Draco Malfoy (About Harry Potter)
A. KEPRIBADIAN DRACO
1.Kata hawthorn berasal dari bahasa Inggris Kuno haw, artinya “pagar”, dan thorn, artinya duri. Nama botaninya adalahCrataegus oxyacantha Linn. Nama ini berasal dari bahasa Latinkratos, artinya keras (kayunya), oxcus, artinya tajam, dan acantha, yaitu duri.
->FAKTOR DRACO:
-Dalam bahasa Inggris, thorn selain berarti “duri” juga berarti “sumber gangguan atau masalah yang terus-menerus”. Selama enam tahun, Draco terus-menerus menjadi gangguan bagi Harry. Bahkan ketika Draco menjauh di dalam HP6, Harry masih terus menyelidiki apa yang dilakukannya.
-Naga Eropa (draco, dragons) memiliki duri di punggung mereka.
2. Biji hawthorn mengalami masa dormansi yang panjang. Namun sekali tumbuh, dia akan tumbuh dengan cepat, sehingga disebut juga Quickthorn.
->FAKTOR DRACO:
-Sementara Harry banyak berkembang sepanjang HP1-HP5, Draco belum menunjukkan kematangan. Menggunakan terminologi rasis di depan umum (HP2, HP4), mencoba mencelakai Harry dalam pertandingan Quidditch untuk mendapat pujian (HP2, HP 3), dan menunjukkan rasa iri terhadap prestasi Harry (HP1, 2, 4) adalah contoh tindakannya.
-Selain itu, pada awalnya, dia adalah penyihir yang kurang kapabel. Selepas Klub Duel (HP2), Draco tidak menambah kemampuan duelnya. Harry “terlalu cepat baginya” (HP5). Semua ini berubah di dalam HP6, di mana Draco tumbuh dengan cepat, baik secara mental maupun kemampuan sihir. Dia memfokuskan diri kepada misinya. Dia menepikan Quidditch sementara Harry masih menganggapnya penting. Dia berhasil memanfaatkan Lemari Pelenyap, sehingga Dumbledore pun menganggap ide Draco brilian.
3. Kulit pohon hawthorn berwarna terang, sehingga tumbuhan ini sering juga disebut whitethorn, atau duri putih. Cabang-cabangnya yang masih muda berduri tajam sepanjang 1-1,5 cm.
->FAKTOR DRACO:
-Menarik untuk diketahui bahwa ada dua jenis tanaman bernama\thorn, yaitu whitethorn alias hawthorn, dan blackthorn. Warna terang dan duri hawthorn sesuai dengan deskripsi fisik Draco yang pucat dan ‘runcing’.
4. Permukaan atas hawthorn berwarna hijau gelap, sedangkan permukaan bawahnya lebih pucat.
->FAKTOR DRACO:
-Di permukaan, Draco tampak sepenuhnya Slytherin (hijau adalah warna utama asrama Slytherin). Dia mendukung semua hal yang (dianggapnya) karakteristik utama Slytherin, yaitu pemurnian darah dan Sihir Hitam. Namun jauh di dasar hatinya dia mempunyai banyak keraguan, sebagaimana tampak jelas di dalam klimaks HP6.
5.Tongkat sihir yang terbuat dari hawthorn adalah tongkat yang sangat bagus.
->FAKTOR DRACO:
-Seperti tadi saya jelaskan, kemampuan sihir Draco berkembang dengan cepat. Dia menjadi Occlumens yang cukup handal untuk memblokir Snape. Dia menguasai Kutukan Tak Termaafkan. Dia menguasai Mantra Protean, seperti berhasil dilakukan oleh Hermione setahun sebelumnya (tidak ada bukti bahwa Harry maupun Ron menguasai mantra tingkat mahir ini).
6. Kayu hawthorn tangguh dan keras.
->FAKTOR DRACO:
-Selama ini tingkat kelenturan tongkat di dalam serial Harry Potter menunjukkan keberpihakan. Harry, Hagrid, Lily dan James Potter bertongkat lentur. Di sisi lain, Voldemort memiliki tongkat keras dari kayu yew. Kekerasan tongkat Draco menunjukkan keberpihakannya kepada “Orde Kegelapan”, namun ada perbedaan antara dirinya dengan Voldemort, yang akan saya bahas nanti.
7. Tumbuhan hawthorn mengandung crataegin, senyawa alkaloid yang bisa diekstrak menjadi kristal putih-kelabu. Senyawa ini pahit dan hanya larut dalam air.
