapi karena kenangan ku dulu bersama justin yang begitu indah . saat dia menciumku . itu saja , saat kau menciumku tadi , hanya bayangan justin lah yang muncul dari otakku .
“ jika itu karenaku , maafkan aku . mungkin aku melakukannya dengan kasar”
“ tidak ! itu bukan karenamu . ini bukan salahmu . kau tidak melakukan kesalahan apapun . berhentilah menyalahkan dirimu sendiri jason “ ku ucapkan kalimat itu dengan cepat dan sedikit terbata bata .
Jason menarikku dalam pelukannya . ku benamkan wajahku pada daddanya . membiarkan air mataku yang begitu berharga membasahi jaket yang dipakainya . kini langit jingga berubah malam . dalam keheningan ini , hanya detak jantungku , detak jantung jason , tangisku , dan hembusan semilir angin musim semia yang menemani kami ..
--------

Aku membantu bibi Sandra menyiapkan makan malam . ini kebiasaan rutinku dengan penghuni apartemen ini . menyiapkan makan malam , kemudian makan malam bersama . jason dan paman will sedang menonton TV . setelah makanan siap aku dan bibi Sandra membawanya ke meja makan dan memanggil paman will dan jason . aku teringat seseorang
“ astaga ! bibi aku akan panggil naora terlebih dahulu “ aku berjalan keluar dapur
“ kau mau kemana ?” Tanya jason, menahanku .
“ memanggil naoura “ aku melangkah lagi namun jason menahanku lgi
“ aku belum mendengar dia menaiki tangga , mungkin dia belum pulang “
“ biar saja . mungkin kau tidak mendengarnya , aku akan mencoba memanggilnya “
Aku melangkah keluar apartemen sandra kemudian menaiki tangga menuju apartemen naoura yang berada tepat di sampingku . ku ketuk pintunya beberapa kali dan menyerukan namanya  dia tak kunjung menjawab . aku gerakan kenop pintu miliknya dan terbuka .. apa dia tidak menguncinya ? atau lupa menguncinya ?
“ naoura .. kau didalam ?” ku panggil namanya dan terus melangkah masuk kedala apartementnya . ku buka pintu kamarnya , dia tidak ada . ku melangkah ke dapur , tidak ada . kemudian ku periksa kamar mandi dia tidak ada juga . mungkin jason benar , naoura belum pulang . padahal ini hampir larut.
Ku jejakan kakiku untuk melangkah keluar apartemennya , tapi langkahku terhenti [ada sebuah pintu ruangan yang sedikit gelap . karena aku penasaran , aku bergerak dan membuka pintu itu . gelap ! dalamnya gelap . tapi ketika ku tekan saklar lampu dan lampu menyala . aku terkejut !
Ku sapukan pandanganku pada apa yang ada dihadapanku . aku mengerjap beberapa kali .. ku pukul pipiku berusaha menyadarkanku bila ini mimpi. astaga !  ruangan ini kurasa ruangan pribadi naoura . aku baru tau saat ini , padahal aku sudah lama tinggal dengannya . semua ruangan ini berisikan lukisan , banyak sekali lukisan yang berserakan , banyak lukisan dengan berbagai tema . dan aku tertarik pada lukisan yang tertutupi kain putih .
Ku tarik kain itu . dan aku tidak bisa menyembunyika kekagetanku . JASON ?? ini lukisan wajah jason ? nyaris seperti nyata . lukisan ini begitu nyata . seperti lukisan para pelukis yang terkenal .
Dann kini saat aku melihat sebuah bukti . aku tau sesuatu yang membuat naoura menjauhiku ataupun jason ..

-----
Makan malam yang banyak membuatku diam . dan sampai saat ini pukul 11 pm , belum terdengar naoura sudah pulang . kejadian tadi begitu membuatku kaget . aku tidak menceritakan ini pada jason . biarlah mungkin akan ada saatnya .
Ketika aku sedang melamun , terdengar dering ponselku . aku segera mengambilnya dan mengangkat panggilan .
“ FARRANT !!” teriaknya di sebrang sana . ku jauhkan ponselku
“ tidak perlu menggunakan suaramu yang besar itu dan menghancurkan gendang telingaku SOMERS “ balasku “ ada apa ? apa lagi yang terjadi ?“ kataku ketus
“ sesuatu terjadi ?” katanya cepat , menghiraukan nada tinggi yang ku pakai untuk membalasnya . aku hanya menggumam
“ justin .. justin masuk rumah sakit beberapa hari lalu , karena insiden pemukulan “
“ astaga ! lalu ? lalu sekarang bagaimana ?”
Chaz diam ..
“ chaz ! jangan membuatku khawatir “
“ sebagian ingatannya hilang “ katanya . aku terdiam . cepat cepat ku tutup panggilan chaz dan mulai menelepon justin .  dan sebelum justin berkata hallo , aku cepat cepat berkata
“ aku rachel farrant . kau mengingatku ?”
“ astaga ! jangan bodoh ! memangnya ada apa ?”
“ kau mengenalku ?” kataku cemas
“ kau rachel farrant , sahabat kecilku , menyukai skate dan basket . lalu bermain basket memakai rok , berulang tahun sama dengan ku lalu –“
“ cukup ! “ kataku “ justin .. apa yang terjadi ?”
“ aku? Yang terjadi padaku ? aku hanya sedikit memar lalu kenapa ?”
“ astaga ! syukurlah . bagaimana hubunganmu dengan chorie , baik baik saja bukan ?”
“ chorie ? tentu , dia adik chaz yang baik . aku dengannya berteman baik “
“ berteman ? jangan bercanda . hubungan kalian sudah berakhir ya ?”
“ hubungan apa ? “
“ kau ? kau mengingat chorie bukan ? kau bilang kau mencintainya . kau berpacaran dengannya , justin ada apa ?” aku mulai resah
Justin tertawa kecil “ astaga ! dia gadis baik . aku dengannya hanya berteman . kau tau hubunganku dengan cait membaik “
Dan kini aku tau , apa yang sebenarnya terjadi . justin melupakan chorie ..
Setelah mengucapkan selamat malam tanpa menanggapi ucapan justin yang terakhir aku menutup panggilan dan menutup wajahku . aku kembali menangis ..


************
Rapuh hidupku . remuk jantungku . sakit hatiku . lemah hidupku . karena kaulah nafasku . karena kaulah jantungku . karena kau nyawaku . ku ungkap kehidupanku ini dalam sebuah perumpamaan lagi . disini aku tak mengerti atas apa yang terjadi . karena aku bingung scenario apa yang kita mainkan . drama apa yang sedang kita mainkan . tema apa yang kita pakai .
Disini ku terduduk diam , menunggu dunia berputar dengan cepat . menunggu perubahan jaman dan aku ingin ketika dunia berbalik kau bisa melihatku , tersenyum untukku , memeluk untukku , tertawa bersamaku , berlari bersamaku dan merasakan cinta kita bersama .
Tapi saat saat inilah , saat yang harus kuhadapi . saat kesedihan sedang berlangsung dan butiran air mataku kembali turun . saat aku marasakan sesak di hatiku . inilah yang harus kuhadapi . ketika aku harus memilih antara persahabatan atau mulai melihat seseorang .
Dan aku berharap saat seperti ini cepat berlalu dan aku  ingin kau mengajari aku bagaimana cara mencintai . dan aku ingin mengajarimu bagaimana perasaanku sesungguhnya untukmu .
Justin … aku masih berdiri disampingmu untuk menunggumu berharap kau menoleh sedikit saja . meskipun aku sadar di sampingku ada jason yang menungguku . dan akupun sadar disampingmu ada chorie . dan siapa yang harus ku pilih ketika ku lihat di belakang jason ada naoura yang masih menunggunya . noura sahabatku . jadi apa yang harus kulakukan ? langkah mana yang harus ku pilih ?
Ohh dear ….

------------

Aku terkesiap saat kudengar sebuah barang jatuh di dapur apartementku . aku segera terbangun dan berjalan terseok seok masuk dapur . aku menguap lebar . bisa kupastikan sebuah lingkaran hitam di bawah kelopak mataku . hoh ! aku menggeliat masuk dapur dan segera menjerit keras
“ JASON !! apa yang kau lakukan di apartementku ? cepat keluar !” aku berteriak dan mendekati jason , kemuadian menariknya dan bodohnya aku . kenapa aku tidak sadar bahwa tubuh jason lebih besar dari tubuhku ?
“ jangan menarikku dulu . memangnya kau berfikir apa jika aku ada di apartementku ? sebaiknya kau duduk dulu . dan kau bisa berkomentar setelah aku memperlihatkan sesuatu padamu “
Jason mendudukanku di kursi meja makan kemudian dia berjalan mengambil sesuatu dan menaruhnya di hadapanku . ku tatap piring yang berisikan dua lembar panekuk . perutku mulai berbunyi .
“ cobalah “ jason memotong panekuk itu dan menyodorkannya pada mulutku . ku tatap panekuk madu itu dengan ragu . “ kenapa kau tidak mau memakannya ? aku tidak masih bisa membedakan  mana garam dan gula jadi tidak mungkin aku salah memasukannya “
“ bukan itu tapi kenapa tiba tiba kau baik seperti ini ? tiba tiba ada di apartemenku tanpa izin , membuatkanku panekuk , dan –“
“rachel…” desis jason “aku memang baik . maka dari itu cepat cobalah , sebelum panekuk ini berubah dingin “
Kubuka mulutku dan membiarkan jason menyuapiku . astaga ! ini sangat enak . belajar dari mana dia .” tidak buruk “ komentarku . kemudian memotong lagi panekuk dan menyuapi jason . begitu seterusnya sampai panekuk itu habis dan baru ku sadari sedari tadi seseorang memperhatikan kami berdua . aku terpaku . naoura ..
“ aku mengganggu kalian ? maafkan aku , rachel ada titipan dari jenny yang belum sempat aku berikan padamu . biar kuletakan disini . sekali lagi maaf aku mengganggu kalian “
Kemudian naoura menutup pintu apartementku , aku masih terdiam . ingatanku kembali saat aku melihat banyak sekalilukisan wajah jason . bisa kurasa bagaimana perasaan naoura . dan kurasa perasaan naoura sama seperti perasaanku pada … justin saat melihat dia bersama gadis manapun ..

“ rachel .. ada apa ?” genggaman tangan jason yang mereas lembut tangan kiriku membuatku menoleh . aku tersenyum simpul
“ tidak apa apa . sebaiknya kau kembali ke apartementmu sebelum Sandra berfikir macam macam karena kau ada di apartemenku “

---

JUSTIN POV
Aku memandang lemah di balkon kamarku . memandang taman dirumahku yang penuh dengan bunga bunga cantik yang terawat . bunga bunga yang sedang bermekaran itu menebarkan bau harum yang langsung menyergap hidungku pagi ini .
Aku masih berfikir sebenarnya apa yang terjadi padaku ? tadi malam rachel bilang bahwa aku mempunyai hubungan khusus dengan chorie . apa yang dia bicarakan ? chorie memang baik , tapi aku hanya baru berkenalan dengannya di bandara itupun hanya perkenalan singkat . jadi tidak mungkin aku mempunyai hubungan khusus dengannya dalam jangka dekat ini .
Tapi aku merasakan sesuatu . sesuatu yang hilang dalam ingatanku . tapi ketika ku berusaha mengingatnya . kepalaku selalu terasa sakit . selalu ada sekelebat bayangan tentag seorang gadis yang begitu kucintai . tapi aku yakin itu adalah Caitlin .

Apa aku ragu atas kesimpulan yang ku ambil sendiri ? baiklah aku harus bersabar . lusa aku akan ke new York untuk mengadakan konserku disana . akan ku temui rachel dan bertanya padanya . mungkin dia bisa membantuku mengngat apa yang menganjal dalam fikiranku .

----

RACHEL POV
Aku mengangkat panggilan dari chris . sambil terus berjalan di sepanjang lorong kampusku .
“ ya chris ?”
“ disini menyedihkan sekali “ nada rendah yang begitu dalam dari kalimat chris
“ aku sudah mendengar sebagian cerita kalian di atlanta dari chaz dan justin . lalu kenapa denganmu  ? andai saja aku punya waktu sebentar saja untuk pergi ke atlanta mungkin aku bisa sedikit membantu kalian disana “
“ aku memang tidak punya masalah . tapi justin , chorie , kemudian skandy . cerita mereka begitu rumit . “
“ skandy ? siapa dia ? ya aku tau apa yang kalian rasakan . memang terdengar sangat sulit .kuharap kalian bisa menyelesaikannya dengan cepat “
“ kau tidak tau skandy ? memangnya justin tidak menceritakannya padamu ? dia itu cinta pertama chorie yang sulit di lupakan olehnya dan saat chorie melupakannya kemudian menjalin hubungan dengan justin . terjadi kecelakaan pada justin . benar benar rumit bukan ?”
“ justin pernah menceritakannya padaku . ternyata namanya skandy . benar benar rumit . dan kalau di tambah masalahku kalianpun akan merasakan betapa sulitnya ceritaku disini .”
“ ceritamu yang mana ? ayooo ceritakan padaku ?”
“ tidak ada waktu untuk itu chris , aku harus pergi . nanti aku telepon lagi kau . sampai jumpa “
Aku menghentikan sambungan telepon dari chris karena aku melihat seseorang yang sedang kucari . naoura ! . aku segera mengikutinya , aku enggan memanggilnya karena jika ya . dia akan dengan cepat menghindariku .
Aku mengikuti langkahnya . dia menaiki taksi dan dengan segera aku menyetop taksi dan menyuruh sang supir mengikuti mobil naoura . perjalan yang cukup jauh . dan ketika ku menyadari , naoura berhenti di sebuah pantai . kemudian menjejakan kakinya di lantai kayu . bukan pantai dengan pasir lembut tapi hanya di dekat sebuah resto yang dekat denga pantai .
Naoura menatap lembut hamparan laut . aku berdiri jauh di belakangnya dan perlaha aku mendekatinya .
Aku harus menanyakannya tentang ini …



**********
Ketika kebenaran saling terungkap . ketika kebenaran itu membuktikan segala , tentang cinta , tentang  bagaimana scenario kehidupan ini , tentang apa tema kehidupanku ini , tentang siapa sebenarnya tokoh utama ini , tentang bagaimana drama ini seharusnya berjalan , tentang sebagai siapa aku disini .
Aku harus bisa melangkah dan mengambil keputusan dengan cepat . dan kini saat kuambil keputusan ini . aku tak seharusnya belajar mencintainya karena dia memang bukanlah untukku , bukan denganku , bukan menyukai photograph karenaku , tapi harus menyukainya karena dia memang menyukainya . aku kembali harus mengorbankan perasaanku .
Denting piano yang mengalun lembut dalam kehidupanku perlahan meredup . semakin jauh terdengar dan lambat laun semakin tak terdengar . lagu only hope yang dinyanyikannya untukku dulu sudah tak terdengar dan kehidupanku kembali seperti dulu .. sunyi … senyap .. sepi…
Dentuman kecil bola basket .. denting piano … suara mandy moore .. suara chris brown semua menjauh dan kini hanya aku sendiri dalam lorong kehidupanku . tanpa ada siapapun dan apapun . ku terduduk diam dan menangis ..

----

Ku jejakan kakiku dalam lantai kayu itu dengan perlahan . bahkan sampai tak terdengar apapun . aku sedikit merapatkan jaket yang kupakai . langit musim semi tak seperti biasanya , kini terlihat sedikit mendung . angin pantai yang sedikit menyejukan dan memberikan  udara di paru paruku yang sedikit sesak. Ku tarik nafas dalam dalam .
Kini aku tepat di belakang orang yang ingin aku tanyakan , perlahan bisa kudengar dia sedang terisak . apa aku sanggup bertanya dalam keadaannya yang seperti ini ?bisakah ? tuhann bantu aku . dan dalam doaku kali ini ku panjatkan untuk sahabatku naoura .
“ naoura ?” perlahan ku sentuh bahunya dengan lembut . sangat lembut bahkan aku bisa merasa bahwa aku sedang tidak menyentuhnya . noura sedikit tersentak kemudian menghapus air matanya dan menatapku dengan mata hitam yang kini sudah sembap .
“ kenapa kau tau aku disini ? kau mengikutiku ?”
“ naoura ? sebenarnya kau kenapa ? kau bisa menceritakannya padaku “ kataku lembut
“cerita ? apa yang harus kuceritakan ? kau sudah bahagia ! kau tidak perlu mendengarkan keluh kesahku yang akan membuat semuanya berantakan . kau sudah bahagia dengan jason benar begitu bukan ? jadi untuk apa kau peduli padaku ?”
“ karena aku sahabatmu !!!” kataku berteriak kesal . aku lelah jika aku harus terus berkata lembut jika keadaannya seperti ini , untuk apa ? “karena aku sahabatmu yang akan selalu mendengar saat kau sedih atau bahagia naoura . aku menganggapmu sabagai adikku “
“berhenti dengan semua bualanmu rachel ! kau tidak akan pernah bagaimana diposisiku”
“ aku berkata begini karena aku .. aku sepertimu naoura . aku juga berada tepat di posisimu . aku tau bagaimana jadi kau !”
Noura berbalik memandang hamparan laut . dan langit kembali mendung . awan hitam berada tepat diatas kepalaku . gumpalan hitam yang sebentar lagi akan turun sebagai butiran butiran air .
“aku sedang belajar melupakan seseorang yang begitu aku cintai . bayangkan saja aku mencintainya selama hampir 12 tahun dan cintaku bertepuk sebelah tangan  . kemudian jason datang dan menyatakan perasaannya padaku . dan saat itu pula jason menyukaiku sejak dulu . aku menerimanya naoura , karena aku ingin melupakan seseorang itu “ jelasku panjang pendek . aku mulai menangis .
“ dan selama itu pula . kau tidak tau bagaimana jadi aku , aku yang diam diam menyukainya sejak pertama kali dia datang , dan nyatanya dia hanya menyukaimu yang jelas sahabatku . kalian bermesraan dihadapanku kemudian –“
“ dan saat itu pula aku sering melihat seseorang yang ingin kulupakan itu berciuman dengan orang lain . berpelukan bahkan kekasihnya itu sudah jelas adik sahabatku . aku harus melihatnya bergandeng mesra . kau pikir aku tidak pernah merasakan itu ? aku sering mendengarnya mengungkapkan cinta namun sayang kalimatnya itu bukanlah untukku “ kataku mulai terduduk lemas di lantai kayu .
“ jika memang itu yang membuat persahabatan kita retak , aku bisa memberikan jason untukmu “
“ jangan katakan pada jason jika aku menyukainya . “ setelah berkata seperti itu noura berbalik dan meninggalkanku sendiri . dia melangkah cepat sampai langkah kaki itu tak terdengar lagi .
Perlahan gumpalan hitam yang berda tepat di langit langit kepalaku berubah menjadi tetesan hujan yang perlahan membesar dan bukan sebagai rintikan hujan namun hujan yang cukup lebat . ku biarkan diri ini terbasahi oleh dinginnya air , oleh dinginnya sikap naoura , oleh sakitnya perasaanku terhadap justin , oleh bimbangnya hatiku untuk jason . sebesar apapun hujan saat ini takan pernah menghilangkan apapun yang kini terjadi .
Aku berharap aku tidak ingin terlahir dengan kisah cinta yang begitu rumit untukku

----

Esoknya kudapati kabar buruk . naoura pergi ke jepang , karena harus merawat ibunya disana . dia memang keturunan jepang . kemudian kini aku lebih banyak diam . mungkin naoura sedang menyendiri dan menenangkan pikirannya , dia bahkan tidak pamit pada orang di apartement tentang keberangkatannya . benar benar menghilang .
Aku berjalan disekitar danau buatan di dekat pusat kota , berjalan sendiri menundukan kepalaku membiarkan beribu pertanyaan dalam benakku , membiarakn pikiranku melalang buana kemanapun perginya .
Kemudian ku terduduk di sekitar danau kota memeluk erat lututku membenamkan wajahku . membiarkan semilir angin menerbangkan helai demi helai rambutku .
“ I need you boo .. I gotta see u boo..”
Lagu itu .. lagu yang sering dinyanyikannya .. justin .. tapi itu bukan suara justin , bukanlah suara yang kukenal . perlahan kuangkat keplpaku dan mataku menyapu sekitar danau dan mendapati seseorang yang tidak kukenal memetik gitar perlahan . menyanyikan lirik lagu kenangan itu .
Ku pandangi seorang lelaki yang bernyanyi itu . menikmati suara baritonnya yang indah .

“ kau masih menyukai lagu itu ? kalau begitu ayo kita nyanyi bersama “

Aku terperanjat dan mendapati justin sudah ada dibelakangku , aku tersenyum lebar dan memeluknya dengan cepat .
“ dasar bodoh ! mengagetkan saja ! bagaimana jika aku terjatuh kedanau ? kau pasti akan menertawakanku bukan ?”
“ kau kan pandai berenang “
“ justin…” desisku
“rachel “ balasnya
“ hentikan gurauanmu “ kataku memukul bahunya , namun masih kupeluk tubuhnya
“aku tidak bergurau “ justin diam “kenapa kau memelukku erat sekali .. ahhh jangan jangan kau merindukanku ya ?”
“ aku tidak merindukanmu . tingkat percaya dirimu itu tinggi sekali “
“kalau begitu , kenapa pelukanmu membuatku sesak . cepat mengaku sebelum kita berdua terjatuh kedanau “
“ baiklahh aku akui aku merindukanmu justin “
“ kalau begitu . cepat lepaskan aku sebelum aku mati karena kehabisan nafas “ katanya panjang pendek . segera ku lepaskan pelukannya dan menatapnya . ku pegang kepalanya dengan wajah polosku
“ ada apa dengan ini ?” kataku menunjuk kepalanya
“ ini “ kata justin memegang kepalanya “ sesuatu terjadi , bisa kau membantuku mengembalikan sesuatu yang hilang itu ?”

********
DEAR ..

Ini kisahku . ini hidupku . ini perjalananku dalam hidup . ketika bagaimana pertama kalinya aku merasakan cinta . ketika aku merasakan bagaimana sesungguhnya cinta . ketika masalah demi masalah datang menyergapku . disini ku tetap bertahan untuk mengungkapkan sesungguhnya perasaanku padanya .

Berharap di dengar , berharap dilihat , berharap suatu saat nanti dia memahamiku . aku sering mendengarnya mengucap beribu kata cinta . ku tersadar semua kalimat itu bukanlah untuku tapi untuk gadis yang dicintainya . pejaman mataku tak menghilangakn bayangannya . matanya yang seakan menghipnotisku selalu kurindukan . debaran jantungku yang menggebu setiap di dekatnya tak memungkiri aku menyukainya

Tuhannn ku sadar seberapa besar dan seberapa banyak cara aku berusaha melupakannya itu takan pernah bisa dan takan pernah bisa terjadi . ketika rasa sakit hati yang menusuk dadaku , ketika butiran air mata terjatuh ini semua hanya karenanya . karena aku jatuh cinta padanya . pada cinta pertamaku .
Aku ingin , dalam drama dan skenario yang dibuat ini akulah yang ditakdirkan bersamanya . bersama peran utama pria . namun itu tidak mungkin karena jika bukan karena hidupku dan ceritaku ini , takan pernah ada sang tokoh utama .


Ku rasakan sakit yang begitu perih . dan baru kurasakan saat aku bernafas begitu sesak dadaku. Begitu jelas tergambar dalam ingatanku saat pertama aku bertemu dengannya . saat pertama kali aku bermain skate dengannya . bermain basket kemudian bernyanyi . itu lahh yang aku rindukan .
Ketika sekelebat bayangan dia mengecup bibirku , ketika dia menggerakannya .. aku merindukan saat itu , saat dimana aku begitu menggilainya . namun masa indah itu hanyalah kenangan ….

-RACHEL OLIVE  FARRANT-



**********
Pejamkan matamu | rasakan tangisku  rasakan sakit hatiku rasakan aku didekatmu . ku mohon mengertilah aku sedikit , aku disini . aku bersamamu tapi nyatanya kau bukan untukku . kau hanya bayangan untukku . kau memang terlihat dengan mataku namun kau sulit untuk menjadi milikku . aku hanya bisa melihatmu , namun tidak bisa memelukku . aku dekat denganmu tapi tidak sekalipun kau menoleh untukku . ku mohon lihat aku | dengar aku |kita nyanyikan lagu kenangan kita seperti dahulu kala ..

Berakhir semuanya . berakhir aku tentang orang yang benar benar menyukaiku . nyatanya dia memang bukan untukku dan bukan di takdirkan denganku . bisakah persahabatan kita kembali seperti dulu ? kini aku disini kembali di lorong sempit , hatiku dihimpit bebatuan yang begitu terjal . sendiri .. sepi .. menangis … dan air mata …

-------

“ it never crossed my mind at all .. that’s what I tell my self .. what we had has come and gone .. you better off with someone else .. its for the best , I know it is .. “  kunyanyikan lagu ini dengan iringan dentuman music dihatiku . mengakhiri musim semi dan mengawali musim panas . ku gerakan bibir mungilku dan mengalunlah suaraku yang cukup baik . dengan latar taman indah yang begitu indah dengan tumbuhnya bunga bunga cantik .