->FAKTOR DRACO:
-Warna putih-kelabu amygdalin berhubungan dengan deskripsi fisik Draco, yaitu kulitnya yang pucat, rambutnya yang pirang, dan matanya yang kelabu.
-Kata bitter dalam Bahasa Inggris selain berarti “pahit”, juga berarti “kasar, menyebalkan, menyakitkan”. Ini sesuai dengan penggambaran Draco sebelum HP6, ketika Harry dkk sekedar berpendapat bahwa Draco adalah musuh mereka yang menjengkelkan.
-Rowling menciptakan empat asrama di Hogwarts dari sistem Hippocrates. Gryffindor adalah wakil elemen Api, Ravenclaw Udara, Hufflepuff Tanah, dan Slytherin Air.. Karena Draco memiliki unsur kepribadian yang larut air, maka dia dengan mudah diterima di antara anak-anak Slytherin. Sekalipun demikian, berbeda dengan Harry, dia tidak diterima di asrama-asrama lain.
8. Di Roma, Yunani, dan Inggris pernah berkembang keyakinan bahwa periode hawthorn adalah bulan yang membawa sial. Periode hawthorn dianggap sebagai periode penundaan dan pemurnian.
->FAKTOR DRACO:
-Draco adalah pribadi peragu dan penunda, terbukti di dalam klimaks HP6. Dia mendukung gerakan pemurnian darah karena didikan orangtuanya. Menurut Rowling, sejak kecil Draco terbiasa untuk mengabaikan hati nuraninya. Draco tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri karena terbiasa hidup nyaman serta mengikuti prinsip orangtuanya. Akibatnya, ketika dia terpaksa berusaha sendiri untuk melindungi diri dan orangtuanya, dia mengalami kebingungan.
9. Hawthorn diyakini juga bisa membuka hati untuk menerima cinta.
->FAKTOR DRACO:
-Di luar semua kekurangannya, dalam HP5-6 kita melihat bahwa Draco menyayangi orangtuanya, dimulai dari pembelaannya terhadap ayahnya, serta kekhawatirannya bahwa ibu dan ayahnya akan dibunuh apabila dia tidak bersedia meneruskan rencana Voldemort membunuh Dumbledore.
Berikutnya, saya akan mencoba meramalkan perjalanan nasib Draco, masih berdasarkan kayu hawthorn.B. NASIB DRACO
1. Hawthorn melindungi bibit muda spesies lain, terutama oak, dari ancaman predator, sehingga membantu regenerasi alami.
->FAKTOR DRACO:
-Ironisnya, Draco tanpa sengaja ‘mengundang’ Fenrir Greyback si manusia-serigala ke Hogwarts—tempat regenerasi para penyihir (HP6). Namun ditinjau dari keengganan Draco membunuh dan sifat hawthorn, masih ada kesempatan kedua bagi Draco untuk melindungi orang lain, khususnya orang yang lebih muda.
-Satu-satunya karakter yang diketahui memiliki tongkat oakadalah Hagrid. Sejauh ini belum ada hubungan antara Hagrid dan Draco yang bersifat mutualisme, tetapi hal itu bisa berubah di dalam kisah selanjutnya.
2. Hawthorn pembuka jalan menuju ke Dunia Orang-Orang Mati (The Otherworld).
->FAKTOR DRACO:
-Ditilik dari judul buku ketujuh, yaitu The Deathly Hallows, atauThe Relics of Death, maka pertarungan terakhir dan terbesar Harry melawan Voldemort akan berkaitan dengan kematian itu sendiri, atau Horcrux, atau dunia orang-orang mati. Kita telah melihat pintu menuju ‘dunia lain’ ini di HP5, yaitu Selubung di Departemen Misteri, tempat Sirius terjatuh. Kita mengetahui bahwa Horcrux adalah wadah jiwa Voldemort, yang ‘mencegahnya’ mati.
-Mantra-mantra kuno di Inggris sering diawali dengan “demi thorn,oak, dan ash”, maksudnya untuk membuka gerbang dunia orang mati. Dari gerbang hawthorn lebih dulu, dilanjutkan dengan oak, dan ash. Perlu diketahui pemilik tongkat oak adalah Hagrid, sedangkan ash adalah Ron.