“ but I see you .. sometimes I try to hide ..what I feel inside .. and turn around .. you’re with him now .. I just can’t figure it out “ suaranya yang indah dapat ku dengar lagi . gerakan bibir manisnya yang membuatku semakin menyukainya . aku tersenyum mendengar suara baritonenya yang digilai para fans di seluruh dunia .
“ tell me why .. you’re so hard to forget .. don’t remaind me .. I not over it.. tell me why .. I cant seem to face the truth . I’m just a little too not over you “ dan kami nyanyikan kalimat ini bersama .
Ini bukanlah lagu with u yang dulu ku nyanyikan bersamanya . ini lagu a little not over you . aku suka lagu ini , terlebih pada liriknya . dan aku baru saja menanyikan beberapa penggal lirik bersama justin .
Menyanyikan ini di taman yang dulu ku kunjungin bersama jason . dengan latar bunga bunga yang sedang bermekaran , kemudian teriakan kecil burung burung . gemericik air kolam di dekat kami . terpaaan angin yang menerpa wajah kami . semilir angin yang meniupkan beberapa helai rambut kami . menyenangkan sekali bukan ?
“ ternyata suaramu memang bagus rachel “ puji justin untukku
“ kau baru menyadari itu sekarang “ gurauku “ nah bagaimana dengan masalahmu , apa yang terjadi ?” tanyaku
Justin mendesah pelan “ sudah kuceritakan bukan ? “ Tanya justin , namun kemudian dia mengulang ceritanya lagi lebih jelas . saat dia mengakhiri ceritanya . ku tatap mata coklatnya yang selalu membuat jantungku berdebar kencang .
“ justin . kau itu berhubungan dengan chorie . kau sendiri yang menceritakan itu padaku . kau begitu bahagia saat menyebut namanya padaku . kau begitu riang saat menceritakan bahwa kau bisa memilikinya . tapi sekarang dengan mudah kau bilang kau tidak ingat apapun ? kau pikir dimana perasaanmu “ ku sebut rentetan kalimat itu dalam satu tarikan nafas .
“ bukankah sudah kubilang . aku memang tidak ingat apapun tentangnya rachel ? jadi bisa kau memberitahuku tentangnya lebih banyak “
“ aku hanya tidak bisa membantumu banyak. yang bisa membantumu adalah dirimu sendiri . kau harus biisa mengingat semuanya . aku hanya punya satu bukti untuh untukmu dan akan kuberikan itu untukmu nanti “
“bukti ? bukti apa ?”
“kau ini bodoh atau apa ? kau sering masuk infotaiment . tentu saja disitu banyak sekali fotomu dengan chorie . “ justin masih menatapku yang berbicara agak ketus , kemudian aku berdeham sedikit dan memperbaiki nada bicaraku “maksudku . kau itu artis , paparazi itu lebiih pintar darimu . nah begini saja , aku harus mengingatnya alasan kenapa kau begitu mencintainya “
“ matanya yang biru “ kata justin cepat
“ mata biru ? itu kau mengingatnya “ kataku . mata biru , dia menyukai gadis bermata biru ? bukankah dia bilang dia menyukai gadis bermata coklat . lensa mata sepertiku . dan kenapa dia tidak menyukaiku … oh dear ..
“ entahlah . saat aku tidak mengingatnya aku hanya sering bermimpi dalam mimpiku itu ada seorang gadis yang benar benar aku cintai . dan aku hanya yakin itu Caitlin “
“ itu bukan cait . aku yakin gadis itu adalah chorie . kau sudah mengakhiri hubunganmu dengan cait cukup lama “ kataku tidak sabar .
“ baiklah lupakan . aku harus mengingatnya nanti . nah dengar bagaimana hubunganmu dengan ..“ justin menarik nafas “ jason”
Aku mengalihkan pandanganku menatap langit kota new York yang begitu cerah bertolak belakang dengan hatiku yang begitu mendung . bahkan setiap hari beginilah hatiku
“ kurasa aku dengannya memang harus berakhir . aku bukanlah gadis yang tepat untuknya . aku tidak bisa mencintainya . dan kurasa naoura menyukai jason “ kutundukan kepalaku . menatap ujung sepatuku . justin meremas pelan bahuku
“dann kau akan menyerahkannya pada naoura ?”
Ku tarik nafasku “ persahabatan itu jauh lebih penting . meskipun aku mengakhri hubunganku dengan jason , itu tidak berarti aku putus hubungan persahabatan dengannya bukan ?”
“ rachel ..”
“aku tidak bisa mencintai orang yang tidak aku cintai justin “
Justin mengangkat daguku dan menarikku dalam pelukannya . pelukannya yang bagitu hangat , pelukan yang aku rindukan . kehangatan menjalar dalam diriku . rasa rindu yang membucah dalam dadaku tersampaikan . aku semakin mencintanya dan aku semakin bodoh untuk bisa melupakannya .
“ kau gadis baik . kau gadis ketiga dalam hidupmu setelah mom dan kekasihku “
Justin aku tidak ingin menjadi yang ketiga .. aku ingin menjadi yang kedua dalam hidupmu ….
Aku melepaskan pelukan justin . dia menatapku , aku terlalu hanyut dalam tatapan indahnya . aku terlalu menyukai tatapannya . sampai dering ponsel mengangetkan kami dan aku mengalihkan pandanganku . mengambil ponselku dari jason . aku segera menanggkat panggilan .
Jason ingin aku segera pulang . ada sesuatu yang ingin dibicarakan olehnya . kalau begitu akan ku selesaikan semua ini . akan kuakhiri semua ini dan menjelaskan semua yang terjadi . akan ku akui padanya bahwa aku masih menyukai justin .
“ justin . aku harus pergi , kau punya jadwal padat selama di new York ini bukan ? kalau kau tidak sibuk kau bisa datang ke apartementku . sampai jumpa “ aku bangkit tapi justin menahan tanganku dengan cepat .

“ ada yang ingin aku katakann padamu sejak dulu . sejak dulu sekali sebelum aku menyadari ini aku ingin mengatakan ini . tapi aku terlalu ragu , aku takut , aku takut akan perkiraanku salah . aku juga terlalu takut mendengar jawabanmu nanti . apakah kau sudah siap mendengar apa yang akan ku pertanyakan ?”
Aku tertegun , aku menyadarinya sedari tadi aku menahan nafas . kenapa bernafas menjadi sulit sekali . ku tarik nafas perlahan
“ aku harus pergi sekarang “ ku berusaha melepaskan tangan justin , tapi cekalannya terlalu kencang
“ kau akan menyebutku sebagai pengecut nanti . tapi kau harus tau , jangan pernah menghindariku , jangan pernah menjauh dariku lagi . tetaplah disini bersamaku dan tetaplah hanya aku yang ada dihatimu “
Apa ? apa katanya ? ku kerjapkan mataku . dia tau .. dia tau bagaimana perasaanku . ku tutup mataku
“ tetaplah chorie yang ada dihatimu . dan simpan aku sebagai sahabat terbaikmu “ ku tarik perlahan tanganku dan justin mengendurkan cekalannya .
“ ya .. kau sahabat .. sahabat terbaik “
Kau tau justin itu sangat sakit untukku . ketika ku sebut nama chorie , aku merasa dadaku terasa sakit . ku langkahkan kakiku menjauh darinya yang masih terdiam di bangku taman .

----

Aku sudah bergati pakaian . aku mengambil kameraku dan naik ke sebuh gedung dan diam di lantai teratas gedung tersebut menunggu jason . dan selama beberapa saat aku memotret beberapa gambar dar atas sini . ahh menunggu sunset lagi .
“ sudah lama menunggu ?”
Aku menoleh dan tersenyum , kemudian menggeleng pelan “ tidak . kenapa kau ingin menemuiku di atas sini ? kenapa tidak di lapang kosong saja ?”
“ kau belum pernah menatap sunset dari atas sini bukan ?” tanyanya dan aku menggeleng “ kalau begitu ayoo kita ihat bersama .
Kami terdiam dan hanya menatap pemandangan kota new York di atas sini
“kenapa kau tidak pernah bilang tentang bagaimana naoura padaku ?” aku menoleh dan aku mengerti apa yang akan dibicarakan jason .


*********
Kebahagian itu terkadang berpihak padaku . membuatku sedikit melambung tinggi senanng . tuhannn hentikan waktu sebentar saja . biar ku nikmati kebahagiaan ini ……
----------

Ku jejakan langkah kecilku di jalanan sudut kota new York  malam ini bersama justin . berjalan di tengah himpitan gedung gedung apartement yang hanya menampakan lampu remang remang  di pinggiran jalanan yang cukup sepi .
terdengar deru kendaraan yang hanya berlalu lalang melewati kami berdua  . terdengar hanya lantunan lagu lagu classic dari beberapa pub malam . hembusan angin musim gugur yang sedikit menerpa kami , membuat aku dan justin semakin merapat coat yang kita pakai dan menjejalkan tangan kita ke saku coat . melilitkan syal yang membuat leher kami semakin hangat .

tak ayal kami hanya diam tak bicara selama berjalan ini . membiarkan siapa diantara kami yang akan memulai pembicaraan terlebih dahulu . membiarkan pikiran ini melalangbuana memikirkan pertanyaan apa yang akan kami lontarkan .
gemerisik guguran daun yang menguning jatuh mengenai kepalaku . membuatku tersentak dan membuyarkan semua pemikiranku ini terpecah . aku mengerang pelan
“ astaga ! “ ku gosokan rambutku dari daun yang menimpaku . ku dengar justin terkekeh kecil . aku menoleh “kenapa tertawa ?”
“kau pasti sedang melamun , kemudian daun itu menganggumu . benar begitu?”
“jangan meramalku seperti itu “ aku memajukan sedikit bibir mungilku , membuat justin semakin tertawa . aku mendahuluinya berjalan dan memasuki sebuah taman . tapi justin menahan tanganku “apa ?”
“tidak jadi ke taman “ katanya , aku mengerutkan dahi bingung “ayoo kita nonton bioskop . sepertinya sudah lama kita tidak menonton “
“ dengan pakaianmu seperti itu , kau mengajakku menonton dan membiarkan aku diserbu para fansmu itu ?” aku menatapnya dari atas sampai bawah . dia itu bodoh atau pura pura bodoh ? dengan pakaian yang membuatnya sangat dikenali dia mengajakku menonton ? .
Aku memperhatikannya , justin mengambil sesuatu di saku sebelah kiri coatnya kemudian memperlihatkannya padaku .
“ dengan ini apa masih bisa di kenali ? tidak bukan ?” dia memakai kaca hitamnya , kemudian menaikan sedikit syalnya sampai menutupi mulutnya (noh kaya jin guk)
“ tetap masih dikenali “ aku memiringkan kepalaku .
“ dasar bodoh ! tentu saja kau mengenaliku . tapi kalau orang lain sudah pasti tidak akan curiga padaku “ dia menyentuh unjung rambutku
“apa yang dikatakannya , aku bodoh ? dia  yang bodoh , mengajakku menonton bioskop malam malam begini “ gerutuku sambil berjalan mengikuti justin yang berjalan terlebih dahulu
“aku mendengar itu rachel “ katanya . menyebalkan sekali bukan ? sudah mengajak nonton kemudian berjalan meninggalkan aku sendiri di belakang . tidak ada romantisnya ! jika aku tiba tiba menghilang bagaimana ? astaga !

-----

Aku menguap beberapa kali . lalu berjalan perlahan di samping justin . film yang kami tonton sama sekali tidak ku perhatikan . ini memang baru saja jam 9 malam tapi mataku dan dengan bayang bayang tugasku yang begitu banyak membuatku semakin mendesah keras .
“mau kemana lagi ? “ katanya
“kau tidak lihat mataku ? aku sudah mengantuk . ayo pulang ! Memangnya akan berapa hari kau di new York ?”
“besok aku sudah kembali . maka dari itu aku mengajakmu malam  ini . aku ingin mengajakmu ke tempat seperti kau berada dalam laut namun-“
“kita bisa kesana lain kali justin “aku mulai berjalan sedikit lebih cepat . dan berharap mataku tidak terpejam saat berjalan . namun langkahku terhenti di dekat pintu masuk bioskop . petikan gitar itu .. lantunan music itu .. membuat mataku membulat . segera ku putar bola mataku mencari asal music itu .
Dan pandanganku terhenti saat melihat seorang anak perempuan berumur sekitar 9 tahun sedang menyanyi di depan bioskop dengan gitar ditangannya . aku memperhatikannya cukup lama , memperhatikan sekelilingnya . kasihan sekali , kenapa para turis ataupun orang yang lewat tidak memberikannya sedikit uang saja . suaranya cukup baik untuk seumurannya .

Aku berjalan perlahan mendekatinya . mendekati anak itu yang bernyanyi dengan serius meskipun hanya sedikit orang yang berhenti untuk mendengarnya . cengkraman tangan justin yang menahanku membuatku menoleh
“katanya kau mengantuk ? ayo pulang “
“kau mau membantuku ? “tanyaku , justin mengangkat alisnya dengan bingung . kemudian aku menunjuk anak perempuan itu dengan daguku “membantu anak kecil itu dengan sedikit kemampuanku dan kemampuanmu . ayoo “ aku menarik tangannya dan mendekati anak kecil itu.
Anak kecil itu berhenti bermain dan menatapku dan justin dengan bingung , segera amu meminjam gitarnya dan dia mengizinkanku , kemudian ku berikan gitar itu pada justin .
“kenapa dia tidak membuka kaca matanya ?” tanya anak itu menatap justin
“dia sedang sakit mata” jawabku asal , kemudian aku berbisik pada justin “speak now – taylor swift “
Justin mulai memetik gitarnya dan ku mulai bernyanyi
 “I am not the kind of girl….Who should be rudely barging in on a white veil occasion…. But you are not the kind of boy…..Who should be marrying the wrong girl….I sneak in and see your friends…..”

Ketika aku selesai bernanyi baru ku sadari betapa banyak yang sedang melihat kami . mereka bertepuk tangan dan menyimpan uang pada kotak gitar yang ada di hadapan kami .
“terima kasih banyak . berkat kau , aku bisa pulang dengan tenang dan mengisi perutku dan ibuku yang kosong “ anak perempuan itu memelukku erat
“ahh tentu . siapa namamu gadis kecil ?”
“aku chorie . chorie benevit , kalau kau ?” aku tersentak , dan dengan cepat justin membalikkan tubuh anak itu
“ kau ? namamu chorie ?”
“ ya “
Dunia memang sempit bukan ?

-----

Paginya aku terbangun . lingkarang hitam lagi , badanku yang lemas . ku berjalan terseok seok menuju dapur . menuangkan sedikit air putih dan meneguknya . bel apartemenku berbunyi . aku membukanya
“justin ? kau bilang pulang hari ini ?”
“ajari aku photograph “ katanya riang
“ apa ?”
--
Selesai mandi dan berpakaian aku berjalan dengan justin di taman . dia membawa kameranya begitupun denganku . kemudian kami berhenti di bangku taman .
“ kau duduk di bawah situ . dan aku memotretmu dari sini , “
Aku duduk kemudian mengarahkan kameraku pada justin dan justin padaku . kami saling memotret
Tidak seperti biasanya langit pada hari ini begitu cerah … sepeti hatiku yang sedang bahagia ..
“justin , apa maksudmu tentang perkataan yang kau bilang .. tetaplah kau yang ada di hatiku ?”tanyaku ragu .. entahlah kalimat ini keluar begitu saja .
“ itu ..” jawabnya tergugup


********
Aku berharap waktu cepat berputar . aku hanya berharap aku tau siapa orang yang aku cintai , orang yang mencintaiku . aku berharap doa yang selalu ku pinta pada tuhan akan segera terkabul . aku berharap dia mengerti aku , aku berharap sebuah mimpi yang aku inginkan terkabul .
Tapi semua iitu hanya harapan . harapan kosong yang mungkin akan hilang dalam putaran waktu . setiap ku pejamkan mata , bayang bayang tentangnya masih saja ada dalam pikiranku . ketika ku menengadahkan wajahku menatap langit kota new York , langit seakan bicara bahwa dia masih ada dalam hatiku . ketika ku terdiam dalam lapang kosong dan membiarkan tubuh ini menerima rintikan air hujan , hujan berbicara bahwa aku tidak akan pernah bisa melupakannya. Dan saat aku melihat begitu banyak bintang yang menghiasi langit malam , bintang berbicara dia adalah segalanya untukku .
Sebegitu besarkah dia dalam hidupku ? begitu besarkah perannya dia dalam kehidupanku . seakan aku buta olehnya , seakan tuli dan hanya mendengar suaranya .seakan aku lumpuh karena dia di dekatku .
You my everything . aku selalu berkata what if a friend be in love ? apa sebuah pertemanan bisa menjadi cinta ? maksudku apa jika dalam persahabatan bisa menimbulkan rasa cinta ? seperti keadaanku kini , selalu ada ruang kosong dalam hatiku untuknya . dia mengisi ruang kosong dalam hatiku .
Pejamkan mata dan ku renungkan kalimat itu … what if a friend be in love ?

-------

Keraguan yang menghampiriku . rasa cintaku seakan membucah saat dekatnya . langit new York pagi ini begitu cerah . namun terpaan angin musim gugur masih terasa begitu dingin .
. “justin , apa maksudmu tentang perkataan yang kau bilang .. tetaplah kau yang ada di hatiku ?”tanyaku ragu .. entahlah kalimat ini keluar begitu saja .
“ itu ..” jawabnya tergugup , justin menurunkan kameranya dan menatap rumput yang menghijau .
“ lupakan ! aku hanya meracau , aku.. ah entahlah anggap saja aku tidak pernah bertanya tentang ini padamu “ aku mengalihkan pandangan , menatap seluruh isi taman . mengangkat lensa kameraku dan membidiknya dengan asal . menghilangkan kegugupanku dihadapan justin .
“jika kau ingin tau apa maksud pembicaraanku saat ini , kau akan mengetahui maksudku nanti . tapi ku mohon tetaplah aku yang ada di hatimu . saat ini aku berusaha menghilangkan –“ ucapan justin terpotong saat dering ponsel mengagetkannya
Justin berbicara menjauh . ku perhatikan dia tapi kemudian ku tatap lagi seluruh isi taman . tidak seharusnya aku membahas tentang perkataannya . tidak seharusnya aku bertanya tentang ini . sudah cukup . cukup dia tau bagaimana perasaanku , cukup aku hanya sahabatnya . aku tidak mungkin bicara aku menyukainya lebih dalam . aku tidak mungkin menghianati chorie , meski aku belum bertemu dengannya .

Justin kembali menghampiriku “maaf aku harus pergi . scoot sudah meneleponku”
“ ya aku tau , kau pasti sangat sibuk . salam untuk teman teman di atlanta , untuk pattie dan untuk chorie “ justin memelukku dan ku balas pelukannya . ku mohon jangan lepaskan pelukan ini . I miss your hug , don’t leave me alone . sekelebat pertanyaan itu kembali menghampiriku ‘what if a friend be in love ??’
“akan ku sampaikan salammu . libur musim dingin nanti kau akan ke Toronto atau tidak ? apa kau tidak merindukan ibumu ?” aku melepaskan pelukan justin
“ musim dingin ini aku tidak pulang . bahkan jadwalku padat sekali , kau taukan aku akan menjadi seorang pemotret hebat dan sutradara . aku sangat merindukan ibuku . bahkan aku ingin sekali menukarnya dengan mimpiku untuk menjadi sutradara dengan bertemu ibuku dan memeluknya “ ku tarik nafas sejenak “tapi ibuku bilang , kejarlah mimpimu dan bertemu aku saat kau sudah sukses “
Justin tersenyum kemudian memegang bahuku “kami pasti akan menunggumu pulang . aku ingin kau bertemu chorie , kalian banyak sekali persamaan . aku akan menunggumu sebagai sutradara hebat dan menyutradari video klipku “ justin mengelus rambutku , ku tersenyum sebagai jawaban .
Justin melepaskan tangannya dari bahuku , dan perlahan pergi meninggalkanku . ku tatap punggungnya yang semakin menjauh . kemudian ku balikan tubuhku dan berjalan pulang
“ rachel .. jangan pikirkan apa yang aku katakan , jangan pikirkan apa yang seharusnya tidak kau pikirkan . suatu saat nanti jika tuhan berkata , sesuatu yang kau pikirkan itu akan terjadi . tapi jika tuhan berkata tidak , aku akan datang padamu dan menjelaskan semuanya . “
aku tertegun sejenak , mengerjapkan mataku beberapa kali . ku balikan tubuhku menatap justin yang jauh berdiri disana . apa maksudnya ? tidak tuhan pasti berkata tidak . tuhan pasti akan selamanya menyimpan aku sebagai sahabat justin . hanya chorie , chorie adalah pilihan justin . aku yakin chorie memilih justin .
“ rachel aku pasti akan merindukanmu “ justin tersenyum , menangkat sebelah tangannya dan berjalan mundur .
“ apa kau pernah berfikir seorang teman dekatmu akan menjadi kekasihmu suatu saat nanti ?” teriakku . aku bisa merasa mataku berkaca kaca . jangan menangis … jangan menangis ….aku menunduk
Justin berhenti melangkah . terdiam . dia hanya terdiam . aku mendongak dan menatap justin yang terdiam .
“ lupakan ! aku hanya bertanya yang tidak seharusnya aku pertanyakan . dan aku berfikir seorang teman akan selamanya menjadi seorang teman “ aku berbalik dan sedikit melangkah dengan cepat
“aku berfikir seorang teman bisa menjadi kekasih , jika seseorang itu mengungkapkannya dan tidak memendamnya sendiri . sampai jumpa rachel “
Ya sampai jumpa justin . akan ku renungkan maksud perkataanmu . kau berkata benar . jika aku mengungkapkannya aku pasti akan sedikit lebih lega . seharusnya aku tidak perlu takut akan jawabanmu . tapi kini disini . detik ini .. menit ini .. aku merasa takut akan jawabanmu ..

----

9 bulan kemudian …..
“dimana naoura ?” aku bertanya pada jason yang sedang memotong chocolate waffle miliknya .
“ dia sepertinya …”
Kemudian terdengar suara berdebam keras di depan pintu apartemenku . aku memejamkan mata kaget .
“aku baik baik saja . aku tidak jatuh . pintunya juga tidak rusak “ naoura berseru kemudian dia masuk apartemenku dan memegangi kepalanya
“kau bilang kau tidak apa apa ?” tanyaku menggigit Cake Recipe “Creamy Lemonade Pie” buatan jason . dia benar benar pintar membuat cake . ini lezat sekali .
“aku hanya terpeleset “katanya duduk di kursi samping jason , kemudian jason menatapnya
“kau baik baik saja ?” Tanya jason memegangi kepala naoura , dan naoura tersenyum
“hentikan drama kalian”kataku menatap naoura dan jason .
“lakukan sepeti ini bersama justin “goda noura
“apa ?astaga ! lihat kekasihmu itu jason “
----

Aku terduduk diam menikmati akhir musim semi ini di pantai new York . memotret beberapa objek yang menarik bersama jason , dia sedang memotret objek yang di perintahkan atasannya  . akhirnya aku menjadi seorang sutradara yang cukup terkenal . walau begitu aku masih menyukai photograph . terpaan angin pantai di wajahku begitu terasa hangat . ponselku berdering
“ rachel farrant ?” dia bertanya langsung
“ ya ini aku . siapa ini ?”
“ aku chorie somers , adik chaz somers “
“ chaz ? kau adik chaz ? benarkah ? akhirnya aku bisa bicara denganmu . kau tau ? chaz sering membicarakanmu ..”aku tersenyum , astaga dia chorie , menyenangkan sekali
 “ chaz juga sering membicarakanmu . sekarang kau tinggal dimana ?”
“ aku di new York . aku berkuliah disini mengambil jurusan photograph . kau berkuliah atlanta ya ?”
“ mm, aku berkuliah disini . oh ya , apa kau bisa datang besok ke sini ? ke atlanta ? aku dan yang lain akan berlibur bersama apa kau bisa ?” dia bertanya penuh harap
“ besok ?? sayang sekali aku – “ ucapan ku terpotong saat jason memanggilku “ tunggulah sebentar Jason “ kemudian Ku tempelkan lagi ponselku “ sayang sekali aku sedang banyak tugas , bagaimana jika di akhir bulan nanti saja aku datang ke atlanta . aku juga rindu chaz dan –“
“ justin “ katanya cepat
“ justin ? ahh tidak , aku tidak merindukannya . aku ingin bertemu denganmu . selama inikan aku hanya melihatmu di foto saja .“
“ benar kau tidak merindukannya ?” hey dia menggodaku
“ benar ! oh ya , ku dengar kau pernah berpacaran dengan justin ? bagaimana dia selama ini ?”
“ nah kau bertanya tentangnya berarti kau merindukannya ? mm , ya aku pernah berhubungannya . dia baik padaku “
“ aku tidak merindukannya . oh begitu , semoga bulan depan kita bisa bertemu ya ? aku sudah terlambat . semoga kita bisa mengobrol lagi . senang berkenalan denganmu chorie . bye “
“ ya , terima kasih rachel “
Aku menutup panggilan , dan  menatap jason .
“kau bilang akan bertemu dengannya akhir bulan ? bukankah kau memang akan pulang besok ke atlanta dan Toronto ?” Tanya jason yang mendengar percakapanku
“aku akan memberikan kejutan pada semua orang “ kataku tersenyum jahil “ayoo temani aku membeli beberapa barang sebagai oleh oleh untuk ibumu , justin , chorie , chaz , Caitlin oh ya untuk chris juga “
“kau semangat sekali “
“tentu , aku merindukan mereka selama dua tahun ini . kau ikut ke Toronto tidak ?”
“ tidak , bosku tidak mengizinkannya “



Aku terdiam sendiri dikamar ini . membiarkan pikiranku , tubuhku , dan semuanya mencerna apa yang terjadi . aku tidak bisa terus menerus begini . aku harus bisa membuat semuanya tersenyum kembali . membuat semua kenangan tentang chorie menjadi kenangan indah dan membuat semua bangkit kembali .
Untuk sementara ini aku tidur dirumah justin . tentu saja karena banyak kamar kosong . ibuku juga baru datang tadi siang , ibuku , pattie dan ibu chaz adalah sahabat baik . mereka menangis bersama . ibuku mungkin sedang dirumah chaz , membantu ibu chaz yang terus menangis hingga sekarang .