-Di dalam HP6, Draco bekerja kepada Voldemort. Voldemort sangat takut akan kematian sehingga memilih untuk ‘melarikan diri’ darinya dengan menggunakan segala cara. Apakah Draco akan berada di lokasi pertempuran yang menuju ke ‘dunia lain’ ini, dan dengan sihir tertentu akan membuka gerbangnya?
- Jiwa Draco masih utuh karena dia belum membunuh. Voldemort yang telah membunuh berkali-kali menyimpan jiwanya di dalam beberapa Horcrux. Apakah suatu saat Draco akan diminta menjaga salah satu Horcrux? Ini akan menjadi beban lain yang menyiksanya.
3. Hawthorn membuang energi negatif dan melepaskan energi yang masih tersimpan di dalam diri seseorang.
->FAKTOR DRACO:
-Energi negatif yang dimaksud di sini adalah rasa takut, prasangka, dan kemarahan yang ditujukan kepada orang-orang yang salah (Dumbledore, Harry dkk). Dengan pemahaman yang dia peroleh, maka dia akan mencoba membangun sikap yang lebih tegas. Dalam zodiak Celtic, kaum hawthorn membenci sistem yang mengkambinghitamkan orang, dan mendukung toleransi serta harmoni. Apabila Draco berani bertindak tegas, dia akan berhenti menyokong Voldemort dan/atau ayahnya yang telah membebankan kesalahan kepadanya dan belajar untuk menoleransi perbedaan yang ada dalam masyarakat.
-Tujuan mental kaum hawthorn menurut zodiak itu adalah membuka pikiran terhadap ketidaktahuan dan fakta-fakta yang berat sebelah. Ini merupakan kritik yang tepat untuk disampaikan kepada Draco, yaitu dia harus mencoba membuka pikiran dari kekeliruan yang ditanamkan kepadanya selama ini.
4. Hawthorn memacu pertumbuhan spiritual dan perjalanan hidup menuju ke sesuatu yang lebih baik.
->FAKTOR DRACO:
-Di dalam sistem zodiak Celtic, tujuan spiritual kaum hawthornadalah belajar untuk menjadi lebih kuat setelah melalui masalah yang berat. Hal ini sangat berhubungan dengan kondisi Draco pasca HP6, yaitu kegagalannya menjalankan tugas dari Voldemort dan hilangnya kehidupan sosial yang biasa dia jalani selama ini.
-Rowling pernah menyatakan bahwa hampir semua karakter antagonisnya memiliki “sifat pertobatan”, atau redeemable quality, mungkin kecuali Voldemort. Banyak fans berharap bahwa Snape akan memperoleh kesempatan itu. Saya berharap bahwa kualitas positif hawthorn menandakan Draco pun akan memperoleh kesempatan kedua untuk memperbaiki pola pikirnya yang salah.
5. Hippocrates berpendapat bahwa semua materi tersusun dari Api, Udara, Tanah, atau Air. Di sini elemen hawthorn adalah Api. Dalam zodiak Celtic, permata kaum hawthorn adalah topas, dari kata Sansekerta tapas, “api”.
->FAKTOR DRACO:
-Rowling menciptakan empat asrama di Hogwarts dari sistem Hippocrates tadi. Gryffindor adalah wakil elemen Api, Ravenclaw Udara, Hufflepuff Tanah, dan Slytherin Air.. Menarik untuk dicatat bahwa Draco yang merupakan anggota asrama Slytherin ternyata berelemen Api! Kita perlu mengingat bahwa naga selalu menghembuskan api. Artiny, api ada di dalam diri setiap naga.
-Dengan Gryffindor sebagai wakil elemen Api dan lambang keberanian, maka Draco yang “memiliki Api di dalam dirinya”, bisa kita harapkan untuk menemukan keberanian dalam bertindak. Api juga menyimbolkan kemarahan. Mungkin akan ada suatu titik di mana Draco akhirnya meluapkan kemarahannya atas situasi yang dia alami? Titik perubahan ini akhirnya menggerakkan dirinya di luar garis yang dia jalani selama ini.
6. Dalam ilmu herbologi Barat, hawthorn digunakan sebagai diuretik, karena bisa bekerja dalam elemen Air (misalnya organ jantung) dan Api (misalnya ginjal).
->FAKTOR DRACO:
-Draco memang mudah berbaur di kalangan Slytherin karena dia memiliki elemen Air di dalam dirinya, seperti anak-anak Slytherin lain. Di sisi lain, dia juga memiliki elemen Api, karena dia adalah naga. Dualisme ini membentuk Draco sebagai pribadi peragu. Pada tahap selanjutnya dalam kisah Harry Potter, Draco pasti akan didesak untuk memilih jalannya sendiri dan mengambil keputusan sendiri lagi.