Aku bangkit dari tidurku dan berjalan menuju kamar justin . ku langkahkan kaki kecilku masuk kamar justin . ku sapukan pandanganku melihat sekeliling di sudut kamar justin . kemana dia ? dia tidak ada
“justin .. kau dimana ?”
Tidak ada jawaban . aku berjalan di sekitar meja belajarnya , dan menemukan sebuah buku diary berwarna ungu . dan aku yakin itu miliknya . ku baca lembar demi lembar . ku baca setiap kalimat yang begitu menyentuh . begitu besarkah justin mencintai chorie ?dia bahkan menggambar animasi chorie dengannya . selesai membaca ku dekap buku itu . menangis lagi ? aku sungguh lemah saat ini .
Aku kembali melihat kamar justin . banyak sekali foto justin yang terpajang di sekitar meja meja milik justin . foto mereka di Niagara falls . foto mereka di taman dan masih banyak lagi .
Aku keluar kamar justin dan menuruni tangga . aku berjalan keluar rumah dan mencari udara segar disekitar taman . aku masuk kedalam taman . duduk di rumput yang hijau dan menatap ribuan bintang malam  ini . menatap kerlap kerlip bintang itu di tengah remang remang lampu taman .
Aku tau chorie pasti ada di atas sana dan bahagia bersama tuhan .
“ dia bilang , dia akan menjadi bintang paling terang diatas sana . jika kita merindukannya kita hanya perlu menatapnya dari sini “

Aku tersentak saat mendengar suara baritone yang asing bagiku . aku menoleh dan mendapati seseorang berparas yang bisa dibilang mirip dengan justin . dia duduk disampingku dan menatap bintang bintang di atas sana . mata coklatnya menerawang jauh dengan pandangan kosong . aku menatapnya lama , dia tengah remangnya lampu taman aku masih bisa melihat kesedihan di wajah tampannya .
“ dia menganggapku cinta pertamanya “ katanya lagi
Aku masih menatapnya , kemudian dia berbalik dan menatapku .
“apa kau sudah pernah kenal chorie sebelumnya ?”
Aku menggeleng “aku memang bodoh skandy . aku terlambat , jika aku datang lebih awal mungkin aku akan bisa melihat mata birunya yang disukai justin “
“mm , mata birunya yang begitu indah . kau pernah berfikir dunia itu tidak adil ?”
“aku sering berfikir seperti itu . aku bahkan merasa tuhan terlalu banyak memberikanku rintangan yang begitu berat . aku sudah berdoa sebanyak mungkin tapi tuhan mungkin belum memberikanku kebahagiaan itu “
“hidup ini penuh dengan pilihan . itu yang pernah chorie bilang padaku . jika kau salah melangkah sedikit saja , kau akan meneruskan jalan tersebut . meski jalan tersebut penuh rintangan kau harus menghadapinya . aku tau , chorie sangat sulit memilih antara aku dan justin “
Aku menepuk pundak skandy , kemudian kembali menatap beribu bintang . dan aku menunjuk salah satu bintang “dia ada disana menjadi yang paling terang bersama tuhan dan bahagia selamanya . dia tidak akan meredupkan sinarnya untuk kita . dia akan tersenyum untuk kita di atas sana “
Skandy tersenyum lemah “kau benar . dan saat ini aku begitu merindukannya “
“begitupun dengan aku skandy “
------
Lambat laun waktu cepat berlalu . liburan musim panasku tidak seperti yang aku bayangkan . detik .. menit .. jam .. hari dan minggu pun berganti . aku masih tinggal dirumah justin , aku sudah meminta izin pada pattie dan aku akan segera menyewa flat untukku agar aku tidak merepotkannya .
Selama tiga minggu inipun aku banyak melihat perubahan baik justin , chaz , Kristen , cait , skandy dan lainnya . mereka lebih banyak diam dan tidak banyak bicara . tak jarang justin selalu pulang malam dan dalam keadaan sedikit mabuk . berkali kali patiie memarahinya , justin semakin mejadi . sekarang apa yang akan aku lakukan ?
Chaz hanya akan tertawa jika Kristen yang menghiburnya . chris yang selalu kurindukan canda tawanya , menjadi lebih diam . dia menjadi lebih dingin . skandy yang mungkin baru ku kenal beberapa minggu ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit . aku pernah berkunjung ke flatnya bersama lexi . apa yang ku lihat ? dia memandangi foto chorie dan tidak merasakan kedatanganku dengan lexi .
Aku mungkin tinggal beberapa bulan di atlanta untuk menggarap sebuah video klip dan beberapa film pendek . aku merindukan jason dan naoura . aku selalu menceritakan pada mereka tentang apa yang terjadi disini .

Sore ini aku berjalan ketaman . entah apa yang membuatku ingin pergi ketaman . aku berjalan pelan , kemudian memasuki taman dan mencari bangku kosong . namun pandangan mataku terhenti saat melihat justin yang duduk terdiam di taman . aku bermaksud segera pergi meninggalkannya .
Karena belakangan ini dia bersikap aneh . setiap aku mendatanginya dan mengajaknya mengoborol dia akan berkata “tinggalkan aku sendiri “ . saat aku berbalik dia memanggilku
“rachel ? kaukah itu ?”
“ini aku “ aku berbalik
“kau mau kemana ?”
“aku .. ku pikir kau butuh waktu sendiri “
“tidak untuk saat ini . kau mau menemaniku ?”
Tanpa menjawab , aku berjalan kearah justin dan duduk di bangku kosong di sampingnya . dengan canggung aku lebih baik bungkam dan membiarkan justin memulai duluan pembicaraannya . 5 menit .. 10 menit.. aku bosan . lebih baik aku yang memulainya .

“jangan membuat kami khawatir padamu “ ku berikan jeda dalam pembicaraanku “jangan bersikap seperti ini . seolah olah kau bukan justin yang kukenal . apa kau tidak kasihan pada dirimu sendiri ?”
“alasanku bersikap seperti ini aku berusaha keras menghilangkan rasa sedihku “
“bukan begini caranya justin . mungkin jika chorie ada disini dia akan berkata ‘tersenyumlah itu yang akan membuatku bahagia’ “
“aku merindukannya “
“kau pikir hanya kau saja yang merindukannya ? kami semua merindukannya justin . kau ingat apa yang dia bilang ?dia bilang ‘kalau kau merindukanku tatap bintang2 dan aku akan bersinar untukmu “
“dari mana kau tau semua itu ?”
“kau pikir skandy ataupun chazz tidak menceritakannya padaku ?” justin diam , kemudian aku meneruskan “jangan buat kami semua khawatir lagi . jangan mabuk ataupun bersikap dingin . kau lihat para fansmu itu , kau pikirkan apa yang membuat chorie senang , pikirkan ibumu yang mengkhawatirkanmu , kau –“
“apa kau juga mengkhawatirkanku ?”
“apa ?aku ? ti .. tidak . jangan percaya diri begitu “
“aku tau rachel , kau yang selalu memakaikanku selimut saat aku pulang malam dan tertidur di sofa . kau yang memberiku catatan kecil di meja belajarku . itu semua kau kan ? apa alasanmu melakukan itu ?”
“tidak ada alasan , kita ini teman “ aduh astaga , dia pintar menebak
“ lalu , kau marah bukan saat aku berpacaran dengan cait . saat aku kencan dengan Ashley , saat aku dengan selena berciuman . apa alasanmu itu masih karena kau teman ?”
“aku ..” astaga ! dasar aku bodoh ! bagaimana dia bisa tau ?
“aku tau dari sini “ dia mengacungkan buku diaryku . astaga !aku berusaha merebutnya tapi dia mengacungkannya semakin tinggi . aku bangkit dari dudukku dan sedikit berlari meninggalkannya . kesal sekali bukan
“berikan alasanmu rachel “ teriak justin . ku pejamkan mataku dan berbalik menatapnya dari jauh
“KARENA AKU MENCINTAIMU . karena aku menyukaimu selama ini . menyukaimu sejak dulu . aku menyukai caramu yang selalu peduli padaku . tapi kau tidak pernah tau apa yang aku rasakan hah ? “aku memejamkan mata
Bisa kurasa dia memelukku . “aku tau apa yang kau rasa . saat aku bersama Ashley , dia adalah cinta pertamaku . saat bersama cait , aku pikir dia mengerti kesibukanku . saat dengan selena ku pikir dia bisa mengerti aku berbeda dua taun dengannya , saat dengan chorie aku merasakan kesungguhannya namun aku salah . aku hanya menghancurkan dia dengan skandy aku salah aku masuk dalam kehidupan mereka . dan selama itu pula aku berusaha menghilangkan rasa sukaku padamu sejak dulu “
“kau .. apa yang kau bicarakan ?”
“sudah kubilang ini belum saaatnya aku mengungkapkan apa yang akan kukatakan . nanti suatu hari nanti kau akan tau “
Kini aku tau ..dunia berpihak padaku
-----

“ ini hanya sungai , lalu kenapa kau mengajakku kesini ?”
“kau tidak ingin lihat sunset “tawar justin
“tentu ingin “
“ayo kita berfoto , kau membawa kamera?”  aku mengeluarkan kamera dan justin menyuruh seseorang memotret kami .
Aku berjingjit sedikit dan memeluk leher justin .
Berpacaran dengan justin ? tidak ! kami masih teman . aku tau justin belum bisa melupakan chorie dalam waktu yang singkat , tapi kini aku tau sesuatu pada perasaaan justin padaku ..
Semua filosofi dan pendapatku tentang bagaimana ketidakadilan tuhan , tentang bagaimana tuhan selalu membuatku terbawah , tentang bagaimana semua doaku yang belum terkabulkan . kini semua terhapus sudah . kini aku disini bahagia .
Dan ketika fajar menampakan cahayanya dipagi hari … dan ketika bintang yang selalu bersinar terang saat malam hari .. saat hujan menemaniku saat aku sendiri .. kini aku tak lagi sendiri aku selalu bersama .. selamanya dan bahagia ..

--------------

Aku menggeliat terbangun karena cahaya matahari yang menerobos masuk dalam jendela kamarku . aku mengerang pelan dan terduduk ditepian tempat tidur . kemudian mandi , memakai pakaian dan turun kebawah untuk segera sarapan .
Aku menemui pattie di dapur . aku mengecup pipinya dan mengucapkan selamat pagi .
“kau mau sarapan ? aku sudah membuat sup jagung untukmu” tawarnya , namun aku melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganku dan sedikit memekik
“oh dear . maaf kan aku pattie , aku terlambat . aku harus segera ketempat lokasi , kru ku pasti sudah menunggu . aku ada jadwal dengan salah satu penyanyi terkenal untuk membuat video klip “ ku tarik nafasku , pattie tersenyum “dimana justin ?” tanyaku lagi
“ mungkin dia masih ada di tempat tidurnya “
“astaga dia itu. Baiklah aku pergi pattie “ aku berlari kecil
“jangan lupa sarapan rachel . kalau kau sakit , ibumu pasti membunuhku” teriaknya .

--------

Aku berlari kecil menuju tempat syuting . memberikan salam dan mengucapkan selamat pagi disana sini . ku putar bola mataku mencari seseorang . ah itu dia , asistenku . aku segera menghampirinya
“Sharon !” aku sedikit berteriak . Sharon menoleh dan berlari kecil menghampiriku . “maaf aku terlambat “
“aku tau . itu tidak masalah . si model sekaligus penyanyi muda itu belum datang “ kemudian Sharon menyodorkanku map berisikan beberapa lembar kertas tentang scenario dalam video klip itu “ini dia konsep kita . “
Aku membaca kertas tersebut . pembuatannya cukup mudah . dan astaga perutku berbunyi . aku harus menahannya sebentar . “ first love . itu judul lagunya ? lalu ada pengambilan gambar di tengah jalan , kemudian .. hey siapa penyanyinya ?”
Belum sempat Sharon menjawab dia sudah menunjuk kearah si penyanyi yang kini ada di belakangku “itudia . dia penyanyi sekaligus model video klip yang akan kau buat “
Aku menoleh dan seketika mataku dengan matanya bertemu . “justin .. dia yang akan membuat video klipnya padaku ?”
“ mm , memangnya kau tidak baca jadwalmu ?” Tanya Sharon , dan aku menggeleng cepat . justin berjalan mendekatiku dan Sharon . dasar bodoh dia menampilkan senyum manisnya .
“hai sutradaraku “ dia mengangkat sebelah tangannya dan tersenyum . aku hanya meringis dan kembali membaca tumpukan kertas yang kupegang . kemudian justin meletakan sesuatu dihadapanku , membuatku mendongak kearahnya
“aku yakin kau belum sarapan . jadi makanlah sedikit , sebelum pembuatan video klipku terganggu karena sang sutradara pingsan “
Aku tidak mungkin menolak disaat seperti ini . ku ulurkan tanganku dan memakan roti selai apple “terima kasih .. justin “
“mm , oh ya . lawan mainku dalam video klip ini tidak bisa datang . bagaimana jika lawan mainku adalah kau . jadi kau akan menjadi sutradaraku sekaligus lawan mainku . nah bagaimana rachel ?”
“apa ?jangan bodoh . aku bisa mencarikanmu model lain , aku ini sutradaranya mana bisa sekaligus bermain peran denganmu “ kuhentikan menggigit rotiku dan berdiri berhadapan dengan justin
“mungkin justin benar . sutradara sejati itu seharusnya bukan hanya menyuruh seorang berakting namun juga bisa berakting . nah bagaimana kalau kau mencobanya rachel ? dan aku sebagai asistenmu yang baik . aku akan memantaumu dari monitor . bagaimana ?” ingin sekali kututup mulut Sharon . kenapa dia jadi membela justin dan tidak membelaku ? sepertinya aku salah memilihnya menjadi asisitenku .
Saat aku akan menjawab perkataan Sharon justin sudah memeluk bahuku dan berbisik
“ jangan jangan kau memang tidak bisa berakting ?” lalu dia tersenyum lebar , ku tampis tangannya dari bahuku
“jaga ucapanmu . aku terima tawaranmu , lihat saja aktingku nanti “ aku berdiri kemudian menghampiri salah seorang penata rias membawakan kostum yang akan ku pakai . dia sempat bingung namun ku jelaskan padanya .
Bisa ku lihat dari sudut mataku , justin dan Sharon berhighfive , menyebalkan bukan ?

--------

Tack pertama justin yang lebih banyak diambil gambar , dan selama justin yang berakting , aku yang mengawasinya dari layar monitor . kuakui dia memang pantas menjadi artis besar . aku membaca kembali scenarionya
“first love . seorang lelaki yang sedang menunggu gadis yang dicintainya selama beberapa tahun . kemudian di pertemukan lagi dan lelaki itu semakin mencintainya . astaga ! betapa mengharukannya kisah dalam video ini “
“RACHEL ! sekarang bagianmu bukan ? “ teriakan Sharon membuatku menoleh dan tersenyum , kemudian menghampirinya .

Kemudian kini bagianku sendiri sebelum bertemu justin . aku yang berjalan disekitar pertokoan , kemudian masuk kesebuah resto . aku memasang wajah lugu . dan saat waitress mangantarkan makanan , ada seseorang yang menitipkan mawar untukku . aku keluar resto karena ada sebuah pesan kecil dari mawar tersebut .
Ku sebrangi jalanan , dan disitulah aku dipertemukan justin . justin memanggilku dan aku berlari memeluknya .

Sebuah adegan ini mengakhiri syuting kami hingga sore hari . Sharon berlari kearahku
“aktingmu benar benar bagus . kau memang sutradara sejati sekaligus model yang sempurna “
“sudah kukatakan aku memang bisa “ aku meneguk minum

“rachel . aku akui kemampuanmu . “ justin sudah ada disampingku
“jangan memberiku tantangan yang mudah kukerjakan bieber “
----------

Kujejakan kakiku di tengah ramainya suasana malam kota new York bersama justin . menikmati kerlap kerlip lampu malam yang terpasang disetiap pertokoan . menikmati music music yang terdengar dari beberapa pub dan club malam . juga teriakan teriakan para koki dari sebuah resto . semua ini menemani kita malam  ini .
Rasa lelah dan penat menghinggapi tubuhku . justin menggenggam tanganku . aku mendongak , kenapa dia ? ada apa ?
“tentang perkataanku waktu itu . saat kubicara tetaplah aku yang ada dihatimu . apa kau masih ingat ?” dia masih menggenggam tanganku dan memandang kosong kedepan . kita berjalan diantara pejalan kaki lainnya . meski terkadang orang orang memotret kami .
Aku menggangguk “aku tidak akan pernah lupa “
“apa kini .. saat ini .. aku masih menjadi nomor satu dihatimu ?”
“apa aku juga sudah menjadi nomor satu dalam hatimu ?” aku bertanya balik
“dulu kau bertanya , apa seorang teman bisa menjadi sepasang kekasih . dan ku jawab iya , jika dia mengungkapkannya . lalu aku berkata jangan pikirkan apa yang seharusnya tidak kau pikirkan . suatu saat nanti jika tuhan berkata , sesuatu yang kau pikirkan itu akan terjadi . tapi jika tuhan berkata tidak , aku akan datang padamu dan menjelaskan semuanya . dan kini tuhan berkata YA . “

“apa kau yakin yang kau bicarakan itu benar ? apa benar seorang teman bisa menjadi sepasang kekasih ? tapi jika nyatanya itu hanya akan membuat hubungan pertemanan mereka retak bagaimana ?”
“ itu tidak akan terjadi , jika memang mereka saling mencintai mereka bisa mengatasi semuanya “
“ apa maksud dari perkataanmu ini ? kenapa terlalu berbelit belit ?”
“ apa kau sudah percaya padaku ?” Tanya justin
“percaya untuk apa ? percaya sebagai apa ?”
“percaya bahwa kau juga adalah cinta pertamaku “
Aku tersentak dan perlahan ku lepaskan tangan justin yang memegang tanganku erat ,. Seketika kehangatan dari tangannya menghilang .
“ ma.. maksudmu ?”

“ sudah kubilang bukan . saat aku bersama cait , aku sangat mencintainya namun dia tidak mengerti aku . saat aku bersama selena , aku belajar bagaimana itu cara mencintai . dan saat aku bersama chorie , aku merasa dia memang pilihanku . tapi aku salah . tuhan berkata lain untuk aku , aku telah salah memasuki hubungan chorie dan skandy . aku hanya masalah untuk mereka berdua . dan kini aku sadar selama itu pula aku berusaha melupakan semua tentangmu  , tentang perasaanku padamu saat aku pertama kali bertemu padamu di gereja dahulu kala. “

Aku berbalik dan berhadapan dengan justin ku peluk lehernya “apa kau yakin aku memang sudah menjadi nomor satu dalam hatimu ? aku akan percaya padamu setelah kau menunjukan padaku bahwa kau mencintaiku “
“ apa kau belum percaya padaku ?“
“ sudah kubilang tunjukan padaku . beri aku kepastian bahwa memang aku akan menjadi yang terakhir untukmu . buktikan padaku bahwa aku memang cinta pertamamu sebagai mana kau adalah cinta pertamaku “
“ aku akan membuktikan padamu , dan membuatmu percaya padaku “
Seketika kehangatan menjalar dalam tubuhku . merasakan hangatnya tubuh justin yang memelukku dengan erat , meski bisingnya kendaraan menemani kami malam  ini . namun ini adalah malam terbaikku .

Justin … buktikan padaku .. beri aku kepercayaan padamu .. berikan arti 12 tahun aku mencintaimu .. aku tidak mungkin segampang itu bisa menerimamu .. jika aku langsung menerimamu , apa arti tangisku selama ini ? apa arti rasa sesakku selama ini ? aku yakin kau bisa membuktikannya padaku , dan aku akan menunggumu selama kau bisa .



****************

Semua tentang apa  yang aku pertanyakan selama ini benar . tentang apa jawaban dari ‘what if a friend be in love ?’ semua itu terjawab . ketika gemuruh rasa senang di dadaku saling bertalu . ketika rasa gugup yang terus mendekapku . ketika aku merasakan bagaimana itu mencintai dan dicintai .
Kini aku merasa di balik kesedihan ku dulu . dibalik semua rasa sesak di dadaku . dibalik semua tangis dan penantianku . dan apa arti dulu dia menciumku . apa arti tentang perkataannya bahwa dialah yang hanya boleh ada dihatiku
Itu semua karena dia juga mencintaiku selama ini . dia berusaha menutupinya . kadang kala seseorang yang tak mengucapkan cintanya hanya beralasan karena dia takut akan jawabannya dan juga karena takut apa yang dia rasakan adalah jatuh cinta ..

Seorang penulis berkata mencintai seseorang secara diam diam itu berarti dia mencintai dirinya sendiri . perlahan dan seiring waktu tanpa dia mengucapkan rasa cintanya , seseorang yang dicintainya akan menjauh dan pada akhirnya dia akan merelakan seseorang itu bahagia bersama orang lain . dan dia akan merasakan penyesalan atas sikap dia yang tidak mengungkapkan rasa cintanya …..
Aku rachel olive farant mencintai justin drew bieber selama hidupku dan dia akan menjadi yang terakhir untukku .

-----------
Ku seka peluh yang  menetes didahiku . ku tarik nafas dan kembali mengepak barang . aku benci pindah rumah . dan itu memang yang harus kulakukan , aku akan pindah dari rumah justin dan tinggal di apartement di pusat kota atlanta . memang cukup jauh dari rumah justin , tapi ini dekat dengan studio milikku .
Besok aku akan pindah dari rumah justin . dan pagi ini aku membereskan kamar yang aku tempati . pattie dan justin memang melarangku untuk pindah . tapi tidak mau tidak mau merepotkan mereka terus menerus .
Setelah semua selesai . aku segera mandi , berpakain kemudian keluar kamarku . kujejakan langkahku menuruni tangga rumah justin . ku sapukan pandanganku , dekorasi rumah justin . figura yang terpasang di dinding . beberapa perabotan antic . letak kamar justin , pattie , dapur dan semuanya akan ku ingat .
Mataku terhenti saat melihat jazzy dengan mom erin di sofa ruang tamu . aku tersenyum kemudian menghampirinya .
“aunty erin , jazzy apa kabar ?” kukecup pipi aunty erin dan jazzy .
“aku baik . bagaimana denganmu rachel ?”
“begitu pun aku “ kupeluk  jazzy dan menciumi pipinya “dimana jaxon dan uncle Jeremy ?”
“ada ditaman belakang . mereka sedang bermain “
Aku menggelitiki perut jazzy  . jazzy tertawa .
“lepaskan aku kak rachel “ jazzy terus tertawa
“dimana justin ?” tanyaku padanya
“ku kira kaka tau . dia sibuk membuat sesuatu di dapur “ seketika ku lepaskan jazzy dan bangkit menghampiri justin di dapur . baru saja aku memasuki dapur . bau gosong menyergap hidungku . ku kibaskan tanganku untuk menghilangkan kepulan asap .
“justin .. kau sedang apa ?”
Justin berdiri . dia memakai celemek dan memegang adonan kue ditangannya . diwajahnya banyak sekalli tepung terigu . aku memandangnya heran .
“rachel ? nah coba kau duduk . kemudian cicipin masakan buatanku “ ku naikan seelah alisku . kemudian duduk di kursi meja makan . tak lama justin meletakan sesuatu di hadapanku . aku memandangi apa yang diberikan justin . seakan aku bertanya benda-macam-apa-ini .
“itu waffle buatanku . cobalah “
Tawaku pecah . astaga . aku terus tertawa namun aku berhenti saat melihat wajah justin yang terunduk .
“kau bilang ini waffle ? astaga justin . kenapa bisa menjadi hitam seperti ini , tunggu darimana kau tau aku suka waffle ?”
“aku terlalu lama mendiamkannya di dalam oven . yaa aku memang tidak sehebat jason yang bisa membuatkanmu waffle yang begitu lezat . tapi itu waffle pertama buatanku . aku menelepon jason tadi pagi untuk menanyakan tentang ini “
Aku berdiri dan menghampiri justin. Ku pegang pipinya dengan kedua telapak tanganku . ku tersenyum untuknya
“apa kau membuktikan kau mencintaiku dengan membuatkan waffle untukku ?”
“tidak . aku hanya ingin kau senang . besok kau tidak tinggal disini”
“kalau begitu kau tidak perlu membuat semua ini untukku . ayoo kita pergi berjalan jalan . selama setahun nanti aku akan sibuk dengan beberapa film yang kubuat . juga beberapa video klip . kau juga pasti sibuk bukan? “
Justin tersenyum dan dia juga memegang kedua telapak tangannya “kenapa kau harus pindah ? ini menyebalkan . mm kau benar aku pasti akan sangat sibuk” justin mendekatkan wajahnya pada wajahku . ku pejamkan mataku
“apa yang akan kalian lakukan ?” seketika suara jazzy mengangetkan kami
“mata rachel terkena tepung”jawab justin .aku hanya terkekeh kecil .

-----------
Jika dia mengingat masalalunya apa itu artinya dia masih belum sepenuhnya mencintaiku ? apa jika dia bercerita tentang gadis di masalalunya itu berarti dia masih mencintai masalalunya ? apa kini aku harus percaya padanya atau tidak ?

“ tell me why .. you’re so hard to forget .. don’t remaind me .. I not over it.. tell me why .. I cant seem to face the truth . I’m just a little too not over you “
Petikan gitar yang justin mainkan . dan suara baritonenya yang indah mengalun dengan sempurna di pantai atlanta . ku dekap lutuku memejamkan mata dan  menikmati semua itu . ahh rasanya saat saat seperti ini begitu menyenangkan .
“terkadang aku merindukan dia di atas sana rachel “
Aku menoleh “akupun begitu . aku begitu merindukaan chorie . terkadang saat aku berdoa dan menatap kerlap kerlip bintang . satu bintang diantaranya akan bersinar dengan terang . aku yakin itu dia “
“apa menurutmu dulu aku salah telah mencintainya ?”
“kenapa kau bicara begitu ?”
“coba saja dulu aku tidak menyukainnya mungkin kini dia masih ada dan bahagia bersama skandy tanpa ada aku di kehidupannya”
“menurutku kau tidak salah . tuhan telah mengatur semua ini . tuhan telah memberikan garis kehidupan untuk semuanya “
Justin bangkit dari duduknya dan mata hazel itu menatap pada hamparan laut . aku masih terduduk dan tanpa ku sadari sebuah kalimat terucap
“apa jika dia masih ada kau akan tetap mencintainya . dan tetap menutupi perasaanmu padaku ?”
“jika aku tau dia akan sakit . aku akan mengorbankan perasaanku dan merelakan dia bersama skandy . dan sudah kubilang ketika tuhan berkata YA . semua ini akan terjadi . tentang perasaanku padamu semuanya akan terjadi “
Aku bangkit dan ku peluk leher justin.
“apa jika nanti ada seseorang yang benar benar mirip chorie kau akan mencintainya ?”
“kau akan mengetahuinya nanti “
Ku dekatkan wajahku dan ku kecup lembut bibir justin . justin menggerakan bibirku . ku balas ciumannya . apa benar apa yang aku katakann ? apa benar ada seseorang yang mirip dengan chorie ?