7. Sekarang kita tinjau kembali persamaan dan perbedaan Draco dengan Voldemort. Yew, bahan tongkat Voldemort, beracun sepenuhnya, kecuali kulit buahnya. Sebaliknya, hawthorndigunakan untuk pengobatan tradisional dan bisa digunakan sebagai campuran brandy.
->FAKTOR DRACO:
-Voldemort, pembunuh terkejam dalam serial ini, bisa dikatakan sebagai pribadi ‘beracun sepenuhnya’. Bagian yang baik dari dirinya hanyalah wajah tampannya selagi menjadi Tom Riddle. Saat ini, keburukan Voldemort telah terungkap sepenuhnya karena dia sudah mentransformasi dirinya untuk menghindari kematian. Berlawanan dengan Voldemort, Draco bukan seorang pembunuh.
-Sementara Harry diasosiasikan dengan wine, karena winemelambangkan pengorbanan suci (ingat wine yang disihir Ollivander dengan tongkat Harry dalam HP4?), Draco bisa diasosiasiakan dengan brandy. Untuk diketahui, brandy bisa dibuat dari wine yang disuling. Ini menunjukkan bahwa meskipun heroisme Draco tidak sebesar dan semurni Harry, dia masih memiliki potensi untuk bertindak heroik.
8. Menebang hawthorn yang sedang tumbuh adalah tabu. Penebang bisa sakit, mati, atau mengalami kerugian lainnya.
->FAKTOR DRACO:
-Siapapun yang membunuh Draco akan sial. Lebih baik Voldemort saja yang mencobanya, untuk memperbesar kemungkinan kalahnya.C.KESIMPULAN TENTANG DRACO:
1. Deskripsi fisik Draco tergambar dalam tumbuhan hawthorn.
-Wajahnya pucat dan runcing, seperti sifat kayu hawthorn.
-Matanya kelabu dan rambutnya pirang pucat, seperti warna kristal amygdalin.
2. Kepribadian Draco dipaparkan oleh tumbuhan hawthorn.
-Dia menjadi duri bagi Harry dkk, seperti cabang hawthorn yang penuh duri.
-Dia hanya diterima di kalangan asramanya sendiri, sepertiamygdalin yang hanya larut dalam air.
-Kemampuan sihirnya lambat berkembang, tetapi dia mengejar ketertinggalannya dengan cepat, seperti biji hawthorn yang memiliki masa dormansi panjang namun cepat tumbuh.
-Dia meyakini prinsip Slytherin, tetapi di dalam hati mulai meragukannya, seperti permukaan hawthorn yang hijau namun semakin pucat di lapisan bawah.
-Dia penuh keraguan, seperti periode hawthorn yang identik dengan penundaan.
-Dia bukan pembunuh, walaupun pandangannya keliru.Hawthorn sekeras yew tetapi tidak beracun seperti yew.
3. Masa depan Draco sedikit banyak bisa ditelaah dari sifathawthorn.
- Di masa depan, Draco mungkin menggunakan kesempatan keduanya untuk melindungi tempat regenerasi penyihir, yaitu Hogwarts, serta menolong seseorang yang berkepribadian oak, mungkin Hagrid (?).
-Dia akan berurusan dengan kematian, mungkin dengan Selubung tempat Sirius jatuh di Departemen Misteri, dengan dunia orang mati itu sendiri, atau dengan Horcrux milik Voldemort.
-Dia akan belajar untuk menoleransi perbedaan dan terpaksa mengoreksi cara pandangnya yang berat sebelah.
-Dia akan menghadapi masalah yang menyangkut nyawa lagi, dan dia akan ‘meledak’.
-Dia akan mendapat kesempatan untuk memilih “antara yang benar dan yang mudah” (Dumbledore, HP4) lagi.
-Jika “api di dalam dirinya” bangkit, terjadilah titik perubahan Draco menjadi pribadi yang lebih kuat.
-Dia berpotensi menunjukkan heroisme, karena hubungannya dengan wine, namun tidak pada level yang diraih Harry. Bagaimanapun, dia seorang Slytherin.
-Jika dia terbunuh, maka pembunuhnya akan mendapat sial dalam perang yang dia jalani.
panjangnya....
BalasHapus