---------
Satu tahun kemudian ……
Berapa umurku ? astaga aku 21 tahun ? sangat tua bukan ? tapi aku tetapplah rachel . kini aku disibukan dengan berbagai tawaran film yang ingin di sutradari olehku . aku sudah mendapatkan beberapa award . begitupun filmku .
Dan selama itu pula aku benar benar sangat jarang bertemu justin ataupun yang lain . dan kini saat filmku pada akhir taun di musim semi selesai aku sudah merencanakan picnic bersama yang lain . ini sebagai  perayaan kecil . ibuku datang ke atlanta juga jason dan naoura kembali ke atlanta . serta beberapa teman lainnya seperti lexi , Maggie , grey , selena , david henrie  juga peter . Perayaan ini juga merayakan suksesnya karir justin .

Ku percepat laju mobilku di jalanan atlanta yang cukup padat . hey ini mobil hasil jerih payahku juga aku sudah mempunyai rumah yang cukup besar . yang baru ku beli tiga hari lalu . ku lirik jam di pergelangan tanganku
“sial aku terlambat “
Tak beberapa lama aku sampai . segera ku perkirkan mobilnya di depan rumah justin . tapi aku yakin semuanya sudah ada di taman . aku sedikit berlari menuju taman .
Nah itu mereka . wahh sepertinya ramai sekali . aku tersenyum dan ketika sampai aku berseru
“ maafff aku terlambat . jalanan sedikit ma-“
Ucapan ku terhenti saat melihat siapa yang kini ada dihadapanku . ku kerjapkan mataku satu kali … dua kali … tiga kali …
Aku tersadar dan perlahan mendekati seseorang itu .
“kau pasti akan berkata aku chorie ? aku bu-“
Ku hentikan ucapan dia dan ku peluk  dia “ chorie . kau chorie . kau sangat mirip . kau chorie aku yakin . parasmu sangat mirip “
Aku terus berceloteh . astaga ! bagaimana bisa ?
 Ku pegang dada sebelah kiriku . menahan rasa sakit yang amat mendalam di hatiku . menahan sesak yang tertahankan dalam lubuk hatiku . secuil perasaan kembali terkelupas dalam hati kecilku . sebuah kenyataan yang harus ku terima ketika bagaimana seseorang yang kita cintai kembali pergi .
Udara yang selalu kuhembuskan kini kembali sulit ku hirup . aku berdiri namun tak dapat ku tompang tubuh ini . aku menunduk dan tak dapat kusembunyikan butiran air mata ini . ku tutup wajahku namun tidak bisa ku sembunyikan kesedihanku . jadi saat kenyataan menghampiriku apa yang harus ku lakukan ?
Tapi satu . sebuah harapan kecil , sebuah kebahagiaan kecil datang padaku . ketika dia menyatakan sebuah kalimat yang membuatku melambung tinggi . membuat wajah ceriaku kembali .dan baru kusadari seseorang yang datang itu bukanlah seseorang dimasalalunya . terkadang sebuah kemiripan membutakan segalanya . terkadang sebuah kebahagian melupakan kita akan bagaimana saat kita sedih .
Aku benar benar terlalu jatuh kedalam , apa itu cinta …..

-----------------

Tak bisa ku tahan kebahagian saat melihat seseorang dihadapanku yang mempunyai paras yang sama dengan masalalu kita semua . sebuah pelukan hangat dariku menyambut dirinya . sebuah ketulusan hati menyambut dirinya . ku jalarkan rasa rinduku dan hanya pelukan dan beberapa kalimat bahagia mewakili betapa bahagianya aku .

“kau pasti akan berkata aku chorie ? tidak bukan . aku emma . emma Robert , oke ?” sebuah kalimat itu begitu masuk kedalam gendang telingaku. Aku tentu sadar dia bukanlah chorie . aku baru saja mengetahui tentang kenyataan 7 kembaran orang di dunia dari skandy . skandy menceritakannya padaku beberapa bulan lalu .
“aku tau kau bukan chorie .tapi kau benar benar mirip . sangat mirip . kau membuat kami semua terkejut atas kedatanganmu “
“kedatanganku ? tidak tidak . dua orang itu yang membawaku kehadapan kalian “ emma melepaskan pelukaanya dan menunjuk skandy dan justin . aku mengikuti arah telunjuknya dan menatap skandy dan justin bergantian .
Aku meninggalkan emma  membiarkannya mengobrol dengan chaz dan chris . sempat kulirik lexi . aku tau bagaimana perasaannya . dia mempunyai perasaan yang sama denganku . dia menyukai skandy sejak dulu . aku juga tau bagaimana perasaan Caitlin tapi kini ? dia bahagia bersama fortune .

Lebih baik ku tenangkan pikiranku . aku meninggalkan mereka semua dan berjalan sendirian ke sebuah danau buatan di taman ini . aku sempat menengok kebelakang untuk melihat apa yang sedang terjadi .
Dan aku bisa melihat tawa bahagia dari justin . tawa yang sudah lama ingin kulihat . juga skandy , sudah lama aku tidak melihatnya seperti ini . ku tarik nafasku dalam dalam .
Ku hampiri sebuah pohon dengan sedikit dahan yang terjuntai kebawah . ku lepaskan flatshoes ku dan duduk disebuah dahan yang cukup rendah itu . menikmati setiap hembusan angin yang menerpa wajah dan rambutku . menikmati seiap gemericik air danau yang terhampar luas dihadapanku . memejamkan mata .

Aku memang bodoh . aku seharusnya melupakan justin dan tidak terjatuh terlalu dalam pada hatinya . melupakan sosoknya sejak dulu . dan melupakan semua pertanyaan tentang ‘what if a friend be in love ‘ .

“kau memang bodoh . benar benar bodoh . melamun seperti ini . dan kau akan tersadar saat kau sudah terjatuh dari dahan ini . kau tidak bodoh menyukaiku “ suara baritone itu seakan bisa membaca apa yang aku pikirkan . dalam sekejap sudah kuketahui siapa dia dan segera ku buka mataku .
“apa ?apa yang kau bicarakan ?” ku lirik justin yang sudah ada di sampingku dan menatap danau buatan di hadapan kami
“seharusnya aku yang bertanya . apa yang kau pikirkan “
“tidak ada !!” jawabku singkat . tunggu .. apa nada bicaraku terdengar ketus ? astaga segera ku perbaiki sebelum justin menyadarinya “aku tidak memikirkan apapun” jawabku lembut
“jangan bohong . kau sedang memikirkan kejadian yang begitu cepat pada hari ini bukan ?”
Ku tarik nafas dalam dalam . dan kembali memandang canau yang begitu tenang . aku enggan memberikan jawaban untuk pertanyaan justin .
“kau bahagia ?” itulah yang kupertanyakan pada justin
“bahagia dalam hal apa ?”
Ku tersenyum simpul . entah justin melihatnya atau tidak “kau bahagia melihat emma . emma yang begitu mirip dengan chorie . kau pasti menyukainya bukan ?”
“lalu ? kau bukan memikirkan itu rachel . bukan itu yang sebenarnya kau pikirkan“
“justin…”desisku
“rachel…” desis justin . astaga anak ini terus membuatku terpojok . kenapa harus aku dulu yang mengakui sesuatu ? dia bahkan membalas desisanku . hoh !

“ayolahhh jawab dulu pertanyaanku . kau bahagia bukan ? kau menyukainya bukan ? jatuh cinta pada pandangan pertama itu bukanlah hal yang baru . aku yakin kau menyukai emma . yang bahkan parasnya sama persis dengan chorie . kau ja-“
“itu menurutmu . kau belum mendengar pendapatku kan ?”
“maksudmu ?” kini aku heran atas ucapan justin

“kau berpendapat aku menyukai emma . kau berpendapat aku bahagia . aku memang bahagia . tapi menyukainya ? kau pikir dengan mudah aku menyukai seseorang dalam pandangan pertama . aku memang masih merindukan chorie bahkan dia masih ada dalam hatiku . tapi emma bukanlah chorie rachel . dia bukanlah chorie dia emma “
“jadi maksudmu ?”
“aku sudah berjanji padamu bukan ? aku berjanji akan memberimu kepercayaan padaku . dan kini aku memberikan sebuah bukti bahwa aku tidak mungkin menyukai emma “
Ku pandangi justin dengan heran “kau memang tidak menyukai emma . tapi kau bilang dihatimu masih ada chorie . kau belum sepenuhnya menyukaiku “
Justin menoleh dan memandangku . dia tersenyum “ bukankah kau yang bilang . jangan pernah lupakan chorie ? kau yang bilang aku boleh menyimpannya sebagai kenangan yang indah ?”
“ itu … aku .. ya kau benar . kau menyimpannya sebagai masalalu yang indah” jawabku gugup
“apa jika aku mengatakan sekarang tentang perasaanku padamu kau akan percaya padaku ?” justin memegang kedua pipiku dengan telapak tangannya
“apa yang akan kau katakann ?” aku tersenyum .

“rachel farant . sudah kubilang kau juga cinta pertamaku . aku menyukaimu sejak beberapa tahun lalu . ku coba menghapuskan bayanganmu dalam kehidupanku . aku tersadar aku tidak mungkin bisa melupakanmu . dan aku juga mempunyai pertanyaan yang sama ‘what if a friend be in love’ . kini saat semua yang tuhan gariskan . kau telah menjadi yang pertama dan terakhir bagiku . apa kau percaya padaku ? pada perasaanku pada semua yang ku ucapkan ?”

“apa ini juga maksud dari mu , saat kau menarikku menjauh dari luke lima tahun lalu saaat dibahamas ? lalu kau mengambil ciuman pertamaku ? lalu inikah maksud dari perkataanmu saat kau berkata hanya kau yang boleh ada dihatiku ? “
Justin mengangguk dan tersenyum . senyum manis itu “mm , inilah maksud dari semua itu . saat aku berkata sebuah kalimat persahabatan dihilangkan dari kalimatku ‘aku mencintaimu sahabat kecilku’ . seharusnya aku tidak pengecut untuk berkata ‘aku mencintaimu rachel’ “

Aku memegang bahu justin dan setiap apa yang justin katakan membuatku tersenyum “justin .. aku percaya . aku pecaya padamu setulus hatiku . aku juga mencintaimu seumur hidupku . ajari aku bagaimana itu cinta . aku berharap kau akan memahamiku . jadikan aku yang terakhir untumu . aku mencintaimu “
Justin mendekatkan wajahnya pada wajahku dan berbisik “kau yang terakhir bagiku rachel . aku pasti akan memahamimu . aku mencintaimu cinta pertamaku”

Justin mendaratkan sebuah kecupan hangat . dia mencium hidungku kemudian bibirku . menggerakannya lembut . membuatku nyaman . inilah akhir atas apa itu sebuah penantian . sebuah kebahagian . ini aku rachel farrant . saat sebuah roda berputar dan dunia berbalik . aku merasakan apa itu bahagia sesungguhnya .
Rasa sesak dan tangisku selama ini terbalas dengan sebuah kebahagian yang sesungguhnya yang begitu membuatku melambung tinggi .
Kini saat musim panas menyambut kami . saat sebuah kebahagian itu muncul pula



 Kini harusku ungkapkan dengan apa kebahagian ini ? aku terlalu bahagia untuk mengungkapkan semua perasaan ini . aku bahagia . sampai aku lupa sejak kapan terakhir kalinya aku menangis . semua rasa kebahagian yang membucah ini hanya dapat di wakili dengan semua senyum manis di wajahku .
Aku percaya . aku percaya akan apa yang dikatakannya . aku percaya dia akan menjadikanku yang terakhir dan aku akan menjadikannya yang terakhir . dia akan selalu menjadi yang pertama dihatiku .
Semua kenangan manis tersimpan jelas dalam hati dan pikiranku . tentang bagaimana mata hazelnya yang selalu membuatku terpana .  bagaimana detak jantungku yang selalu berdegup kencang saat didekatnya . bagaimana aliran darahku terasa saat mulut manisnya itu berkata . bagaimana hati ini tenang saat mendengar suaranya . semua itu hanya karenanya . karena justin drew bieber .

Ketika suara dentingan lonceng gereja berbunyi . ketika kami berdiri di sebuah altar . ketika sebuah gaun pernikahan terpasang di tubuhku . ketika sebuah penyematan cincin di jari manis kami . ketika sebuah janji terucap . itu semua mewakili kami . mewakili bagaimana sebuah bukti itu benar benar terjadi . aku begitu bahagia .

--------------------
Satu minggu kemudian …
Ku mainkan jemariku di atas tuts piano itu . beberapa nada dan irama itu terdengar mengalun indah . ku pejamkan mata ini merasakan setiap nada yang memasuki hatiku . membuat kesan mendalam dan tenang . ku mainkan bakat sedernahaku memainkan piano
“so I lay my head back down……. And I lift my hands and pray … to be only yours I pray …. To be only yours I know now you’re my only hope …..”
Selesai ku bermain piano . seseorang memelukku dari belakang . kemudian dia menyenderkan dagunya pada bahuku . aku tersenyum dan berbalik . tersenyum padanya
“kau mengagetkanku justin “
Justin tersenyum “benarkah ?permainanmu bagus . kenapa tidak mengambil jurusan music saja . dengan begitu kita akan bisa berduet bukan ?”
“menjadi sutradarapun aku masih bisa berduet denganmu “ ku julurkan lidahku . dan justin mengelus rambutku pelan .
“kau mau bermain basket untuk terakhir kalinya ?” Tanya justin
“kau tidak lihat ? aku memakai dress dan kau mengajakku bermain basket ?”
“aku punya kaus polos untuk kau pakai . sepertinya pas . nah bagaimana ?”
“kau sedang memaksaku . kalau begitu ayo “
---------
Dentuman bola basket itu semakin terdengar . memutar kembali cerita kami dahulu . memutar kembali bagaimana dahulu aku merasakan sesak saat bermain . tapi kini ? dentuman itu mengalunkan bahagia .

“bodoh ! kau kalah “
“tentu saja aku kalah . aku ini wanita “ ku mendengus
Justin mendekat padaku lalu tersenyum . aku menatapnya heran kenapa dia ? dia meneguk minumannya dan kembali mendekat padaku
“justin .. kau membuatku takut . kau kenapa ?”
Justin tidak mejawab tapi dia memeluk pinggangku . mendekatkan wajahnya pada wajahku . ku pegang pipinya dengan kedua tanganku . dan cup ! dia mengecup bibirku . kenapa dia ? menciumku tanpa ijin pdaku . menyebalkan sekali . ku dorong dadanya
“kau ? tidak sopan “ kataku
“aku ini kekasihmu “ dia tertawa

Sudah satu minggu ini aku berhubungan baik dengan justin . kami semua sudah kembali seperti semula . kembali bahagia . chaz sudah melangsungkan pernikahannya dengan Kristen tiga hari yang lalu . begitu bahagianya chaz ,senyumnya yang dulu hilang kini kembali membaik .
Lalu Christian dan alli pun sama . hubungan mereka juga baik meski belum ada ikatan kuat tentang mereka . Caitlin dan fortune sudah melaksanakan pertunangan . jason dan naoura ku dengar hubungan mereka sangat baik . bahkan jason sudah menemui orang tua naoura di jepang . mereka akan pindah ke atlanta beberapa minggu lagi setelah menyelesaikan urusan mereka di new York .
Beberapa hari lalu . skandy dekat dengan emma . tapi tak disangka , emma sudah mempunyai kekasih bahkan tunangan . skandy sempat kembali mejadi pendiam , namun berkat kami sahabatnya . kami membantu menghibur skandy . terlebih lexi . aku yakin dia memberikan segenap perhatiannya untuk skandy . dan kudengar hubungan lexi dan skandy membaik . aku harap skandy dan lexi akan sampai ke jenjang pernikahan .
Maggie dan grey . lalu cody dan bella .ryan dan teman wanitanya lily . semua membaik . aku bahagia , bahagia karena mereka bahagia . karena aku juga bahagia .
Dan kini aku bisa merasakan bagaimana sebuah keadilan tuhan yang menemui kehidupanku . ketika semua gelak tawa , senyum bahagia itu selalu ada dalam kehidupanku .
Ketika semua tangis itu sudah ditiadakan aku bahagia . sudah kubilang kau hanya perlu menunggu dan menjalani semua scenario yang tuhan berikan . menjalankan semua garis yang tuhan rencanakan . jika kalian menjalaninya dengan baik . sebuah kebahagian menanti kalian . di balik luka pasti ada bahagia .

---------------------
Dua tahun kemudian …..
Ku patut diriku disebuah cermin berukuran besar . memandangi wajahku . astaga apa aku semakin terlihat tua ? tidak tidak aku hanya baru berumur 23 tahun . ku bubuhkan sedikit make up pada wajahku .
Lalu sebuah rangkulan hangat menjalar pada diriku . aku menoleh dan mengecup dia sekejap
“kau sudah siap ?”
“sudah justin . ayo , dimana Jessie ?”
“sudah menunggu kita di mobil . ayo , kenapa kau terus mematut dirimu dikaca ?”
“aku hanya sedikit berfikir . apa aku terlihat tua ?”
“tidak . kau masih muda . kau cantik . “
“simpan saja gombalanmu itu justin “
Aku bangkit dan berjalan bersama justin . menuruni tangga , menuju parkiran dan masuk kedalam mobil .

Hari ini aku , justin dan yang lain akan picnic disebuah taman dekat perumahan kami . hanya sekedar mengobrol dan bercerita . pernikahanku dengan justin sudah berlangsung satu tahun yang lalu . di rayakan dengan meriah di sebuah pantai . kini aku dan justin sudah mempunyai seorang anak perempuan , Jessie olivers bieber .
Ku ambil nama olivers dari nama tengah chorie . hingga kini kami masih mencintainya . sudah ku bilang kami bahagia . ibuku dan pattie menempati rumah justin yang dulu . aku dan justin membeli sebuah rumah baru .
Justin masih menjadi seorang penyanyi dan seorang mentor . kalian tau gadis yang kutemui di depan bioskop saat di new York ? gadis bernama chorie itu kini menjadi seorang penyanyi yang di mentori justin . karirnya begitu cemerlang .

Aku dan justin sampai . kemudian keluar mobil dan menemui yang lain. Jessie berlari menghampiri yang lain . jessie memeluk yuri mc.cann . kalian pasti tau ? itu  anak perempuan jason . kemudian jessie mengobrol dengan jacob sommers dan davis Keynes . sudah pasti itu anak lelaki dari chaz dan skandy . skandy menikah dengan lexi . sudah kubilang mereka itu cocok .
Caitlin , Maggie dan yang lain belum datang . jadi aku mengobrol banyak dengan naoura , lexi dan Kristen .  dari sela ela pembicaraanku , jessie datang menghampiriku
“mom lihat . davis mencium pipiku “ adunya . aku menatap lexi dan skandy
“anakmu menggoda anakku “ kataku
Kami tertawa . tak beberapa lama datang Caitlin , chris , cody , grey , ryan dan yang lainnya . sebuah persahabatan kini berakhir bahagia . dengan semua awal yang menyedihkan namun akhir bahagia .
Kini terjawab sudah pertanyaanku dan pertanyaan justin . what if a friend be in love ? dan jawabannya adalah yes ! sebuah perasaan cinta takan menyakiti sebuah pertemanan jika kita mengatasinya dengan baik .


EPILOG
Juni 2005 ..
Author POV ..
Justin menjejakan kakinya dijalanan kota Toronto . memasuki sebuah perumahan tak jauh dari rumahnya . meliuk liuk dijalanan bersama skate milknya . dan sampai di sebuah rumah . menepikan skatenya dan mengetuk pintu
“ya justin ?” seorang ibu paruh baya memukakan pintu
“reva . rachel ada ?”
“dia ada dikamarnya . sepertinya belum bangun . kau bisa membangunkannya justin” jawab ibu rachel .
Justin memasuki kamar dilantai di dua . sebuah kamar sederhana dengan seluruh dekorasi photograph . justin mendekatkan diri ke tepian kasur . melihat tubuh mungil rachel yang tertidur dengan kain tebal menyelimutinya .
Justin tidak langsung membangunkan rachel . tapi dia menatap wajah rachel dengan serius . perlahan jemarinya terulur menyentuh lembut pipi rachel . rahel tak terusik
“aku menyukaimu . aku menyukaimu sejak kau datang ke Toronto . aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan ini . kita masih teman bukan ?” batin justin .

August 2005
Justin mencoret coret sebuah kertas bernuansa ungu . menggambar sebuah gambar love dan bertuliskan ‘I LOVE RACHEL FARANT’ kemudian dia menyelipkan sebuah foto seorang gadis manis tak lain adalah rachel .

Mei 2009
Justin terdiam di pantai Bahamas mengingat semua kejadian ini . “kenapa aku bisa melakukan ini ? kenapa aku menciumnya ? kenapa aku tega melakukan ini ? sudah jelas aku dan Caitlin mempunyai hubungan “ pikirnya . justin tidak tau bahwa dirinya sangat mencintai rachel . sampai iya tidak menyadari dia mengambil ciuman pertama rachel . Semua ini dia lakukan karena dia menyukai rachel

Februari 2013
Justin diam mendengar perkataan rachel tentang hubungannya dengan jason . dalam hati kecilnya justin berkata “aku harus melupakannya aku harus melupakannya . aku dan dia hanya teman . kita teman tidak akan pernah ada perasaan apapun .aku harus menghilangkan rasaku pada rachel “
Tapi pada kenyataannya justin terlalu takut untuk kehilangan rachel . dia takut rachel tidak akan ada disampingnya lagi . dia takut tidak akan mendengar tawa canda rachel . tidak akan mendengar jeritan melengking dari mulut rachel .

Desember 2016
Justin terduduk dimeja kerjanya . melihat berkas berkas coretan dahulu kala yang dia buat . melamun dan membaca kalimat semasa kecil yang dia tulis . lalu sebuah rangkulan hangat menyergap bahu justin . justin segera menutup buku ittu dan berbalik
“apa yang kau lihat ?” Tanya rachel yang ada di belakang justin
“tidak ada . hanya coretan lagu ?”
“jangan bohong padaku justin . kita ini sepasang suami istri . kau harus jujur padaku . ayo beritahu aku cepat “
“tidak ada rachel sayang . aku harus mandi . kau buatkan aku makan malam “
Justin berlalu dan dengan cepat rachel mengobrak abrik laci justin , kemudian dia mengambil tumpukan kertas itu . Rachel menahan tawa saat dia membaca itu
aku benar benar mencintai rachel . astaga aku ini hanya bocah berumur 9 tahun”
Itu salah satu coretanya .
“hoh kau membacanya ?” justin memeluk rachel dari belakang
“ini tulisanmu ? astaga ini seperti tulisan Jessie “
“apa kau bilang ? cepat katakann lagi ?” justin menggelitiki perut rachel
“astaga hentikan . justin hentikan . berarti ini adalah bukti bahwa kau memang menyukaiku sejak dulukan ? kenapa ada fotoku juga ”
“kau sudah melihatnya . sudah kubilang kau juga cinta pertamaku “
Rachel tidak bisa menahan diri . rachel dan justin terjatuh di sofa kerja justin . justin menatap rachel dan tersenyum
“ ayo kita buat adik untuk Jessie ?”
“astaga ! Jessie masih terlalu kecil “

********************
Sebuah cerita cinta yang mampu mengorbankan perasaan . mampu mengorbankan tangis mereka . bagaimana sebuah kesetiaan mewakili mereka sebuah kebahagiaan menanti .
Ketika sebuah perasaaan terungkap tanpa takut akan jawaban , itu semua akan menyelesaikan permasalahan yang ada . sebuah kejujuran akan membawa kita pada lorong selanjutnya dimana tuhan telah menentukan jalan , takdir ,dan garis kehidupan kita .
Dan ketika dentuman saling bertalu . ketika lagu with u itu menjadi sebuah back song kehidupan . ketika itu pula sebuah kenangan terputarkan .
Ketika hentakan skate di jalanan kota Toronto patut di perlihatkan dan sebuah nyanyian a little not over u menjadi sebuah kenangan kecil .
Ketika tangis membahana di relung hatinya . ketika rasa sesak menyesakan hatinya tapi semua itu terbalas dengan adanya sebuah pengakuan yang berakhir bahagia . dia bahagia . semua bahagia .

Dan dalam sela sela kehidupan mereka seseorang yang bersinar di atas sana tersenyum manis . tersenyum bahagia . semua sempurna . ketika bintang paling bersinar itu ada, terkadang masuk dalam kehidupan mereka
“SEMUA BERAKHIR BAHAGIA” ucapan sederhana dari mulut manis seseorang yang telah pergi , chorie olivers somers
“AKU BAHAGIA DENGAN DIA” ucapan indah dari sang sutradara rachel olive farant
“AKU TAK TAKUT UNTUK KEHILANGANNYA KARENA KINI DIA MILIKkU” kalimat tegas terucap dengan suara baritonenya justin drew bieber
“AKU BAHAGIA DENGANNYA DAN DIA BAHAGIA DENGAN CINTA PERTAMANYA” kalimat terucap dari seseorang yang begitu tullus jason mc.cann
“AKU MENEMUKAN SESEORANG YANG MEMANG DI TAKDIRKAN UNTUKKU” seorang dokter muda itu berkata , skandar amin cesper Keynes
“AKU TAU ADIK KECILKU BAHAGIA . BERKATNYA AKU KINI MENDAPATKAN SESEORANG YANG MENCINTAIKU “ seorang kaka yang benar benar tegar . charles graver somers
“AKU HARUS MELUPAKANNYA DAN MULAI MELIHAT YANG LAIN YANG JELAS MENCINTAIKU “ seorang gadis manis Caitlin Victoria beadles
“AKU YAKIN INI ADALAH AKHIR DARI SEGALANYA” seorang yang paling ceria , Christian beadles
“ AKU TAU MOMMY AND DADDY PASTI MEMPUNYAI KISAH CINTA YANG BEGITU RUMIT “ Jessie olivers bieber

********************************************************************************
                                                      ***THE END***





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Severus Snape (About Harry Potter)

Cara Membuat HTML Pada Notepad

my love